News Update :

Entri Terpopuler

Seputar PKS

Taujih

Penghitungan Suara Belum Usai, Wirianingsih Tetap Konsisten Advokasi TKI

16 April 2014

PKS Nongsa - Pemilu 2014 benar-benar menyita perhatian masyarakat. Hitung cepat, koalisi, dan segala pernak-perniknya seakan-akan menenggelamkan isu nasional lainnya yang tidak kalah penting.

Sebutlah kasus Satinah yang hingga saat ini belum bisa dikatakan aman dan selesai walaupun pemerintah sudah sepakat untuk membayar diyat. Perhitungan suara belum selesai, tetapi Wirianingsih, selaku Anggota Komisi IX DPR RI yang juga caleg DPR RI tetap konsisten mengadvokasi TKI seperti Satinah.

“Saya sangat menyayangkan kasus yang melibatkan TKI kembali berulang, andai pemerintah konsisten untuk mempertahankan moratorium pengiriman TKI ke Saudi Arabia sambil menunggu revisi Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) dan Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri (PPTKILN), saya rasa hal ini semacam ini tidak akan terjadi. Kasus Satinah ini menunjukkan bahwa pemerintah belum secara serius melindungi TKI kita di luar negeri, banyak Satinah-Satinah lain yang juga menunggu untuk diselamatkan,” papar Wirianingsih di sela-sela kerjanya di gedung DPR RI, Jakarta pada Selasa (15/4).

Wirianingsih juga menyesalkan adanya penanda tanganan nota kesepahaman berupa Perjanjian Penempatan dan Perlindungan TKI antara pemerintah Saudi dengan Menakertrans tanpa sepengetahuan DPR, padahal jelas-jelas moratorium masih diberlakukan. Lebih lanjut, Wirianingsih meminta pemerintah fokus menyelesaikan permasalahan TKI secara tuntas dan komprehensif dengan melibatkan semua sektor terkait.

Diawali dengan pembuatan prosedur yang ketat dan jelas tetang proses seleksi TKI, sosialisasi yang masif tetang prosedur maupun regulasi tentang TKI kepada Perusahaan Jasa Tenaga Kerja indonesia (PJTKI). Pemerintah juga harus berani menindak secara tegas dengan mencabut izin PJTKI yang bermasalah.

Selain itu Wirianingsih juga mendorong optimalisasi peran Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). “Saya yakin jika badan ini diberikan kewenangan yang jelas untuk melindungi TKI kita di luar negeri, maka masalah-masalah ini dapat diantisipasi dengan baik,” tegas Wirianingsih.[pks.or.id]



Aplikasi Android Aplikasi BlackBerry

Soal Koalisi PKS, Fahri Hamzah: Lebih Baik Diam-diam Tapi Mendalam

PKS Nongsa - PKS hingga saat ini belum menampakkan pergerakan untuk menjalin koalisi. Wasekjen PKS Fahri Hamzah menyebut partainya bergerak diam-diam.

"Lebih baik kita jumpa diam-diam tapi mendalam," kicau Fahri Hamzah melalui akun twitternya @Fahrihamzah yang dikutip detikcom, Rabu (16/4/2014).

Fahri mengatakan PKS tak ingin sembarangan mengikat koalisi. Menurut Fahri, ada kegagalan sistem koalisi dalam pemerintahan saat ini.

"Koalisi itu adalah pemerintahan itu sendiri. Koalisi paling bertanggung jawab atas sukses gagal negara," ujarnya.

Dalam kicauannya, Fahri juga menyindir aksi penggalangan koalisi yang dilakukan secara terbuka di layar kaca. Aksi itu dilakukan Jokowi pada Sabtu (12/4) lalu, yang dalam satu hari secara terbuka datang ke markas NasDem, Golkar dan PKB.

"Koalisi hanya akan jadi tipuan jika hanya terkait atraksi di depan layar kaca," sindirnya.

Nah soal aksi penggalangan koalisi antara diam-diam dan terbuka, ada perbedaan antara dua capres yang disebut-sebut sebagai dua terkuat, yaitu Jokowi dan Prabowo. Jokowi mengedepankan penggalangan koalisi dengan cara terbuka, tampil di layar kaca. Sedangkan Prabowo lebih bergerak senyap. Dengan kicauan Fahri, apakah berarti PKS merapat ke Prabowo?[detik]



Aplikasi Android Aplikasi BlackBerry

HNW dan Taufik Ramlan Wijaya Raih Suara Terbanyak di Inggris

PKS Nongsa - Dua calon anggota legislatif Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nur Wahid dan Taufik Ramlan Wijaya, meraih suara terbanyak dibandingkan caleg dari partai lainnya dalam pemilihan umum untuk kawasan Inggris Raya dan Republik Irlandia.

Dalam penghitungan akhir surat suara di KBRI London, Selasa (15/4), Hidayat meraih 127 suara sedangkan Taufik menempel ketat dengan 125 suara, demikian ketua Pusat Informasi dan Pelayanan (PIP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Inggris, Hendri Lucky, di London, Rabu (16/4).

"Ini menunjukkan bahwa para pemilih di Inggris mengerti siapa yang dipilih dan bahwa ini pemilihan anggota legislatif, bukan pemilihan presiden," ujarnya.

Menurut Hendri Lucky, Taufik memang serius berkampanye di Inggris. Meski tidak datang secara langsung, ketua Badan Hubungan Luar Negeri DPP PKS ini setidaknya hadir secara online di dua acara dialog dengan masyarakat Indonesia di Inggris yang diselenggarakan PIP PKS setempat.

Di dua forum ini Taufik banyak berbicara tentang perlindungan tenaga kerja Indonesia, kewarganegaraan ganda, dan akses pendidikan bagi warga negara Indonesia di luar negeri.

Secara umum PKS menempati urutan kedua dalam pemilu di Inggris dengan 403 suara atau 17,4% dari seluruh kartu suara yang sah, baik yang dicoblos langsung pada 5 April maupun yang dikirim melalui pos.

Hasil ini melampaui 252 suara yang didapat pada Pemilu 2009.

"Kami tentu bersyukur karena bisa melewati target 350 suara yang dicanangkan sebelumnya," ujar Hendri.

Hendri menambahkan penambahan suara bila dibandingkan dengan Pemilu 2004 dan 2009 ini antara lain menunjukkan bahwa dukungan komunitas Indonesia di Inggris terhadap PKS kian besar.

"Di sisi lain ini juga menjadi pengingat agar kami terus melayani dan bekerja demi masyarakat Indonesia di Inggris," katanya.

Urutan teratas perolehan suara Pemilu 2014 di Inggris ditempati PDI Perjuangan dengan 963, Gerindra berada di urutan ketiga memperoleh 236 suara, disusul Partai Amanat Nasional 169 suara. Sementara Partai Demokrat, pemenang pemilu lima tahun lalu, hanya mendapat 119 suara.[ant]



Aplikasi Android Aplikasi BlackBerry

[Kabar Duka] Ummahat Ini Kehilangan Bayinya Saat Mengamankan Suara PKS

PKS Nongsa - Keluarga besar Partai Keadilan Sejahtera khusunya di Kabupaten Bengkalis tengah dirundung duka. Di sela kesibukan dan perjuangan pengamanan suara di PPS, Ustadz Dedi Jasmeldi Ketua DPRa Air Jamban Barat, Kecamatan Mandau kehilangan calon buah hati yang ditunggu kehadirannya.

Bayi berusia 6 bulan dalam kandungan Sang Istri, Ustadzah Yanti Sarmi dinyatakan wafat sebelum sempat menjadi bagian perjuangan kedua orang tuanya dalam menegakan dakwah ilallah ini. Diagnosa kelelahan dan teori medis lainnya menjadi bagian dari wafatnya Sang Janin. Memang demikianlah adanya. Malam sebelumnya (14/04/14), pasangan suami istri ini menjadi bagian saksi PPS dari PKS yang turut hadir di Kelurahan Air Jamban hingga larut malam.

Malam itu, keduanya terlihat gigih menjaga amanah masyarakat dalam lembar demi lembar kertas suara yang telah dipilih. Tak ada keluh kesah, tak pernah keduanya menjadikan kehamilan sebagai alasan untuk undur diri dari medan juang.
Nun, inilah takdir Allah swt. Saat bayi yang berada dalam kandungan ummahat yang dikenal dengan kerendahan hatinya ini kembali keharibaan Allah swt.

Segenap air mata titik. Duka seolah menjalar menjadi milik segenap kader PKS yang ada di Kota Duri khususnya. Iringan do'a terlantun dari hati-hati yang tunduk kepada Allah swt. Kalimat penguat tumpah ruah, dari selaksa pejuang dakwah. Tak bisa dinafikan, seolah semua ingin berkata; "Inilah ukhuwah. Inilah jalan dakwah".

Meski kehamilan ketiga Ustadzah Yanti ini sangat dinanti kelahirannya, namun duka tak membuat pasangan larut dalam kesedihan panjang. Semuanya pasrah atas kehendak Allah swt.

"Allaahu Akbar, Ya Allah...Gantilah dengan yang lebih baik lagi dan jadikan bayinya yang telah pergi sebagai saksi di akhirat kelak bahwa orang tuanya adalah seorang mujahid sejati, dan menyelamatkan mereka dari azab api neraka. Aamiin... Allaahu Akbar...," tutur Ustadz Taufik Hasibuan,  sesama kader PKS di Kecamatan Mandau.

"Ana juga menyaksikan beliau jadi saksi sampai selesai malam tadi, Ya Allah semoga Allah memberikan kesabaran untuk ke dua orang tuanya...,"ungkap Alhidayat Syah, Tim Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada PKS Bengkalis.

"Innalillahi wainna ilaihi roji'un, musibah ini bisa di dijadikan catatan buat kita semua. Pengorbanan seorang ummahat, dalam kondisi hamil, jagain PPS sampai malam. Semoga Allah Swt memasukan kedua pasangan ini ke JannahNya. Aamin," tutup Ustadzah Fadhilah Nurdin.[ewa/pksbengkalis]

Foto: ilustrasi: para ummahat yang berjibaku mengamankan suara PKS



Aplikasi Android Aplikasi BlackBerry

"Jangan Sederhanakan Koalisi | By @Fahrihamzah

PKS Nongsa - Malam ini saya twit soal #KoalisiPKS....dan kenapa PKS tidak mau sekedar basa basi pertemuan...

Koalisi kabur jika hanya terkait siapa dapat apa dan berapa. #KoalisiPKS

Koalisi hanya akan jadi tipuan jika hanya terkait atraksi di depan layar kaca. #KoalisiPKS

Koalisi itu adalah pemerintahan itu sendiri. Koalisi paling berTanggung Jawab atas sukses gagal negara. #KoalisiPKS

Koalisi adalah lima tahun Dan menentukan nasib bangsa 5 tahun. #KoalisiPKS
Karena dia sangat penting maka kita jangan sederhanakan. #KoalisiPKS
Koalisi tidak hanya soal kawin dua orang atau partai-partai. #KoalisiPKS
Koalisi bukan soal Jawa-luar Jawanya pasangan. Koalisi bukan soal cocok tidaknya sepasang calon. #KoalisiPKS

Koalisi bukan soal serasi atau tidaknya pasangan. Koalisi adalah pemerintahan dan segala kompleksitasnya. #KoalisiPKS

Koalisi adalah rencana lima tahun rakyat mau diberi apa. Koalisi adalah sebuah wajah Pemerintah yang solid. #KoalisiPKS

Koalisi adalah pertanggungjawaban politik. Koalisi adalah amanah yang berat. Menang atau kalah. #KoalisiPKS

Inilah yang PKS selalu ingatkan. Tolong jagan disederhanakan. #KoalisiPKS

PKS ingin ingatkan sejarah gagal dalam pemerintahan yang lalu. #KoalisiPKS

PKS ingin sampaikan dilema sistem multipartai dalam presidensialisme. #KoalisiPKS
PKS ingin ingatkan kompleksitas pemerintahan yang akan datang. #KoalisiPKS

PKS ingatkan kemungkinan gagalnya koalisi menang atau kalah. PKS tidak mau terjebak euphoria. #KoalisiPKS

Seolah pertemuan kiri kanan menjawab inti masalah. #KoalisiPKS

Dalam setiap kesempatan jumpa tokoh partai. Kami ingatkan ini. Lebih baik kita jumpa diam-diam tapi mendalam. #KoalisiPKS

Ini bukan soal amanat ketua umum atau kongres. Ini soal negara mau di bawa kemana. #KoalisiPKS

Ayo mulai bicara. Tentang membuat sejarah. #KoalisiPKS
Ayo mulai diskusi. Tentang transisi yang akan kita akhiri. Jadi demokrasi yg matang. #KoalisiPKS

Kalau itu PKS siap terlibat. Demi maslahat rakyat. #KoalisiPKS


_____
https://twitter.com/Fahrihamzah




Aplikasi Android Aplikasi BlackBerry

Kisah Pengabdian Pak Datuk | By @ewahyudie

PKS Nongsa - Tak sedikit keluarga serta orang-orang dekat yang menganggapnya melakukan blunder saat menerima amanah maju sebagai anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Betapa tidak, jauh sebelum menjadi bagian dari Partai Dakwah ini, Beliau merupakan sosok pengusaha sukses di Kota Duri.

Rumah Sakit swasta terbesar di Kabupaten Bengkalis, rumah makan, percetakan, serta usaha-usaha lainnya Allah swt perkenankan menangguk kemajuan pesat bagi lelaki satu ini. Tak heran bila sebagian keluarga menganggap, menjadi anggota dewan hanya akan menambah beban pekerjaannya saja. Pun bila ditilik dari sisi materi, tentu saja penghasilan sebagai anggota dewan digolongkan tak seberapa bila dibandingkan dengan apa yang diperolehnya sebagai pengusaha.

Dialah dr. Fidel Fuadi Datuk Majo Basa. Jiwa kedokteran menuntunnya untuk mengabdi lebih jauh demi kemaslahatan umat. Kiprahnya sejak duduk di parlemen tak bisa dibilang kecil. Amanah yang diembannya di Komisi IV DPRD Kabupaten Bengkalis membuat Pak Datuk - demikian Beliau disapa - semakin dekat dengan segala bentuk kesulitan dan kekurangan masyarakat di bidang kesehatan dan pendidikan serta usaha-usaha untuk memperjuangkannya.

Salah satu kiprah Pak Datuk yang luar biasa adalah tatkala ia memperjuangkan penderita katarak serta balita dengan bibir sumbing untuk mendapatkan operasi gratis dengan menggaet organisasi-organisasi sosial di Kabupaten Bengkalis. Tercatat delapan anak berhasil dibantu untuk mendapatkan operasi bibir sumbing secara gratis atas bantuan pria berdarah Minang ini.

Nun jauh dibalik segala prestasi dalam bidang pelayanan publik yang ditorehkannya. Pak Datuk merupakan sosok yang teramat santun. Di sela aktivitasnya sebagai Anggota Dewan, Pak Datuk rajin berkunjung ke Rumah Sakit. Kebendaan serta status sosial yang disandang tak membuatnya sungkan untuk berkunjung dari satu pintu ke pintu perawatan lainnya. Mengunjungi, mendengarkan keluhan, memberikan semangat, bahkan tak jarang membantu biaya pengobatan bagi orang-orang yang membutuhkannya tanpa memandang latar belakang Sang Pasien.

Hal lain yang luput dari pemberitaan media dari Pak Datuk adalah soal kedermawanan Beliau. Khususnya saat Bulan Ramadhan, hampir setiap hari, Pak Datuk bersedekah takjil dan nasi kotak. Tak tanggung-tanggung, seluruh petugas Rumah Sakit serta kamar yang terisi pasien akan mendapatkannya. Belum lagi sedekah bahan makanan pokok, pengobatan gratis, serta materi yang disumbangkannya kepada ratusan kaum dhuafa di Kota Duri ini. Beliau salurkan dengan diam-diam.

Acap kali orang berkata, Pak Datuk adalah orang yang terlanjur kaya. Namun tidak bagi Beliau. Hidup dan segala bentuk keadaannya merupakan titipan dari Allah swt. Dimana itu semua tak lebih dari sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah swt. Sesuatu yang tak akan dibawa saat ajal kelak. Demikian katanya.

Tentu saja bagi kaum dhuafa, balita-balita dengan bibir sumbing, orang-orang sakit yang tak miliki biaya, serta masyarakat lainnya, Pak Datuk adalah sosok pahlawan. Namun ia sendiri tak peduli. Yang ia tahu hanya bekerja, memberikan pelayanan terbaik kepada sesama hamba Allah swt. Selepas cerita ini, esok pagi, ia tetaplah Pak Datuk yang setia membersihkan sampah dengan tangannya sendiri. Ia tetaplah Pak Datuk yang terisak dalam do'a-do'a panjangnya. Dan, tetaplah ia Pak Datuk, yang bagi banyak orang merupakan Pahlawan atas semua kontribusi nyatanya. Pahlawan.... Ya, Pahlawan yang bekerja dalam diam. )I(

By: Eko Wahyudi
Follow @ewahyudie on Twitter

______
Dikutip dari buku "Pahlawan Dalam Diam"



Aplikasi Android Aplikasi BlackBerry

Kilau Mutiara Dakwah

PKS Nongsa - Dalam hidupku, banyak kutemukan mutiara-mutiara indah yang luar biasa. Ketika semangat melemah, maka aku akan berusaha mengingat kembali mereka. Menghadirkan kebersamaan mereka. Mengingat nasihatnya. Membaca perjuangannya. Meniru kebaikannya. Ya, mereka para pejuang tangguh di jalan dakwah.

Ketika dakwah ini sedang diuji dengan berbagai fitnah, maka tidak bisa dipungkiri, ada yang menjadi goyah. Apakah ini memang jalan yang benar? Maka, beberapa diantaranya memilih mundur, ada yang bertahan tanpa berbuat, ada yang menjadi musuh, dan ada yang tetap setia mengemban amanah dakwah. Itu semua pilihan, dan sudah menjadi sunnatullah bahwa pada akhirnya akan tersaring orang-orang pilihan yang tetap berada di jalan dakwah, dan sebagian lagi berguguran.

Satu hal yang begitu menancap kuat dalam diriku adalah, ada dan tidak adanya kita, maka dakwah akan terus berjalan. Ketika sebagian berguguran, maka akan ada orang-orang yang lebih baik menggantikan kita. Relakah kita digantikan oleh generasi yang lebih baik daripada kita?

Ukhuwah Tak Kenal Batas

Dulu,aku masih ingat saat 'hebat' ketika zaman susah, ketika sudah lulus dari Politeknik Negeri Malang, namun masih menetap di Malang dengan alasan untuk dakwah dan mencari pekerjaan. Saat itu aku nekat mampir ke Surabaya dengan bekal pinjam uang teman, setelah menghadiri walimah guru ngaji. Satu alasan, aku saat ingin menghadiri Milad Partai Keadilan yang mendatangkan Ustadz Rahmat Abdullah (Almarhum).

Karena tidak ada uang sama sekali, kami nekat pergi ke tempat acara dengan jarak puluhan KM dari tempat kos kakak. Kami tidak ingin merepotkan teman-teman, yang sudah sangat sering kami repotkan. Perjalanan panjang pun dimulai. Kami mengambil jalur yang tidak biasa, mengambil gang-gang kecil, agar tidak ada yang mengenal kami. Padahal, jalur ini menjadi sangat jauh.

Kami bernasyid, menghafal surat-surat pendek, agar semuanya menjadi ringan. Sekitar 5 KM kami berjalan, tibalah pada jalan raya utama yang harus kami lewati. Dari belakang, ada suara memanggil, "Ukh.., ukh.." Kami tidak menoleh, karena tidak yakin ada yang mengenal kami. Merasa terus dipanggil, kami berbelok ke arah yang tidak seharusnya. Masuk ke jalan kecil kembali, agar "tidak dikenali". Kami hanya tidak ingin terus menerus membebani akhwat.

Nyatanya, ada seorang ummahat yang berlari menyusul kami, yang sudah melangkah beberapa ratus meter dari jalan utama. "Anti mau pergi ke Milad PK kan ya?" Subhanallah, kami tidak bisa berkutik. Beliau yang tidak kami kenal, menawarkan untuk bergabung dengan mobilnya, menuju tempat tujuan. Akhirnya kami tidak bisa menolak penawaran indah tersebut. Begitu mobil berjalan, Sang Ummahat ini kembali meneriaki teman-teman akhwat yang naik angkot, untuk diajak bergabung dengan mobilnya. Begitu sampai tujuan, beliau menawarkan untuk pulang bersamanya lagi. Terharu hati ini. Bagaimana ukhuwah indah bisa menyatukan hati-hati kami, meskipun belum pernah mengenal sebelumnya. Subhanallah..

Mutiara yang Tetap Sederhana

Alhamdulillah, Allah memperkenankan aku bertemu dengan orang-orang hebat di jalan dakwah ini. Beliau adalah ibu Nursanita Nasution dan Bapak Ahmad Heryawan. Dulu, sekitar 8 tahun silam, aku diminta teman untuk membantu dialog antara tokoh dengan pihak sekolah SMK swasta di Jakarta Timur.

Setahun sebelumnya, aku pernah mengajar di sekolah tersebut, yang notabene muridnya hanya 4 orang. Para pengajarnya berasal dari wilayah pemikiran yang berseberangan dengan dakwah, meski tidak dalam keseluruhan pandangan. Mereka penasaran dengan segala hal tentang dakwah ini. Meskipun sudah beberapa kali sudah pernah kami diskusikan, namun sepertinya mereka ingin sekali mendengar langsung dari petingginya.

Hujan yang sangat deras di sore itu membuatku sangsi, benarkah beliau-beliau ini berkenan hadir di sekolah kecil, tidak terkenal, dengan bangunansederhana. Benar saja, menjelang sore, beliau dengan wajah sumringah penuh semangat tetap hadir dalam undangan tersebut. Hujan pun tidak menjadi penghalang.

Perasaan cemas hilang sudah, berganti dengan kebahagiaan yang tidak terkira. Serasa tidak percaya, beliau yang memiliki aktivitas sangat sibuk, masih sanggup meluangkan waktunya. Begitulah dakwah membentuk kepribadian seseorang, hingga rela berkorban demi Allah SWT. Sebelumnya, aku berkesempatan shalat Ashar berjamaah dengan Bu Nursanita, di mushola kecil di samping sekolah. Begitu acara dimulai, semakin tampaklah kegemilangan beliau, para mutiara di jalan dakwah.

Kematangan pemikiran begitu dominan, dipadu dengan keluwesan dalam menyampaikan. Hal yang sangat mengesankan, sehingga dapat meyakinkan pihak yang berseberangan dengan sangat cantik. Ustadz Ahmad Heryawan yang ketika itu masih menjabat ketua DPW Jakarta, sedangkan Ibu Nursanita yang dari dulu sudah sibuk berjihad di DPR Pusat. Pengetahuan yang bagus, pengalaman yang tidak perlu diragukan, jam terbang dakwah yang tinggi, memang sangat layak untuk menjadi pemimpin.

Dan benar saja, beberapa tahun kemudian, Ustadz Ahmad Heryawan terpilih untuk memimpin Jawa Barat. Banyak prestasi yang diraih. Dengan kesederhanaannya, beliau tetap melakukan aktivitas ibadah iktikaf dan berbaur dengan jamaah lainnya tanpa pengawalan. Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan, rahmat, dan hidayah untuk beliau-beliau yang berjihad di medan politik, dimanapun berada. Tetap istiqamah dengan dakwah, dan diberikan kekuatan menghadapi ujian dakwah. Aamiin.

Mutiara yang Telah Pergi

Aku pernah mendengar, jika kita tidak boleh mengagumi orang yang masih hidup. Sebab, kita belum tahu akhir kehidupan orang tersebut. Jadi, kagumilah orang yang sudah meninggal, dimana sudah jelas akhir kehidupannya. Nah, dua mutiara yang tidak hanya kukagumi, namun juga dikagumi banyak orang adalah almarhum Ustadz Rahmat Abdullah dan Almarhumah Ibu Yoyoh Yusroh. Kiprahnya dalam dakwah sudah tidak perlu diragukan lagi. Beruntung aku pernah bertatap muka dengan kedua Mutiara tersebut. Begitu sederhana, dengan pemikiran yang luar biasa. Nasihat dari Ustadz Rahmat Abdullah yang masih teringat dengan jelas adalah jangan berhenti membaca Al Qur’an, hingga kau menyelesaikkannya 7 lembar. Jika ini sudah kita lakukan, maka kita akan merasakan nikmatnya, dan enggan untuk berhenti. Benar saja, ketika kita sudah “memaksakan” diri kita hingga 7 lembar tilawah, maka akan lebih mudah untuk menyelesaikan hingga 1 juz, bahkan lebih.

Begitu mendengar kabar berpulangnya Ustadz Rahmat Abdullah, banyak kader dan simpatisan yang merasa kehilangan. Bersyukur aku bisa takziyah, ikut shalat jenazah, hingga mengantar ke pemakaman. Hujan deras yang terus menerus mengguyur, mengisyaratkan bahwa langit pun berduka akan kepergian beliau. Ribuan orang berkumpul, mereka menangis, menyerukan Allahu Akbar.

Begitupun dengan kepergian Ustadzah Yoyoh Yusroh, banyak yang merasa kehilangan. Ribuan orang menghadiri pemakaman beliau. Sosok yang begitu aktif berjuang di jalan dakwah, yang bisa menyelaraskan kewajibannya sebagai istri dan ibu dengan sangat cantik. Hal yang selalu menjadi perenunganku hingga saat ini, kelak jika aku mati, akankah banyak orang yang akan mendoakanku, menshalatiku, mengantarkanku hingga peristirahatan terakhir? Ya Rabb, ampuni hamba yang begitu banyak bergelimang dosa. Semoga jalan dakwah yang kita pilih, kita tempuh, bisa mengantarkan kita pada kenikmatan yang tiada akhir, menyatukan kita dalam Surga-Nya. Aamiin.. )I(

By: Hamasah Putri

______
Dikutip dari buku “Pahlawan Dalam Diam”




Aplikasi Android Aplikasi BlackBerry

PKS Berhasil Menambah Kursi di Bali

15 April 2014

PKS Nongsa - Perolehan kursi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Bali dalam Pemilu Legislatif 2014 meningkat tajam.

Jika pada 2009 PKS hanya menempatkan wakil-wakilnya dua orang di DPRD Kota Denpasar dan masing-masing seorang di Jembrana dan Karangasem, kini di Denpasar menjadi tiga orang dan dua orang di Jembrana.

"Peningkatan ini sangat signifikan dan pemilih kami memang meningkat," kata Ketua DPD PKS Kota Denpasar, Hilmun Nabi', seperti yang diberitakan Republika di Denpasar, Selasa (15/4).

Hilmun mengatakan, tiga kursi yang diperoleh di Denpasar berasal dari tiga daerah pemilihan, yakni Denpasar Selatan, Utara dan Barat.

Seluruh kursi diperoleh dari suara sisa. Sementara di Jembrana diperoleh dari Dapil Negara dan Pekutatan-Mendoyo, sedangkan Karangasem dari Dapil Bebandem.

Menurut Hilmun, kursi dari sisa suara yang diperoleh PKS di Denpasar, selisih suaranya sangat tipis dari partai lain.

Di Denpasar Barat sebutnya, selisihnya hanya 22 suara dari caleg Partai Demokrat. "Tapi karena kami memegang form C1 lengkap dengan tanda tangan saksi, maka sudah pastikan kursi itu milik PKS," kata Hilmun.

Mengenai adanya wacana pencoblosan ulang di Denpasar Utara, Hilmun mengatakan apa dasar usulan itu. Semua hasil pencoblosan sudah dilakukan penghitungan manual dan seluruh form C1 ditandatangani saksi-saksi. Kalau memang ada yang salah, semestinya protes atau keberatan disampaikan saat di TPS.

"Mengapa baru protes, setelah ketahuan kalah dan mau pencoblosan ulang. Dasarnya apa. Nanti semua partai atau calegnya nggak lolos, minta hal yang sama, pemilu jadi nggak selesai-selesai," kata Hilmun.

Meningkatnya perolehan kursi PKS di DPRD kabupaten/kota, tidak diikuti dengan perolehan suara PKS di DPRD Bali. Hingga saat ini, bahkan partai Islam hingga kini belum ada yang berhasil menempatkan wakilnya di DPRD Bali.[rol]



Aplikasi Android Aplikasi BlackBerry

Menjaga Suara, Menjaga Indonesia | By @enjang_as

PKS Nongsa - Bagi masyarakat awam politik, pemilu telah selesai ketika kertas suara telah dicoblos hingga hasil quick count telah dirilis di televisi. Tidak demikian bagi yang mengerti dengan proses dan tahapan pemilu. Saat ini suara rakyat Indonesia baru sampai pada tahap penghitungan di tingkat kelurahan dan kecamatan.

Proses pemilu legislatif baru bisa dikatakan selesai apabila komisioner KPU telah mengumumkan hasil resmi perolehan masing-masing partai.

Pemilu yang berbiaya mahal itu masih mungkin mengalami kegagalan dan tidak menghasilkan apa-apa manakala terjadi kericuhan dan kecurangan saat proses penghitungan di tingkat kelurahan, kecamatan hingga pusat.

Kesalahan penghitungan bisa terjadi karena dua faktor. Faktor pertama adalah karena kesengajaan. Ada oknum-oknum panitia pemilihan yang menggadaikan harga dirinya kepada para caleg yang berkeinginan menjadi wakil rakyat walaupun dengan jalan yang salah. Faktor kedua, kesalahan bisa saja terjadi karena faktor ketidak sengajaan. Siang malam menghitung dan merekap kertas suara tentu saja membuat panitia pemilihan kelelahan. Ketika hal itu terjadi maka sangat dimungkinkan terjadi kesalahan.

Idealnya setiap partai peserta pemilu menghadirkan saksi-saksi yang teruji kredibilitas dan responsibilitasnya dalam mengawal proses penghitungan. Menurut fungsionaris partai Golkar, Indra J Piliang, hingga saat ini, baru PKS yang melakukan hal itu. Partai-partai lain terlihat abai akan hal ini. Bahkan dalam proses pemilu, ada partai-partai yang terkesan membiarkan kecurangan itu terjadi. Kecurangan itu berupa salah menjumlahkan hingga penghilangan suara partai lain.

Semoga di kemudian hari, masyarakat Indonesia semakin paham proses demokrasi yang sesungguhnya. Sehingga dapat membedakan mana partai yang bekerja sungguh-sungguh dan mana partai yang bekerja setengah hati.

By: @enjang_as

_____
http://pks-pondokgede.org/2014/04/15/menjaga-suara-menjaga-indonesia/



Aplikasi Android Aplikasi BlackBerry

Saksi PKS Meninggal Saat Kawal Suara di Kelurahan

PKS Nongsa - Innalilllahi wa inna ilaihi rojiun, telah berpulang ke rahmatullah pejuang penjaga suara PKS, Akh Yusuf (43), Ketua DPRa Ciauruten Udik - Cibungbulang, Bogor yg wafat karena kelelahan saat menjadi saksi di PPS Kelurahan.

Semoga Allah merahmatinya, menerima amalnya dan yg ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran, mari kita sampaikan doa yg terbaik buat saudara kita tersebut. Alamat Rumah Duka : Wangun Jaya, Ciauruten Udik.[pksmarpoyan]



Aplikasi Android Aplikasi BlackBerry

Cerita Bang Antho

Kiprah Kami

Seputar Politik

 

© Copyright PKS NONGSA 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by PKS NONGSA.