News Update :

Entri Populer

Seputar PKS

Taujih

Syariah Islam Akan Tegak di Inggris

30 Maret 2009

Seorang Ulama yang bernama Anjem Choudary dalam sebuah ceramahnya yang berapi-api di scotland yard - telah menyerukan serta meminta Inggris supaya menjadi negara yang berlandaskan Syariah Islam.

Dengan suara yang meninggi penuh semangat, ia berkata kepada pengikutnya di pusat kota London pada Jumat malam yang lalu; "Saya akan mengatakan sesuatu - Syariah Islam yang akan dilaksanakan di Pakistan, dan juga akan dilaksanakan di India dan Bangladesh dan bahkan akan dilaksanakan juga di jalanan Downing Street Inggris."

Dia juga membagi-bagikan sebuah platform kepada empat orang anggota senior dari islam4uk, sebuah organisasi baru yang berisi orang-orang yang loyal dan percaya kepada seorang ulama bernama Abu Hamzah yang saat ini telah ditahan.
Umat Islam diseluruh dunia akan bangkit dan pada akhirnya akan menaklukkan gedung putih, kata Choudary, sambil membandingkan perjuangan umat Islam ratusan tahun yang lalu, yang terus menerus menyentuh debu peperangan dari mata mereka sewaktu mereka menaklukkan bangsa-bangsa.

Dalam ceramahnya tersebut, dia membandingkan dirinya dengan nabi Nuh yang membuat kapal diatas gunung.

"Orang-orang berkata,'Lihat ada orang yang membuat kapal di atas gunung'," katanya. "Sekarang mereka berkata 'Lihat ada orang gila yang menyerukan Syariah Islam di Inggris'...mereka mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan umat Nabi Nuh dulu.

Seperti yang dialami umat pada masa lalu, kaum Muslimin akan diuji dan mereka harus meyakini kebenaran dari keimanan mereka.

"Pertanyaannya adalah, apakah anda akan mengikuti langkah-langkah perjuangan dalam menegakkan syariah Islam?" Ia bertanya kepada audiens yang terdiri dari sekitar 100 orang anak muda Islam yang hadir di tempat tersebut.

Pada masa lalu pasukan tentara Islam sangat kuat berjumlah 60 juta, membentang dari timur ke barat serta dari barat ke timur, dan hari-hari itu akan segera tiba lagi,katanya menambahkan, meskipun belum ada satupun negara di dunia yang benar-benar diperintah oleh Syariah Islam.

eramuslim.com


PKS: Politisi Busuk Dilarang Masuk DPR!

INILAH.COM, Jakarta - Maraknya praktik korupsi yang dilakukan para politisi anggota DPR menjadi keprihatinan PKS. Masyarakat diingatkan untuk hati-hati memilih caleg dan tidak membiarkan politisi busuk duduk di DPR.

"Jangan sampai politisi busuk dan koruptor menduduki lagi DPR, kita tidak rela," kata Presiden PKS Tifatul Sembiring saat berorasi dalam kampanye akbar PKS di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (30/3).
Tifatul menjelaskan, partai politik merupakan lembaga pengkaderan bagi para anggotanya. Bila sampah yang masuk maka keluar pun sampah. Dan sebaliknya, bila yang masuk emas maka keluar pun menjadi emas.

"Maka itu, sebelum memilih jangan lupa untuk memperhatikan partainya, lihat track recordnya. Ada orang bernama nabi malah ditanggkap KPK karena korupsi. Kita jangan sampai seperti itu," cetus Tifatul.

Dalam kesempatan itu, Tifatul kembali menegaskan, pertemuan di Hotel Four Season yang dihadiri anggota FPKS Rama Pratama telah dijelaskan KPK tidak ada hubungannya dengan penangkapan anggota DPR asal PAN Abdul Hadi Djamal.

"Saya mengajak seluruh rakyat untuk merubah nasib. Kita jangan sampai golput, bila banyak yang golput maka yang akan menduduki DPR adalah orang orang-orang yang mentalnya lemah. Kita ingin mengatakan kepada semua pihak kalau kita bermain fair play, kami tidak membeda-bedakan agama, ras dan suku," imbuhnya.


Tifatul: Pemilu Ditunda, Saya Tak Setuju!

INILAH.COM, Jakarta - Dengan banyaknya anggapan bahwa DPT penuh dengan manipulasi yang akan mempengaruhi kredibelitas pemilu 2009, Preseden PKS justru tidak ingin Pemilu ditunda.

"Saya tidak setuju bila pemilu ditunda. Memang ada beberapa kasus seperti DPT, dan hal-hal lainnya jadi di lokalisir saja," kata Presiden PKS, Tifatul Sembiring kepada wartawan setelah acara kampanye di depan ruang VIP GBK, Senayan, Jakarta, Senin (30/3).
Tifatul menjelaskan, bila pemilu 2009 diundur, yang pertama adalah risiko keamanan, yang kedua biaya akan bertambah besar, ketiga penjagaan dan hilangnya kotak suara.

"Jadi, pemilu harus berjalan sesuai rencana. Walau di NTT ada masalah tetap tidak bisa. Nanti kalau NTT dikabulkan yang lain juga akan meminta. Menurut saya disesuaikan dengan jadwal saja," ungkapnya.

Menurut Tifatul, PKS sudah ribut tentang DPT ini 8 bulan yang lalu, tapi DPS bukan DPT lagi. DPP sudah menginstruksikan kepada daerah untuk mengecek daftar pemilih dikelurahan.

"Saya katakan lagi, saya tidak setuju bila pemilu 2009 ditunda," imbuhnya.


PKS Memilih PD, PKB dan PPP

INILAH.COM, Jakarta - Pilihan PKS mengenai dengan siapa akan berkoalisi sepertinya bakal jelas. Para kader dan simpatisan PKS menyetujui koalisi dengan PD, PKB dan PPP bukan dengan Golkar atau PDIP.

"Kita sudah tanyakan ke kader dan simpatisan, siapakah yang akan kita ajak koalisi? Jawabannya dengan PKB, Demokrat dan PPP," kata Presiden PKS, Tifatul Sembiring kepada wartawan setelah acara kampanye selesai di GBK, Senayan, Jakarta, Senin (30/3).
Tifatul menjelaskan, sedangkan dengan PDIP dan Golkar, simpatisan dan kader menolak. Selanjutnya, ketika ditanyakan mengenai capres yang diinginkan dijawab SBY.

"Alasan mereka bermacam-macam, misalkan dengan keberhasilan swasembada pangan, pemberantasan korupsi dan berbagai macamlah," ungkapnya.

Masih menurut Tifatul, tetapi belum ada keputusan PKS akan koalisi dengan siapa. Semua ini tergantung dengan Majelis Syuro.

"Tentunya suara kader dan simpatisan akan kami pertimbangkan," tutupnya.


Gelora Bung Karno 'Dikuasai' PKS

INILAH.COM, Jakarta - Kampanye akbar PKS memang baru akan dimulai pada siang hari. Namun pagi ini Stadion Gelora Bung Karno sudah dipadati ribuan kader dan simpatisan partai dakwah ini. Meski menimbulkan kemacetan lalu lintas, massa pendukung PKS dengan tertib memasuki dan memenuhi GBK.

Mereka berdatangan dari 5 wilayah ibukota dengan menggunakan bus, mobil pribadi dan sepeda motor, maupun menyewa angkutan umum yang lengkap dengan atribut PKS. Tiga perempat stadion sudah memutih pada pukul 10.30 WIB, Senin (30/3). Sementara massa masih terus mengalir.
Menurut Humas PKS Jakarta Dedi Supriadi, untuk menghindari terjadinya penumpukan massa, panitia acara telah membagi arah masuk massa menjadi 5 zona.

"Massa PKS dari wilayah Jakarta Pusat masuk melalui TVRI-JHCC, massa Jakarta Utara melalui Hotel Century Al Bina, massa Jakarta Selatan melalui Komdak Hotel Century, massa Jakarta Timur melalui Parkir Timur, massa dari Jakarta Barat melalui Hall Basket. Sedangkan para tamu dan undangan melalui Hall Tennis," urai Dedi.

Di setiap pintu masuk massa, sambung dia, panitia telah menyiapkan masing-masing 5 petugas kepanduan PKS yang bertugas mengatur lalu lintas massa dan kendaraan agar berjalan lancar. Untuk menghindari terjadinya kemacematan lalu lintas, sejak pagi dini hari, massa sudah berkumpul di beberapa titik keberangkatan.

"Sejumlah jurkamnas yang akan tampil memberikan orasi antara lain Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Ketua Majelis Syuro PKS KH Hilmi Aminudin, caleg PKS Adang Daradjatun, dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan," sebut Dedi.

Sedangkan sejumlah artis ibukota yang akan menyemarakkan kampanye PKS seperti Grup Band Cokelat, Tri Utami, Gigi, Tike Priatna. Saat ini massa PKS sedang dihibur oleh Tim Nasyid Izzatul Islam dan Shoutul Harokah.


Target 20% Bisa Kita Capai

27 Maret 2009

Batam,- Kader-kader PKS selalu siap dan bersungguh-sungguh untuk memenangkan partai dakwah ini pada pemilu 2009 yang akan datang. Hal ini dikatakan oleh Ketua DPP PKS bidang Ekuintek, Shohibul Iman pada saat menjadi juru kampanye PKS putaran pertama di halaman parkir stadion Temenggung Abdul Jamal, Batam, Kamis(26/3).

“Saya dan segenap jajaran di DPP selalu yakin target 20% suara bisa dicapai, Insya Allah,”katanya.
Dia mengatakan, Oleh karena itu kita harus mempertahankan stamina semangat ini untuk terus berjuang bersama PKS guna menegakkan nilai-nilai keadilan di bumi Indonesia tercinta ini.

“Saya sangat gembira karena meskipun panas, kader PKS tetap setia berkumpul disini,”kata pria yang juga merupakan calon presiden PKS.

Kader-kader PKS baik di dalam maupun di luar negeri sama, yakni selalu bersemangat untuk memenangkan pemilu legislatif maupun pemilu presiden pada 2009 ini.

Untuk menjadi sebuah bangsa yang maju, kata Iman harus memiliki dua hal. Pertama,harus tegaknya moralitas para penyelenggara negara baik legislatif, eksekutif maupun yudikatif.

Kedua, sebagai rakyat kita harus berusaha mengembangkan sebuah budaya untuk menjadi bangsa yang maju.

“Budaya maju itu adalah, etos kerja, disiplin, menghargai waktu, tertib dalam kehidupan sosial, dan menciptakan kestiakawanan sosial di kalangan kita,”katanya.

Caleg-caleg PKS dan calon-calon pemimpin bangsa ini telah dibai’at., jika terpilih harus menegakkan moralitas dalam kehidupan bernegara, demikian Iman.(D2)



Ketua F-PKS DPR : PKS Betul-Betul Indonesia

26 Maret 2009

Batam, - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera(F-PKS) DPR RI, Mahfudz Sidik mengatakan bahwa PKS betul-betul Indonesia. Hal ini dikatakannya pada saat kampanye putaran pertama PKS yang berlangsung di halaman parkir stadion Temenggung Abdul Jamal, Batam, Kamis(26/3).

“PKS adalah partai orang muda dan tidak kekurangan calon presiden. PKS betul-betul Indonesia,”katanya.
Dia mengatakan, capres-capres PKS ada orang Jawa(Hidayat Nurwahid), orang Sulawesi(Anis Matta), orang Sumatera(Tifatul Sembiring), orang sunda(Shohibul Imam), bahkan keturunan arab juga ada(Salim Segaf Al-Jufri).

“Oleh karena itu pemilu 2009 ini kita harus pastikan untuk meraih 20% suara,”katanya yang disambut dengan pekikan takbir(Allahu Akbar) dari massa kampanye.

Mahfudz mengatakan, saat ini banyak orang yang meragukan PKS dan banyak orang yang tidak yakin dengan tokoh dan kepemimpinan PKS. Partai-partai lain punya tokoh-tokoh besar.

“Ada yang besar karena bapaknya orang besar, ada yang besar karena garis keturunannya besar, ada yang besar karena badannya memang besar,”kata pria yang juga tercatat sebagai Ketua Tim Pemenangan Pemilu Nasional(TPPN) ini.

Dia mengatakan orang-orang yang mampu melaksanakan perubahan dan orang-orang yang muncul untuk menjawab tantangan kebanyakan datang dari orang-orang yang sebelumnya tidak terkenal.

“Barrack Obama, sebelumnya tidak dikenal. Tapi, tiba-tiba secara mengejutkan dia berhasil memimpin Amerika,”kata dia.

Dia mengakui PKS memang tidak punya tokoh-tokoh besar, karena PKS tidak mengandalkan nama besar orang tua ataupun garis keturunan yang besar. Tetapi, PKS telah membuktikan, sejak belasan tahun yang lalu Indonesia yang merupakan negara agraris terus menerus harus impor beras, jagung, gula dan tidak mampu swasembada pangan.

“Ketika Menteri Pertanian dipercayakan kepada kader PKS yang hanya dikenal sebagai seorang dosen, tidak pernah muncul di panggung-panggung media massa, dan bukan keturunan orang besar, dalam 3 tahun mampu mengembalikan Indonesia berswasembada pangan,”kata Mahfudz yang lagi-lagi disambut dengan teriakan takbir.

Dia mengatakan, mudah-mudahan dengan banyaknya orang-orang muda yang mendominasi PKS, khususnya untuk Batam akan dipimpin oleh kader PKS yang muda.

“Dengan dipimpin oleh kader PKS yang muda, Batam akan lebih maju dan Insya Allah 2010 masyarakat Indonesia bisa sejahtera,”katanya.

Kampanye PKS putaran pertama ini juga menghadirkan jurkam-jurkam lokal dan nasional, diantaranya Ricky Indrakari(Ketua DPD PKS Batam), Wildan Hadi Purnama(Ketua DPW PKS Kepri), Abdul Rahman, Lc(Ketua MPW PKS Kepri), Ria Saptarika(Wakil Walikota Batam), Herlini Amran(Caleg PKS untuk DPR RI) dan Shohibul Imam(Capres PKS dari DPP PKS). Mayoritas para jurkam tersebut menyuarakan masalah korupsi di lembaga legislatif. (D2)



Mahfudz Sidik : Biaya Kampanye Caleg PKS Paling Murah

Batam, - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera(F-PKS) DPR RI, Mahfudz Sidik mengatakan biaya kampanye calon anggota legislatif(caleg) dari PKS adalah yang termurah. Hal ini berbeda dengan para caleg dari partai lain.

“Ada calon anggota DPR saat ini telah habis 5 Miliar Rupiah,”kata Mahfudz Sidik di hadapan ribuan kader dan simpatisan PKS pada saat menjadi juru kampanye(Jurkam) PKS putaran pertama yang berlangsung di halaman parkir stadion Temenggung Abdul Jamal, Batam, Kamis(26/3).
Dia mengatakan gaji anggota DPR untuk periode lima tahun lebih kurang 2 Miliar Rupiah. Jika ada calon anggota DPR yang telah menghabiskan dana sebesar 5 Miliar Rupiah, berarti akan defisit.

“ Jika telah mengeluarkan 5 Miliar Rupiah, sementara gaji hanya 2 Miliar Rupiah, ini akan berpotensi korupsi karena harus pulang modal,”katanya.

Dia menambahkan, untuk biaya kampanye caleg-caleg PKS mereka tanggung bersama-sama. Silahkan ditanya kepada para caleg PKS berapa biaya yang telah mereka keluarkan untuk kampanye.

“Para caleg PKS berjuang bersama dan mendanai kampanye juga bersama-sama. Hal ini akan membuat potensi caleg PKS untuk korupsi menjadi kecil, bahkan tidak ada sama sekali,”kata dia.

Menurut masyarakat banyak kata Mahfudz, DPR adalah lembaga yang paling korup. Hal ini wajar saja terjadi karena, seseorang ketika mencalonkan diri menjadi anggota DPR mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

“Akankah kita terus membiarkan DPR tetap korup,”tanyanya. Bagai paduan suara, massa kampanye PKS serentak menjawab tidak.

Mahfudz mengatakan, menurut harian Kompas edisi Mei 2008 dari 10 fraksi yang ada di DPR yang paling besar mengembalikan dana gratifikasi adalah PKS. Nomor dua terbesar adalah dari fraksi sebuah partai besar yang mengembalikan sebesar 15 juta Rupiah.

“Kedua terbesar adalah dari fraksi partai besar yang tidak perlu saya sebutkan namanya,”katanya.

Mahfudz juga mengatakan saat ini PKS dan Partai Demokrat mengadakan kerjasama untuk mengamankan suara di pemilu 2009 nanti.

“Dua hari yang lalu Ketua Majelis Syuro PKS, KH Hilmi Aminudin bertemu SBY. Mereka berdua sepakat menjadikan pemilu 2009 ini pemilu yang bebas dari kecurangan,”katanya.

Dia mengatakan, para saksi dari PKS dan Partai Demokrat akan bekerjasama untuk mengamankan perolehan suara PKS dan perolehan suara Partai Demokrat.

“Ini merupakan kerjasama antar partai yang baru dirintis tahun 2009 ini,”kata Mahfudz.

Dikatakannya, ada yang bertanya apakah dengan kerjasama ini berarti PKS dan Partai Demokrat akan berkoalisi, jawabannya adalah maybe yes, maybe no.

“Kalau PKS bisa mendapatkan 20% suara, maka PKS akan mengajukan calon presidennya sendiri,”katanya.

Kampanye PKS putaran pertama ini juga menghadirkan jurkam-jurkam lokal dan nasional, diantaranya Ricky Indrakari(Ketua DPD PKS Batam), Wildan Hadi Purnama(Ketua DPW PKS Kepri), Abdul Rahman, Lc(Ketua MPW PKS Kepri), Ria Saptarika(Wakil Walikota Batam), Herlini Amran(Caleg PKS untuk DPR RI) dan Shohibul Imam(Capres PKS dari DPP PKS). Mayoritas para jurkam tersebut menyuarakan masalah korupsi di lembaga legislatif. (D2)



PKS: SBY Ingin Koalisi Berlanjut

25 Maret 2009

INILAH.COM, Jakarta - Presiden SBY sepertinya masih berharap kepada PKS sebagai salah satu partai yang akan diajak berkoalisi dalam Pilpres 2009 seperti yang disampaikan kepada Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminuddin. Namun PKS belum menentukan sikap.

"PKS nggak mau obral. Kita terbuka dengan SBY dan semuanya," kata Hilmi dalam perbincangan dengan INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (25/3).

SBY, lanjut Hilmi, berharap pemerintah sekarang bisa berlangsung dengan baik sampai akhir masa jabatan. Namun, Hilmi menegaskan, partainya tidak ingin terburu-buru untuk menentukan koalisi meski survei internal menunjukkan mayoritas kader menginginkan PKS mendukung SBY kembali. "Majelis Syuro PKS belum tentu akan mengabulkannya," ujar Hilmi.
Keputusan dukung-mendukung (koalisi), dijelaskan Hilmi, akan ditentukan majelis syuro PKS sebagai dewan tertinggi setelah hasil pemilu legislatif keluar. Saat ini, PKS menilai peta koalisi masih 'buta'. Dinamika politik yang dinamis memang membuat partai harus menjalin komunikasi dengan seluruh kekuatan yang ada.

"Keberlangsungan koalisi saat ini terpenuhi, tetapi belum tentu memenuhi yang akan datang," imbuhnya.


Tiga Tokoh PKS 'Serbu' Batam

Jatah kampanye terbuka yang jatuh pada Kamis (26/3) dan Ahad (5/4) bakal tidak disia-siakan oleh PKS Batam. Rencananya rapat umum pedana partai bernomor delapan ini akan digelar di lapangan parkir Temenggung Abdul Jamal, Mukakuning.

Untuk kampanye kedua ditempatkan di Lapangan Mega Legenda, Batam Centre. PKS akan menampilkan Presiden PKS, Tifatul Sembiring, Hidayat Nur Wahid dan Mahfudz Siddiq, Ketua Fraksi PKS DPR RI yang juga Ketua Tim Operasi Tim Pemenangan Pemilu Nasional (TPPN).

Selain tiga tokoh PKS di atas, Caleg DPR RI asal Kepri, Herlini Amran, MA dan Said Iqbal, ME juga akan membakar semangat massa. Tak ketinggalan, Ketua Majlis Pertimbangan Wilayah, Abdul Rahman, Lc, Ketua DPW PKS Kepri, Wildan Hadi Purnama dan Ketua DPD PKS Batam, Riky Indrakari ikut andil memanaskan mesin politik PKS dengan orasi-orasinya.
Prijanto, Koordinator kampanye PKS saat ditemui di Sekretariat PKS mengatakan, kampanye terbuka perdana PKS akan digelar di lapangan Parkir Temunggung Abdul Jamal. Kampanye sendiri akan dimulai pukul 08.00 sampai 12.00. Ditargetkan, pada kampanye besok massa PKS bakal memutihkan Batam. Prijanto menerangkan, PKS akan menurunkan sekitar 20 ribu massa.

“Kami menargetkan 20 ribuan massa. Angka fantastis itu muncul karena selama ini banyak masyarakat yang bertanya-tanya kapan kampanye PKS dilaksanakan. Apalagi pada kampanye nanti akan memboyong tokoh-tokoh PKS”, terangnya.

Prijanto menambahkan, semua langkah yang kami lakukan tentu sudah dihitung matang. Untuk mengukur kesiapan panitia, sebelumnya, Ahad (22/3) PKS telah mengadakan apel siaga yang diikuti oleh sedikitnya dua ribu kader PKS.

Di sela-sela acara kampanye, akan dilakukan pelepasan delapan Burung Merpati. Menurut Prijanto, filosofinya bahwa PKS siap untuk berbaur bersama masyarakat untuk mengaplikasikan rahmatan lilalamin. Juga sebagai simbol untuk siap melaksanakan kampanye dan pemilu yang damai.

Sesuai rencana yang sudah dikoordinasikan dengan berbagai pihak yang terkait, kampanye perdana PKS nanti bakal ada 10 titik keberangkatan menuju lokasi. Untuk menghibur dan menyemangati massa, grup Nasyid papan atas, Izzatul Islam, Shoutul Harokah, GIGI. Juga bakal dihadirkan kesenian tradisonal khas bumi melayu dari Belakang Padang.

Prijanto memohon kepada masyarakat agar tidak menyertakan anak di bawah umur dan tetap menaati peraturan lalu lintas. Kepada kaum wanita dimohon menggunakan jilbab berwarna putih. “Karena kita akan memutihkan Batam,” katanya.

Ibnu Syakir, ibnusy@gmail.com


PKS Korup Hukumannya Apa? Gantung!

24 Maret 2009

INILAH.COM, Kendari – PKS berjanji akan memecat kadernya yang terpilih sebagai anggota DPR apabila memang terindikasi korupsi. Bahkan, massa PKS menyebut hukuman yang pantas bagi kader PKS yang seperti itu adalah digantung.

Hal itu terjadi saat Sekjen DPP PKS Anis Matta berkampanye di lapangan Benua-Benua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (24/3). Salah satu sumber korupsi terbesar, kata Anis, terjadi di lembaga legislatif.
Anis mengatakan, caleg PKS yang menjadi peserta Pemilu 2009 telah menandatangani kontrak politik untuk bersikap antikorupsi. Sehingga jika nanti ada caleg terpilih pada pemilu diketahui terlibat atau terindikasi korupsi, maka PKS tidak segan untuk memberikan sanksi pemecatan dari PKS.

"Kalau ada anggota PKS yang terlibat korupsi, apa hukumannya?” tanya Anis kepada massa. Massa secara serentak menjawab,"Gantung saja".

Dalam kesempatan itu, Anis juga memperkenalkan para caleg DPR asal Sultra, yang diberi kesempatan untuk menyampaikan komitmennya terhadap antikorupsi. Bahkan, sejumlah caleg tersebut menyatakan, akan siap mundur atau siap digantung jika nanti terlibat korupsi.


PKS: Korupsi Terbesar Ada di DPR


INILAH.COM, Kendari - Sekjen DPP PKS Anis Matta mengatakan, salah satu faktor yang menyebabkan Indonesia menjadi negara miskin karena adanya perilaku koruptor. Salah satu sumber korupsi terbesar, menurutnya berasal dari lembaga legislatif.

Hal itu diungkapkan Anis saat menyampaikan orasi pada kampanye PKS di lapangan Benua-Benua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (24/3). Salah satu sumber korupsi terbesar, kata Anis, terjadi di lembaga legislatif.
"Negara kita menjadi miskin karena anggota DPR yang menyusun anggaran terlibat korupsi. Oleh karena itu, kalau negara ini tidak ingin dibiarkan hancur, maka jangan pilih partai politik atau caleg yang koruptor," ujarnya.

Menurut Anis, kalau Indonesia ingin terbebas dari praktik korupsi, ia mengibaratkan sama dengan membersihkan sungai dari hulunya. Sehingga korupsi di negara ini juga harus dibersihkan dari lembaga dewan yang menjadi penentu dan menetapkan anggaran negara.

"Kita bersyukur PKS merupakan partai yang peduli dengan rakyat dan tidak pernah terlibat dalam kasus korupsi. PKS bertekad tidak ingin menyumbangkan koruptor kepada Komisi Pembatasan Korupsi," ujarnya seraya berkata, PKS memiliki makna ‘Pasti Koruptor Sebel’.


PKS: Gedung di Simatupang Markas Dakwah

INILAH.COM, Jakarta - PKS mengakui jika mereka memiliki gedung di kawasan jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Namun gedung itu bukan berasal dari pengusaha Chairul Tanjung (CT) sebagai kompensasi mendukung duet SBY-CT di Pilpres 2009.

"Tidak ada kaitannya. PKS punya capres dan cawapres sendiri. Tidak ada kompensasi seperti itu. Mahal benar kompensasi," ujar anggota Tim Pemenangan Pemilu Nasional PKS Mahfudz Shiddiq kepada INILAH.COM di Jakarta, Senin (23/3).
PKS tetap berada di jalan Mampang Prapatan Raya No. 98 D, E, F Jakarta Selatan. Sedangkan yang berada di Jalan TB Simatupang adalah gedung Markas Dakwah. Jadi, itu bukan gedung DPP PKS.

"Bahkan Gedung PKS yang di Mampang telah kita perpanjang kontraknya. Per tahunnya Rp 80 juta. Tergantung kita mau perpanjang sampai kapan," jelas Ketua DPP PKS ini.

Terkait koalisi, diakui Mahfudz, tidak menutup kemungkinan PKS akan bersama kembali dengan PD dalam pemerintahan mendatang. Namun sebelum itu dilakukan, koalisi harus didasarkan kontrak politik yang jelas mengenai kebijakan pokok yang akan ditentukan. Hal tersebut perlu pembicaraan teknis.

"Rencananya pertemuan dengan PD pekan kemarin. Namun karena masing-masing sibuk kampanye, maka tidak sempat bertemu. Tapi akan ada pembicaraan lanjutan dalam waktu dekat ini. Mengenai kapannya nanti kalau ada informasi saya beri tahu," bebernya.

Sebuah SMS yang diterima INILAH.COM mengungkapkan, SBY akan berduet dengan Chairul Tanjung untuk pilpres 2009-2014. Posisi cawapres Chairul Tanjung akan didukung PKS dengan kompensasi pemberian Kantor PKS di daerah TB Simatupang senilai Rp 80 Miliar.

Jika benar terjadi itu merupakan transaksi politik yang luar biasa. Dan PKS akan menjadi partai dengan lompatan spektakuler karena dalam waktu singkat bisa punya kantor termegah di antara semua parpol yang sudah ada di Indonesia.



Beredar SMS PKS Usung SBY-CT

INILAH.COM, Jakarta - Sebuah SMS mengejutkan tentang duet SBY dan Chairul Tanjung (CT) beredar dikalangan wartawan dan beberapa pejabat. Yang mengejutkan, dalam SMS itu CT didukung oleh PKS dengan kompensasi senilai Rp 80 miliar.

Dalam SMS yang diterima INILAH.COM itu disebutkan PKS akan mendapatkan sebuah kantor di kawasan Jl TB Simatupang senilai Rp 80 milyar bila sepakat untuk mendukung CT menjadi cawapres SBY. Menurut Ketua Mayarakat Profesional Madani Ismet Hasan Putro yang mengaku menerima SMS serupa, sangat disayangkan bila memang sudah ada deal seperti itu yang dilakukan PKS.
"Saya menyayangkan kalau PKS mau mencalonkan orang-orang yang tidak jelas, yang tidak mengabdi kepada PKS dan tidak punya jejak rekam politik. Kalau begitu PKS hanya mengedepankan transaksional saja," ujarnya kepada INILAH.COM di Jakarta, Senin (23/3).

Menurutnya, bila SBY ingin berpasangan dengan siapapun itu merupakan haknya. Namun, hekdaknya tidak mengesampingkan moralitas dalam politik dengan mencari figur yang semata-mata untuk hal-hal yang sifatnya transaksional.

"Carilah figur untuk kepintngan bangsa, jangan mencalonkan figur yang hanya punya uang saja tanpa mampu berpolitik," pungkasnya.


Elite PAN Turunkan Spanduk PKS

INILAH.COM, Depok - Elite PKS menyesalkan sikap caleg DPR dari PAN, Didik J Rachbini, yang telah menurunkan spanduk PKS di Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat. Didik dinilai tidak berhak menurunkan spanduk parpol lain.

"Saya menyesalkan sikap caleg dari PAN tersebut," kata Ketua DPD PKS Kota Depok, Mujtahid Rahman Yadi, di Depok, Senin (23/3).

Mujtahid mengatakan yang berhak menurunkan spanduk adalah KPU Kota Depok dengan rekomendasi dari Panwaslu Kota Depok. Dan yang menurutnkan seharusnya adalah Satpol PP dan aparat kepolisian.
Mujtahid mengatakan tidak mungkin kader PKS melakukan perusakan terhadap baliho Didik di Cimanggis. "Saya jamin kader saya tidak melakukan itu," katanya.

Ia mempertanyakan siapa saksi yang melihat perusakan baliho Didik oleh kader PKS. "Tidak ada saksi yang melihat perusakan," ujarnya.

Sikap Didik yang menurunkan spanduk PKS dipicu oleh adanya baliho miliknya yang dihalangi oleh spanduk dan atribut PKS. Dia mengatakan, banyak spanduknya dirusak dan dipotong tapi tidak satu pun pelakunya ditangkap oleh pihak polisi dan panwaslu.

Dia pun mendesak pihak kepolisian dan panwaslu untuk menindak pelaku penutupan pangkalan ojek di Jalan Raya Radar Auri dan Cimanggis yang diduga dilakukan oleh oknum kader PKS. Dan Didik telah melaporkan hal tersebut ke Panwaslu Kota Depok pada Sabtu 21 Maret lalu.

Menanggapi laporan Didik tersebut, Panwaslu akan memanggil pihak terkait yaitu PKS, untuk memberikan keterangan tentang hal tersebut.

"Kami akan surati PKS untuk memberi keterangan," imbuhnya.


Gerindra Hendak Nyontek PKS

INILAH.COM, Makassar - Cara yang sering ditunjukkan PKS saat melakukan unjuk rasa, kampanye, dan aksi-aksi lainnya banyak menarik simpatik orang-orang yang melihatnya. Cara ini juga cukup mengilhami Bappilu DPD Partai Gerindra Sulawesi Selatan, Zainal Abidin.

Menurut Zainal, aksi-aksi PKS selama ini dianggapnya bagus dan bisa dijadikan contoh untuk melakukan hal yang sama. Karena itu pula, ia akan datang melihat-lihat kampanye PKS yang akan digelar Selasa 24 Maret besok, di lapangan Karebosi.
"Suka atau tidak suka, selama ini aksi PKS itu selalu membuat simpatik, begitu juga kampanyenya. Kita juga ingin mencontoh yang baik-baik, saya kira itu tidak ada salahnya," kata Zainal Abidin kepada INILAH.COM, saat ditemui di sekertariat DPD partai Gerindra Sulsel, Senin (23/3).

Meski demikian, Zainal menjelaskan, Partai Gerindra yang merupakan partai baru ingin menarik simpatik sebanyak-banyaknya dengan caranya sendiri.

"Kita juga ingin berusaha tampil simpati. Jadi kalau ada yang bisa kita petik dari kampanye PKS, kenapa tidak. Tapi Gerindra akan tetap muncul dengan caranya sendiri," tegasnya.

Sementara, PKS akan melakukan kampanye nasional Senin (24/3) di lapangan karebosi dengan menghadirkan jurkam Tifatul Sembiring, Hidayat Nurwahid, Anis Matta, dan Tamsil Linrung. Turut pula hadir artis Gigi, Ipang BIP.


Panwaslu Sambut Tenda Anak PKS, Asal…

23 Maret 2009

INILAH.COM, Jakarta - PKS berencana akan membuat tenda khusu bagi anak-anak pada kampanye yang akan digelar di Makassar, Selasa (24/3). Hal ini mendapat tanggapan positif Panwaslu, walaupun tidak secara sepenuhnya menyebut upaya ini dapat dibenarkan.

Dalam perbincangan dengan INILAH.COM di Jakarta, Senin (23/3), Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah menyebut, saat ini parpol mulai sadar untuk tidak meminimalisi keterlibatan anak dalam kampanye. "Salah satunya ya membuat tenda khusus itu," ujarnya.
Walaupun begitu, Ramdan, tidak secara tegas mengatakan apakah upaya itu dapat dibenarkan oleh UU No 10/2008. Sebab, pelanggaran keterlibatan anak dalam kampanye saat ini masih masuk ke dalam wilayah yang abu-abu.

"Sebenarnya yang dimaksud pelanggran anak di sini itu sampai ekploitasi anak atau hanya yang pasif, seperti datang ke tempat kampanye?" ucap Ramdansyah dengan nada tanya.

Ia kemudian mencontohkan yang dimaksud eksploitasi. Ia mengumpamakan jika ada parpol yang menjadikan Ponari yang dikenal bisa menyembuhkan segala macam penyakit melalui batu petirnya menjadi juru kampanye.

"Kemudian Ponari memberikan pengobatan gratis dalam kampanye. Itu baru eksploitasi. Jadi itu yang sudah jelas melanggar," jelasnya.

Ia tidak berani memastikan, apakah keterlibatkan pasif, seperti hadir dan mengikuti acara kampanye juga termasuk eksploitasi. Karena itu, pihaknya mengaku masih bekerjasama dengan Komnas Perlindungan Anak untuk membahasnya.

"Kita memang hanya mengimbau sebaiknya di rumah saja. Selama unsurnya tidak terpenuhi. Kecuali dieksploitasi kita sulit untuk mengungkapnya," pungkasnya.


Tifatul: Masak Anak Ikut Kampanye Dilarang?

INILAH.COM, Bandarlampung – Presiden PKS Tifatul Sembiring mengakui pada kampanye Pemilu 2009 memang masih banyak anak-anak yang ikut di dalamnya. Namun, menurutnya hal itu wajar terjadi.

Menurut Tifatul, adanya anak-anak dalam pemilu kali ini sudah jauh berbeda dibandingkan Pemilu 2004. "Sekarang anak-anak ikut orang tuanya. Apa harus dilarang orang tua menghadiri kampanye membawa anaknya?" ujar dia, saat berada di Bandarlampung untuk berkampanye, Minggu (22/3).
Kehjadiran anak-anak di Pemilu 2004, lanjut dia, berbeda dengan saat ini. “Ketika itu anak-anak terlibat langsung dalam kampanye,” kata Tifatul.

Ia juga mengeluhkan, banyak pemberitaan terkait anggota legislatif dari PKS yang melakukan pelanggaran. "Kalau menyerempet PKS, sepertinya langsung disebarkan. Padahal itu tidak benar," kata dia.


Anti Tahlil, Fitnah ke PKS Sistematis!

INILAH.COM, Jakarta - PKS tak mau ambil pusing dengan disebarkannya brosur 'PKS penganut anti tahlil, anti maulid, dan paham yang menganut aliran Wahabi' yang tersebar di Kediri. PKS sudah biasa difitnah.

"Kita sudah sering difitnah. Dan fitnah tersebut kelihatannya sistematis. Dan itu tidak menggoyahkan PKS," kata Wasekjen DPP PKS Fahri Hamzah kepada INILAH.COM, Jakarta, Senin (23/3).
Menurut Fahri, fitnah tersebut karena banyak yang tidak suka dengan PKS. Sehingga Fahri memandang isi brosur tersebut hal bisa.

"Sudah nggak ada waktu untuk ngurusin itu. Kita serahkan saja pada Panwaslu. Biar dia dan aparatur negara yang melakukan pengusutan," tuturnya.

Fahri juga yakin bahwa fitnah itu berasal dari partai tertentu yang ingin merebut suara PKS. Sebab PKS memiliki massa yang besar. Orang-orang PKS, lanjut dia, sering melakukan tahlil dan maulid.

Black campaign PKS anti tahlilan tersebut dilakukan oleh Muhammad Zaini, yang juga seorang ustadz asal Desa Datengan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri.

Zaini dikabarkan telah menyesatkan sekitar 40 jamaah yang telah menggelar acara keagamaan di sebuah rumah warga di Dusun Ploso Kuning, Desa Datengan dengan cara membagi-bagikan brosur berisi 'PKS penganut antitahlil, anti Maulid Nabi, dan paham yang menganut Wahabi'.


PKS: Jangan Curi Uang Negara!

INILAH.COM, Gorontalo - PKS bertekad akan menyelamatkan Rp 1.000 triliun rupiah uang negara yang beredar saat ini di Indonesia. Sehingga, akan mencegah terjadinya korupsi yang dilakukan oknum-oknum pejabat negara.

“Bangsa kita punya uang Rp 1.000 triliun dan jangan sampai uang dibagi-bagikan. Bahkan dikorupsi oleh oknum yang senang menyengsarakan rakyat,” kata caleg DPR Fahmi Al Idrus, saat kampanye terbuka di Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, Minggu (23/3).
Menurut dia, korupsi uang negara hingga triliunan rupiah menempatkan DPR sebagai lembaga terkorup di Indonesia. Karena itu, ia mengatakan bahwa partainya akan memulihkan kembali citra DPR dan DPRD agar kembali dipercaya oleh masyarakat untuk mewakili aspirasi dalam pemerintahan.

"Kami yakin kader PKS tak akan membawa uang negara yang bukan haknya sepeser pun ke rumah untuk menghidupi anak dan istri," janjinya.


Antisipasi Kehilangan Kursi, PKS Bentuk RSP

22 Maret 2009

Batam,(22/3)- Guna mengantisipasi kehilangan kursi seperti pada pemilu 2004, Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kota Batam membentuk Regu Siaga Pemilu (RSP) yang beranggotakan sekitar seratus orang yang diambil dari tiap-tiap DPC yang ada di Kota Batam pada Ahad (22/3).

Pembentukan RSP ini dipimpin oleh Suhermanto, Ketua Kepanduan PKS Kota Batam yang didampingi oleh humasnya, Bintoro dan bertempat di lantai tiga gedung Sekretariat DPD PKS Kota Batam, Ruko Taman Niaga Blok G2, Sukajadi, Batam.
“RSP ini dibentuk berdasarkan pengalaman pada 2004 yang lalu, kursi kita banyak yang hilang,”kata Suhermanto.

Dia mengatakan pada Pemilu 2004 lalu, pengamanan hanya dilakukan oleh puluhan anggota Kepanduan PKS Kota Batam. Hal ini tentu saja tidak memungkinkan untuk mengawasi ataupun mengawal suara yang didapat oleh PKS untuk DPRD Kota Batam.

“Oleh karena itu untuk Pemilu 2009, kita bentuk RSP ini untuk membantu Kepanduan PKS,”katanya.

Suhermanto juga mengatakan, tugas pokok dari anggota RSP ini adalah mengamankan perolehan suara atau kursi yang didapat oleh PKS Kota Batam yang bermula pada saat penghitungan suara hingga proses pemilihan umum selesai untuk tingkat Kota Batam.

“Kita bertugas dari pra pemilu hingga paska pemilu. Dan, untuk tugas kita yang pertama adalah membantu mengamankan dua kampanye terbuka PKS yang akan berlangsung pada 26 Maret dan 5 April 2009,”kata dia.

Ricky Indrakari, Ketua DPD PKS Kota Batam yang dihubungi via pesan singkat(SMS) mengatakan pada pemilu 2004 lalu seharusnya untuk DPRD Kota Batam PKS mendapatkan 11 kursi, namun karena hilang maka hanya tersisa 6 kursi.

Pada acara tersebut panitia juga memberikan sekitar seratus potong seragam resmi Regu Siaga Pemilu.

Pembentukan RSP ini berkaitan dengan apel siaga pemenangan pemilu 2009 yang dihadiri oleh ratusan kader dan simpatisan partai berlambang padi emas diapit oleh dua bulan sabit ini yang bertempat di halaman sekretariat DPD PKS Kota Batam.

Meskipun sebelum acara dimulai Kota Batam diguyur hujan yang cukup deras, namun hal tersebut tidak mengurangi semangat para kader dakwah ini untuk menghadiri acara tersebut.

Acara apel siaga pemenangan pemilu tersebut diisi dengan tausiyah dan ikrar pemenangan pemilu 2009 yang dibawakan oleh Ustadz Abdul Rahman, Lc yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah(MPW) PKS Provinsi Kepri.(D2)




Temui Kader, Rama Dampingi Tifatul

20 Maret 2009

INILAH.COM, Jakarta - Diterpa dugaan terlibat kasus suap tak membuat Rama Pratama kehilangan nyali untuk menemui pendukungnya. Bersama Presiden PKS Tifatul Sembiring, Rama akan menyapa kader PKS di Lapangan Wika, Pondok Kopi, Jakarta Timur, dalam kampanye terbuka Jumat (20/3).

Untuk Jaktim difokuskan pengumpulan kader-kader PKS di Lapangan Wika, Pondok Kopi. Lapangan yang besarnya hampir seluas lapangan bola, sudah dipenuhi ribuan kader dan simpatisan yang kompak mengenakan baju putih.
Untuk membuat suasana meriah, telah didirikan panggung yang besar berukuran 4x7 meter. Selain itu, penampilan tim nasyid Jundi Voices akan membuat para kader PKS yang tersengat panasnya matahari bisa semakin semangat.

Di sekitar Lapangan Wika ini, puluhan pedagang makanan dan minuman mangkal. Mereka mengambil kesempatan kampanye terbuka ini untuk mengais rezeki.

Kader-kader yang hadir mayoritas ibu-ibu datang bersama anak-anaknya. Panitia penyelenggara kampanye terbuka ini mengingatkan agar anak-anaknya tidak memakai atribut PKS. Karena bisa melanggar aturan kampanye.

Dijadwalkan Presiden PKS Tifatul Sembiring tiba pukul 14.30 WIB. Selain itu, anggota FDPR PKS Rama Pratama yang sedang menjadi sorotan masyarakat akan hadir.


Allahu Akbar Sambut Hidayat

INILAH.COM, Jakarta - Lapangan Blok S Jakarta Selatan memutih karena dipenuhi sekitar 50 ribu kader PKS. Saat Hidayat Nur Wahid tiba di lokasi kampanye, mantan Presiden PKS ini disambut seruan "Allahu Akbar!"

Acara hiburan lenong betawi dan grup musik religi yang semula menghibur massa PKS pun sementara dihentikan. Hidayat tiba bersama istrinya, Diana Abbas Thalib sekitar pukul 14.24 WIB, Jumat (20/3).
Setelah itu digelar pengajian dan bernyanyi bersama dengan lagu 'Indonesia Raya' dan mars PKS. Ketua DPD PKS Jaksel Khoiruddin kemudian menyampaikan orasi dari atas panggung. Tampak di panggung terdapat spanduk besar bertuliskan "Pilih PKS untuk DPR Bersih" dan "Bersih, Peduli, Profesional".

Pada kiri panggung terdapat spanduk besar memuat foto caleg PKS untuk DPR dan DPRD Jaksel. Sedangkan pada kanan panggung ada spanduk bergambar surat suara, lalu ada tanda contreng. Di pintu masuk lapangan Blok S juga terdapat spanduk besar dari para caleg PKS.

Sementara lalu lintas tampak padat. Pengamanan dilakukan Polres Jaksel dengan menurunkan 50 orang personel, Polsek Kebayoran Lama 30 personel, polwan dari Polda Metro Jaya 8 personel, Ditlantas 20 personel. Tampak sejumlah ambulans bersiaga, antara lain dari Polda Metro Jaya 1 unit, Polres Kebayoran Lama 1 unit, Dinas Kesehatan 1 unit, dan PMI 3 unit. Ada juga mobil pemadam kebakaran 1 unit.


Sering Difitnah, PKS Makin Tegar

INILAH.COM, Depok - Penyebutan nama anggota Fraksi PKS DPR Rama Pratama dalam kasus dugaan suap dengan tersangka anggota Fraksi PAN DPR Abdul Hadi Djamal, dinilai sebagai fitnah. Namun fitnah itu justru bisa mendatangkan berkah karena PKS yakin akan semakin tegar dan besar.

"Pernyataan itu bisa jadi bumerang. PKS bisa semakin besar kalau difitnah. Simpati masyarakat kepada PKS itu anti korupsi," kata mantan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid usai kampanye terbuka di Lapangan Irepka, Depok, Jawa Barat,Kamis (19/3).
Suatu hal yang jarang terjadi, ujar Hidayat, ada parpol yang berani mengelar jumpa pers untuk membantah tudingan Abdul Hadi. Bahkan menyebut tudingan itu fitnah dan black campaign.

"Saya tahu dia (Rama) bersih dan tidak neko-neko," imbuhnya.

Hidayat berharap setiap politisi harus berjiwa ksatria dan berpolitik secara bersih. Tidak boleh saling menjatuhkan satu sama lain. "Kita harus baik dalam berpolitik," pungkasnya.

Anggota Panitia Anggaran DPR asal FPAN Abdul Hadi Djamal bersama pegawai Dephub Darmawati ditangkap penyidik KPK. Barang bukti berupa uang US$ 90 ribu dan Rp 54,55 juta ditemukan di mobil Honda Jazz yang ditumpangi Abdul dan Darmawati. Kemudian Komisaris PT Kurnia Jaya Wira Bakti Surabaya, Hontjo Kurniawan, ditangkap. Hontjo diduga sebagai pemberi suap untuk lobi pencairan dana stimulus proyek pengembangan fasilitas laut dan udara di wilayah timur Indonesia.

Abdul Hadi usai diperiksa KPK menyebutkan nama Rama dan Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR asal FPD Jhonny Allen Marbun. Rama dan Jhonny disebut Abdul ikut menghadiri pertemuan di Hotel Ritz Carlton. Pertemuan itu untuk membahas kenaikan anggaran dana stimulus proyek pengembangan fasilitas laut dan udara wilayah timur Indonesia. Sebelumnya, dana yang disepakati Rp 10,2 triliun, kemudian dinaikkan menjadi Rp 12,2 triliun.


Tifatul: Pilpres 2009 'Kuburan' Capres Tua!

INILAH.COM, Medan - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring, mengatakan Pemilihan Presiden 2009 bakal menjadi 'kuburan' bagi banyak politisi. Ini karena sebagian besar calon presiden yang muncul sudah berusia di atas 60 tahun atau mendekati 60 tahun.

"Pilpres 2009 akan menjadi 'kuburan' bagi banyak politisi. Bagi mereka 'dapat sekarang atau tidak sama sekali'," katanya ketika berkampanye di hadapan ribuan masa kader dan simpatisan PKS di Lapangan Merdeka Medan, Kamis (19/3).
Kampanye perdana PKS di Kota Medan itu juga dihadiri mantan Ketua DPW PKS Sumatera Utara yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Gatot Pujo Nugroho, Pjs Ketua DPW PKS Mustafa Ismail, Ketua MPW PKS Sumut Sigit Pramono Asri dan caleg PKS untuk DPR RI dari dapil Sumut I, Idris Luthfi Rambe.

Tifatul menyebutkan, pilpres 2009 juga akan menjadi akhir dari sebuah generasi politisi. Karenanya ia mengimbau kader dan simpatisan PKS serta seluruh lapisan di setiap daerah untuk terus mendorong terciptanya perubahan.

Perubahan itu sendiri, katanya, hanya bisa terwujud jika para politisi muda diberi kesempatan seluas-luasnya untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara ini.

"PKS sendiri tetap akan berjuang agar presiden yang terpilih nanti adalah presiden 'balita', presiden yang berusia di bawah lima puluh tahun," katanya.

Pada kesempatan itu ia juga mengajak kader dan simpatisan PKS serta masyarakat luas untuk ikut membuat perubahan mendasar dengan 'menyingkirkan' para politisi busuk yang kini 'bercokol' di lembaga legislatif di semua tingkatan.

"Kita harus berubah. Kita harus mampu merubah lembaga legislatif kita yang saat ini sungguh memprihatinkan, karena banyak diisi oleh para politisi yang suka menyalahgunakan kekuasaan. 'Garbage in, garbage out', sampah yang masuk, pasti sampah juga yang dihasilkan, dan itulah yang dapat kita lihat sekarang ini," ujarnya.

Karena itu ia mengimbau masyarakat pemilih di Indonesia khususnya kader dan simpatisan PKS untuk tidak lagi memilih para caleg yang cenderung berperilaku koruptif.

"Makanya jangan pilih lagi mereka, jangan pilih lagi para politisi busuk. Saatnya rakyat melakukan perubahan, karena anak-cucu kita berhak mendapatkan segala sesuatu yang lebih baik dari apa yang ada sekarang ini," kata Sembiring.


Koalisi PKS, ‘Baina Wa Baina’

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring mengatakan, banyak konstituen partainya yang tidak setuju PKS berkoalisi dengan Partai Golkar atau PDI Perjuangan dalam pemilu presiden.

"Mereka sih banyak yang mengusulkan supaya PKS mengandeng Partai Demokrat, karena ya baina wa baina, ini usulan dari konstituen, juga para kader, mereka lebih cenderung kalau kita berkoalisi dengan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono-)," kata Tifatul usai kampanye terbuka di Lapangan Imam Bonjol, Kota Padang, Rabu (18/3).
Dengan PDI Perjuangan, kata Tifatul, konstituen dan kader tidak mau PKS menjadi wakil presiden, tetapi presiden. Sedangkan PDI Perjuangan sudah final mencalonkan Megawati Soekarnoputri sebagai presiden.

"Kalau dengan Golkar kebanyakan alasan mereka, lebih baik PKS menjaga citra bersihnya, karena kader PKS ini kan belum ada yang ditangkap KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), tidak ada yang terlibat korupsi, tidak ada yang terlibat selingkuh, jadi banyak resistensi dari kader yang keberatan dengan Golkar, apalagi kami lihat Golkar sendiri tidak solid, karena mencalonkan Pak JK, tapi belum bulat, Sultan juga kepingin, Bang Akbar Tanjung juga lain," katanya.

Disebutkan Tifatul, kader calon presiden PKS ada delapan orang. Mereka adalah Hidayat Nur Wahid, Tifatul Sembiring, Anis Matta, Irwan Prayitno, Salim Segaff al-Jufri, Suharna Surapranata, Sohibul Iman, dan Surahman Hidayat.

"Usai pemilu legislatif kami akan berkoalisi dengan partai lain, prioritas kami adalah menggandeng partai-partai Islam dulu untuk berkoalisi, dan selama dialog ini dilakukan barrier (rintangan) yang paling kecil untuk koalisi PKS adalah dengan Partai Demokrat, kita ingin koalisi dengan Demokrat tapi ingin menggandeng partai Islam dulu," ujar pria kelahiran Bukittinggi, 28 September 1961 ini.

PKS, tambahnya, sedang memperdalam koalisi dengan Demokrat. Ketua Umum Partai Demokrat sudah datang dan dalam waktu dekat PKS akan mengagendakan berjumpa dengan Susilo Bambang Yudhoyono.

"Sekarang PKS sedang koalisi dengan SBY dari tahun 2004, ada menteri kita tiga orang di sana, kalau dengan SBY, kalau perolehan Partai Demokrat lebih besar, Demokrat presidennya,” katanya.

Ketika ditanya apakah PKS bisa berkoalisi dengan Gerindra, Tifatul menjawab bisa saja. Namun akan melihat hasil pemilu legislatif dulu karena menurut perhitungan PKS paling banyak hanya 9 partai yang akan lolos ke parlemen.

"Karena itu kita akan berkoalisi dengan partai-partai yang besar, yang kuat, memang sekarang ada blok M, blok S, dan Blok Y, tapi tiga-tiganya nasionalis, dalam pandangan kami mereka pasti membutuhkan partai Islam seperti PKS," ujarnya.


PKS Paling Islamis, Golkar Pancasialis

INILAH.COM, Jakarta - Di antara partai Islam yang ada, PKS dinilai sebagai partai yang lebih Islamis. Dibandingkan PDIP, Partai Golkar dipersepsikan sebagai partai paling Pancasilais.

Berdasarkan hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) September 2008 menunjukkan para pemilih Muslim, PKS adalah partai yang lebih Islamis dengan perolehan suara 20%. Kemudian di bawahnya PKB (18%), PPP (13%), dan PBB (3%).
Untuk kalangan partai nasionalis, Partai Golkar dari hasil survei yang sama. Partai berlambang pohon beringin dianggap sebagai partai yang pancasilais dengan 16,5% suara. PDIP berada di urutan kedua dengan 14%. Posisi ketiga ditempati Partai Demokrat (8%) dan terakhir Partai Gerindra (3%).

"Ini menunjukkan masyarakat bisa membedakan Pancasila dan Islam. Partai Islam tidak diidentikkan dengan Pancasila. Begitu juga sebaliknya," ujar peneliti LSI Burhanudin Muhtadi di kantor LSI, Jakarta, Jumat (20/3).


Massa PKS 'Serbu' Seluruh Penjuru Jakarta

INILAH.COM, Jakarta - Massa pendukung PKS akan 'menyerbu' seluruh penjuru DKI Jakarta, usai menjalankan solat Jum'at (20/3). Kampanye terbuka partai dakwah ini dijamin akan berlangsung dengan tertib. Dengan tema yang dikemas secara 'cerdas', PKS akan berdialog dengan pemilih.

"Agar dapat terwujud pemerintahan yang bersih, PKS akan lebih menekankan agar masyarakat cerdas dalam memilih wakil rakyat," sebut Humas DPW PKS DKI Jakarta Dedi Supriadi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (19/3).
Selain itu, lanjut dia, PKS akan berusaha terus mengajak semua kalangan masyarakat agar dapat menggunakan hak pilih pada pemilu mendatang. Masyarakat harus memilih para calon anggota dewan yang peduli tehadap rakyat.

"Kampanye terbuka berlangsung di 5 titik wilayah Jakarta. Kampanye akan berlangsung kurang lebih 2 jam. Masing-masing wilayah telah mengonsep acara dengan matang, agar waktu yang tergolong singkat tersebut dapat digunakan dengan maksimal," jelas Dedi.

Lokasi kampanye PKS berlangsung di Lapangan Blok S Jaksel, GOR Johar Baru Jakpus, Gelanggang Remaja Jakut, Lapangan WIKA Klender Jaktim, dan Lapangan Mercu Buana Jakbar.

"Untuk kampanye di Blok S, insya Allah akan dihadiri sekitar 50 ribu orang. Turut juga hadir Bapak Hidayat Nurwahid (mantan Presiden PKS yang juga Ketua MPR) dan para calon anggota dewan. Akan ada acara hiburan juga, yang diisi oleh lenong betawi, group Nasyid dan group musik religi," tutur Ketua DPD PKS Jaksel Khoirudin.

Sementara di Jakpus yang dikomandoi Ketua DPD PKS Jakpus Agus Setiawan, kampanye dikonsep dengan menggunakan multimedia. Dengan memutarkan video mengenai cara pencontrengan yang benar pada pemilu nanti, juga film dokumenter tentang keberhasilan PKS di dewan, serta hiburan lainnya.

Untuk Jaktim, Ketua DPD PKS Jaktim Dite Abimanyu mengatakan, kampanye akan dihadiri Presiden PKS Tifatul Sembiring. Sedangkan mantan cagub DKI Adang Daradjatun dijadwalkan hadir pada kampanye di Jakut. Sementara di Jakbar diestimasikan ada sekitar 15 ribu orang yang hadir.


Kisah Si Pekerja Keras

19 Maret 2009

oleh Dokter Monte
Ada seorang ibu karyawan tua di kantor dulu tempat saya bekerja. Saya tahu penghasilan yang ia peroleh kecil dan mungkin tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari dalam satu bulan. Anehnya ia tidak pernah mengeluh, atau menyesali pekerjaannya. Ia selalu bersemangat dalam bekerja. Ia menunjukkan disiplin yang tinggi dalam bekerja. Selalu datang sebelum jam kantor, dan pulang tepat pada waktunya.

Sekian lama saya mengamati karyawan penuh disiplin itu. Suatu saat selepas sholat saya berbincang-bincang dengannya.
“Ibu selalu disiplin ya,” kataku mengawali pembicaraan.

“Disiplin kepripun to Dok?” jawabnya.

“Nggak bu, itu saya lihat ibu selalu disiplin bekerja. Datang pagi, pulang tepat waktu meski pekerjaan telah selesai. Bukannya itu disiplin bu namanya? Padahal saya tahu, sudah puluhan tahun ibu bekerja dan gaji ibu –nyuwun sewu kan kecil. Kok bisa bu?”

“Wah saya ini hanya orang kecil Pak Dokter. Masih ada yang mau menggaji saya saja sudah alhamdulillah. Coba bayangkan jika saya tidak bekerja di sini, mungkin keadaan keluarga saya jauh lebih buruk dari sekarang. Jika mengingat hal itu Dok, rasanya sudah pantas kalau saya membalasnya dengan kerja yang baik, tidak korupsi waktu, dan tidak banyak mengeluh. Saya sangat bersyukur sekali lho Dok, bisa bekerja,” urai ibu karyawan itu tanpa sedikitpun unsur kesombongan di dalamnya. Lalu ditambahnya, “Pekerjaan kita insya Allah sudah halal, jadi kalau bisa jangan kita hilangkan barokahnya dengan mengurangi timbangan.” –Maksudnya ibu ini adalah jangan korupsi di semua aspek, termasuk yang sering yaitu korupsi waktu.

Betapa terpukau saya mendengar penuturan polos dari ibu ini. Di saat orang-orang menuntut kenaikan gaji, menuntut dapat insentif sana-sini, berlomba korupsi sana-sini, berlomba mencari kedudukan dengan segala cara, ibu ini telah mengajarkan suatu yang saat ini baru saya temui. Sebuah rasa SYUKUR. Mungkin waktu sekolah dulu saya telah diajari tentang bagaimana syukur itu, bahwa Allah akan menambah rejeki bagi mereka yang bersyukur. Namun dalam kehidupan sehari-hari inilah contoh yang saya lihat. Betapa indahnya. Dan benarlah firman Allah dalam QS. Ibrahim (14) ayat 7

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

Saya lihat kehidupan ibu karyawan itu memang sederhana, namun semua putranya tidak ada yang sampai meninggalkan bangku sekolah. Saya tidak mengerti bagaimana ia bisa membiayai sekolah putra-putranya, padahal suaminya sendiri hanya bekerja serabutan. Namun begitulah ketetapan Allah. Dan terima kasih bu, saya mendapat pelajaran berharga hari ini.

...
Kita memiliki 4 minggu yang sama dalam 1 bulan.
7 hari yang sama dalam 1 minggu
24 jam yang sama dalam 1 hari

Dalam 24 jam itu
Ada dari kita yang bisa mengurus negara, perusahaan raksasa
Rumah Sakit Internasional bahkan mengendalikan Angkatan Perang
.........
Namun dalam 24 jam yang sama
Ada yang bahkan mengurus dirinya sendiri saja tidak mampu....

Ada di antara kita yang menerima bayaran 5 juta rupiah
Dan selalu kekurangan dalam setiap bulannya
Sehingga ia harus menutupnya dengan berutang sana-sini
Dan ia semakin terjerat karenanya

Namun ada yang hanya menerima 500 ribu rupiah
Ia bisa mengembangkan bisnisnya
Bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi
Bisa menyisihkan sebagian untuk tabungan
Bisa menyisihkan sebagian untuk kaum miskin
Bahkan ia bisa membawa serta kedua orang tuanya naik haji.

Dimanakah letak perbedaanya? Apakah waktu dan penghasilan yang kurang? Bukan, tetapi rasa syukur dan manajemenlah yang berbeda dari keduanya.

eramuslim.com


Simpul-simpul Rezeki

oleh Muhammad Rizqon
Pada mulanya, kami tidak berniat untuk berpartisipasi sebagai peserta pada hajatan Islamic Book Fair ke-8 tanggal 28 Februari hingga 8 Maret 2009 lalu. Namun, seorang sahabat yang telah membooking 3 stand beberapa bulan sebelumnya, membagikan satu stand untuk kami. Akhirnya, kami pun berpartisipasi sebagai peserta untuk kategori multi-produk (non-buku) dengan menempati satu stand sahabat kami yang berukuran 3 x 3 meter itu.

Berbeda dengan hajatan Islamic Book Fair tahun-tahun sebelumnya, kali ini peserta yang menjual produk non-buku ditempatkan pada lantai dua gedung Istora Bung Karno, Senayan. Dengan digunakan lantai 2 sebagai ajang pameran, maka otomatis stand yang disediakan oleh panitia lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Alhamdulillah, hasil penjualan yang kami peroleh dari hajatan Islamic Book Fair tersebut mampu menutupi ongkos-ongkos yang kami keluarkan untuk membayar stand dan operasional pameran. Semua itu adalah kemudahan dari Allah. Saya sendiri sangat merasakan bahwa apa yang kami peroleh adalah sebagian dari tanda kemurahan Allah SWT atas karunia rezeki yang Dia miliki.

Namun ternyata, ada beberapa peserta yang mengalami nasib tidak seberuntung kami. Ada yang merasa tekor alias keuntungan yang diperoleh tidak mampu menutup biaya operasional yang dikeluarkan. Mereka merasakan hajatan Book Fair tahun 2009 lebih sepi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Meski pengunjung yang datang mencapai jumlah yang ditargetkan panitia, namun perolehan hasil penjualannya tidak sebanding dengan jumlah pengunjung yang datang.

Kami pun memaklumi bahwa kondisi krisis kali ini boleh jadi yang menjadikan daya beli pengunjung menurun sehingga jumlah transaksi pembelian yang dilakukannya tidaklah begitu besar. Katakanlah seorang pengunjung yang dulunya mampu membeli banyak buku atau non-buku, kali ini hanya membeli satu buku atau satu produk non-buku. Syukur dia masih melakukan transaksi pembelian. Saya yakin, tidak sedikit yang hanya sekedar melihat-lihat saja (sight seeing) karena keterbatasan keuangan.

Adapun lokasi stand yang berada di lantai dua, menurut kami bukanlah merupakan penyebab signifikan atas terjadinya penurunan penjualan yang dialami oleh sebagian sahabat kami. Meski ada beberapa pengunjung yang merasa "kehilangan" akan stand non-buku saat mereka berkeliling di lantai satu, namun mereka yang telah terbiasa berkunjung di arena Islamic Book Fair dan berniat berbelanja produk non-buku, pasti dengan mudah bertanya kepada panitia atau peserta pameran atau orang-orang sekitar arena pameran.

Kami hanya bisa mengambil hikmah, bahwa keuntungan atau kerugian dalam berniaga adalah hal yang biasa. Namun semua itu tidak luput dari kesiapan dan strategi penjualan dari masing-masing peserta. Peserta yang mampu menyajikan produk yang menarik, kualitas terbaik, mengikuti tren yang berkembang di masyarakat, dan berani memberikan diskon besar untuk pengunjung pameran, maka produk mereka itulah yang mampu memikat hati pengunjung sehingga mereka merasa sayang untuk tidak membeli produk yang ditawarkannya.

Melihat kondisi beberapa sahabat yang mengalami ketidakberuntungan itu, kami makin mensyukuri apa yang kami peroleh. Kami merasa bahwa apa yang kami peroleh itu adalah semata-mata kemurahan dari Allah SWT.

Terbayang saat beberapa pekan sebelum hajatan Islamic Book Fair dilangsungkan, kami mengalami sedikit kesulitan keuangan berkait dengan persiapan dana untuk pendaftaran sekolah anak kami dan sumbangan biaya operasi buat orang tua yang mengalami patah tulang akibat jatuh dari tangga. Kami sempat hilang harapan karena tidak memiliki sumber penghasilan lain guna menutupi keperluan tersebut. Akhirnya kami menguatkan optimisme dan menyandarkan harapan sepenuhnya kepada Allah SWT bahwa Insya Allah melalui hajatan Islamic Book Fair ke-8, Allah SWT akan membukan pintu rezeki-Nya bagi kami.

Ketika harapan itu terpenuhi, semakin yakinlah kami bahwa sebenarnya Allah SWT itu selalu beserta dengan hamba-Nya. Allah SWT lebih dekat dari siapapun dan selalu memberikan hal terbaik untuk hamba-Nya.

Hanya saja, seringkali kita tidak menyakini akan kebesaran Allah SWT tersebut. Atau kita menyakini namun dengan cara yang tidak bijak. Bentuk dari ketidakbijakan itu antara lain kita tidak mengoptimalkan ikhtiar, baik dengan mengerahkan tenaga dan pikiran, berdoa, bersedekah dengan amal kebaikan atau harta, dan segala cara yang mampu melahirkan keridhoan-Nya.

Itulah barangkali yang disebut simpul-simpul rezeki. Secara fisik kita dianjurkan memperbanyak pintu-pintu usaha/bisnis yang menjadi pintu masuk aliran keuangan, dan secara non-fisik kita dianjurkan memperbanyak amal kebaikan yang kadang dianggap sepele karena tidak mendatangkan uang secara kasat mata. Sahabat kami yang merasa rugi selama pameran, tentu bukan berarti tidak memperoleh limpahan rezeki. Selama ia menerimanya dengan ikhlas, Insya Allah, cepat atau lambat rezeki yang diharapkannya itu akan segera mendatanginya.

Di masa krisis ini, banyak sekali orang yang kehilangan harapan dan stress. Utamanya, stress karena masalah finansial. Seorang family kami pun ada yang mengalami stress karena tuntutan kehidupan yang kian berat. Membelanjakan uang puluhan juta setiap bulan, baik untuk cicilan rumah di perumahan elit, cicilan mobil, biaya sekolah dua orang anak di sekolah ternama, biaya fashion dan gaya hidup, dan biaya-biaya lainnya-- dulu mampu dikeluarkannya dengan mudah. Namun sekarang, hal tersebut dirasakannya cukup berat karena sumber keuangan makin tergerus akibat krisis.

Beberapa anggota keluarga menyarankan untuk membuka usaha lain selain usaha yang digelutinya sekarang. Artinya, sumber rezeki harus diperluas dengan membangun sumber penghasilan lainnya, tidak hanya hanya bertumpu pada satu sumber saja. Hal yang disayangkan, dulu mereka sempat memiliki bisnis (suami punya PT sendiri, isteri memiliki 9 kios), namun kini mereka tidak memiliki semua itu dengan alasan karena fokus di bisnis Multi Level Marketing.

Ironis, dulu ia yang banyak mengkuliahi orang, kini banyak meminta masukan dari orang-orang. Dulu ia yang tampil optimis, kini banyak berkeluh kesah. Apa makna semua ini? Barangkali itu adalah teguran dari Allah SWT atas sedikit kesombongan mereka selama ini. Kesombongan bahwa hanya bisnis (MLM)-nya lah yang akan mampu menghantarkannya pada kesuksesan dunia dan menganggap bahwa bisnis selainnya adalah bisnis kecil dan kurang bisa dihandalkan. Apalagi bagi yang tidak memiliki bisnis dan hanya menjadi karyawan biasa. Bagaimana mau menjadi kaya?

Hal sebenarnya yang terjadi, sesungguhnya mereka kehilangan Tuhan mereka. Mereka lupa bahwa rezeki adalah hak prerogatif-Nya. Dan yang sering dilupakan, Allah SWT memberikan rezeki bukan sekedar dengan harta. Dengan keimanan, kemudahan untuk beramal kebaikan, keringanan untuk bersedekah, dan tergeraknya langkah untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Jika manusia hanya berpatokan bahwa rezeki adalah harta semata, maka sesungguhnya dia hanya memahami satu simpul dari rezeki. Itu pun tidak sepenuhnya benar karena boleh jadi harta yang diperoleh hanya “sekedar singgah” sebelum sampai ke alamat sesungguhnya.

Banyak hikmah yang bisa saya petik. Aneka kejadian di atas menambah kesadaran saya akan makna rezeki dan simpul-simpulnya. Satu sisi kita harus yakin akan jaminan rezeki, dan pada sisi lainnya kita harus berusaha menjaga keberadaan dari simpul-simpul itu.

Waallahu a’lam bishshawaab.

rizqon_ak@eramuslim.com


PKS: Abdul Hadi Black Campaign ke Rama

18 Maret 2009

INILAH.COM, Jakarta - Fraksi PKS DPR gerah karena tersangka kasus suap Abdul Hadi Djamal menyebut-nyebut nama anggotanya Rama Pratama terlibat. Hal itu dianggap sebagai kampanye hitam terhadap caleg PKS untuk dapil Jakarta Timur itu.

Ketua FPKS Mahfudz Siddiq tegas menyatakan bahwa pengakuan Abdul Hadi merupakan fitnah dan bersifat black campaign. Pernyataan mantan anggota FPAN itu bahwa Rama ikut pertemuan di Ritz Carlton dengan Jhonny Allen dan pihak Dephub juga dibantahnya.

"Rama Pratama tadak pernah ikut rapat di Ritz Carlton bersama Hadi Jamal dan pihak Dephub," kata Mahfudz dalam pesan singkatnya, Rabu (18/3).
Menurut Mahfudz, semua fraksi DPR terlibat dalam pembahasan stimulus sektor riil sesuai dengan tugas panitia anggaran. Dan kasus Abdul Hadi Jamal terkait perannya sebagai broker proyek Dephub dan tidak ada kaitannya dengan Rama Pratama.

Abdul Hadi usai diperiksa menyebut 2 nama koleganya di DPR ikut terlibat dalam kasus yang menimpanya. Menurut Abdul Hadi, Rama yang berinisiatif kenaikan dana stimulus dari RP 10,2 triliun menjadi Rp 12,2 triliun. Sementara peran Jhonny Allen disebut Abdul Hadi berinisiatif menggelar pertemuan di Hotel Ritz Carlton.


PKS Bantah Kadernya Terlibat

INILAH.COM, Jakarta - Kader PKS Rama Pratama membantah ikut dalam pertemuan di Hotel Ritz Carlton membahas kenaikan anggaran dana stimulus proyek pengembangan fasilitas laut dan udara wilayah timur Indonesia. PKS yakin anggota Panitia Anggaran asal FPKS ini tidak berbohong.

"Saya bisa tahu pasti ketika Rama berbohong atau tidak, termasuk kali ini. Saya dan PKS masih melihat kejujuran pada diri Rama," ujar Ketua FPKS Mahfudz Siddiq menjawab pertanyaan dari mana tahu kalau Rama berbohong atau tidak.
Hal ini disampaikan Mahfudz dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/3). Turut serta Rama dalam jumpa pers ini. PKS bahkan akan melancarkan somasi terhadap Abdul Hadi meski kasus ini masih bergulir di KPK.

"Somasi berani kita layangkan karena secara terang benderang Abdul Hadi menyatakan Rama hadir dan menyetujui pembahasan soal stimulus di Hotel Ritz Carlton. Ini ada pembodohan publik. Mungkin pikirannya sudah buruk. Jadi tak ingat lagi siapa saja yang datang waktu itu," kata Mahfudz.

Dia menegaskan komitmen PKS yang benar-benar tidak pernah menerima sepeser pun semacam uang gratifikasi. Apalagi PKS selama ini dikenal sebagai partai yang bersih.

Kalaupun PKS menerima, akan langsung diserahkan kepada pihak berwenang.

"Walaupun PKS mendukung anti korupsi, kami tidak berperan menjadi detektif di DPR. Semua yang kami terima, termasuk gratifikasi atau semacam uang apresiasi, semua kami kembalikan ke komisi masing-masing, atau kami serahkan kepada KPK. Itu sudah menjadi komitmen kami," tukas Mahfudz.

Anggota Panitia Anggaran asal FPAN Abdul Hadi Djamal bersama pegawai Dephub Darmawati ditangkap penyidik KPK. Barang bukti berupa uang US$ 90 ribu dan Rp 54,55 juta ditemukan di mobil Honda Jazz yang ditumpangi Abdul dan Darmawati. Kemudian Komisaris PT Kurnia Jaya Wira Bakti Surabaya, Hontjo Kurniawan, ditangkap. Hontjo diduga sebagai pemberi suap untuk lobi pencairan dana stimulus proyek pengembangan fasilitas laut dan udara di wilayah timur Indonesia.

Abdul Hadi usai diperiksa KPK Selasa kemarin menyebutkan nama Rama dan Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR asal FPD Jhonny Allen Marbun. Rama dan Jhonny disebut Abdul ikut menghadiri pertemuan di Hotel Ritz Carlton. Pertemuan itu untuk membahas kenaikan anggaran dana stimulus proyek pengembangan fasilitas laut dan udara wilayah timur Indonesia. Sebelumnya, dana yang disepakati Rp 10,2 triliun, kemudian dinaikkan menjadi Rp 12,2 triliun.


PKS Bersedia Jadi Mediator Pertemuan Mega-SBY

Karanganyar (ANTARA News) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersedia menjadi mediator pertemuan antara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"PKS akan sangat terhormat apabila dipilih memfasilitasi untuk pertemuan antara Megawati dengan Pak SBY," kata Ketua dewan Syuro PKS DR Hidayat Nur Wahid MA, seusai Silaturahim Bersama Keluarga Besar MTA Kabupaten Karanganya, yang terus dilanjutkan pertemuan dengan para tokoh masyarakat di Karanganyar, Rabu.

"Ya saya memang mengusulkan setelah mbak Mega mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla (JK), maka ini akan lebih baik dilanjutkan pertemuan dengan Pak SBY," katanya.
Melalui pertemuan itu diharapkan akan membawa dampak yang sangat baik untuk arus bawah, dan apalagi seperti sekarang ini sedang berlangsung kampanye, sehingga diperlukan suasana yang kundusif.

Menyinggung mengenai masalah Capres dan Cawapres untuk PKS, ia mengatakan partainya secara tegas telah mengajukan delapan calon, dan untuk calon PKS sendiri belum bisa diumumkan sekarang.

"Partai kami akan mengumumkan mengenai Capres dan Cawapres menunggu hasil Pemilu legislatif tanggal 9 April 2009. Kalau kami mendapat suara melebihi 20 persen mestinya mencalonkan sendiri, tetapi kalau tidak kemungkinan akan berkoalisi dengan partai lain," katanya.

Menyinggung mengenai Ormas Islam yang mengesampingkan Pemilu, ia mengatakan sebenarnya Pemilu itu sangat penting, maka ormas tidak ada jeleknya berhubungan dengan partai politik untuk mewujudkan tujuan bersama.

"Untuk itu Ormas sangat penting berhubungan dengan partai-partai politik dan bekerjasama dalam membangun dan mengisi negara tercinta ini, karena kalau mereka itu pasif juga tetap saja akan diambil orang lain," katanya.

"Ya kalau Ormas tidak ikut Pemilu betul-betul Pemilu akan menjadi pilu. Ya kalau itu sampai terjadi umat tidak ada yang ada di lembaga-lembaga ini akan susah untuk mencapai tujuan," kata Hidayat Nur Wahid yang juga sebagai Ketua MPR.

Apabila Ormas bisa masuk didalamnya itu akan bisa mengingat para anggota DPR yang berbuat kurang baik atau menyimpang.

Rombongan Hidayat Nur Wahid setelah mengadakan pertemuan dengan keluarga MTA Karanganyar dan para tokoh masyarakat terus melanjutkan perjalanannya mengadakan kampanye terbuka di Lapangan Trikoyo, Klaten, Jawa Tengah, yang diperkirakan dihadiri sekitar 30 ribu masa pendukungnya. (*)

ANTARA



PKS Lebih Suka Kampanye 'Door to Door'

INILAH.COM, Makassar - Saat partai lain melakukan kampanye besar-besaran, Partai Keadilan Sejahtera justru lebih gencar melancarkan kampanye dari pintu ke pintu (door to door). Kampanye tertutup ini dilakukan serentak di tiap-tiap kabupaten dan kota.

Kampanye terbuka, kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKS Sulawesi Selatan, Muzakkir, tidak selamanya efektif bagi PKS, hingga perlu divariasikan dengan cara-cara lain. Apalagi PKS selama ini cukup mengakar di masyarakat.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan sebenarnya Senin (17/3) menjadwalkan PKS melakukan kampanye di Lapangan Bittoa, Antang, Makassar. Namun PKS menunda kampanye terbuka yang telah dijadwalkan itu.

Alasan PKS menunda kampanye terbuka, selain karena menghemat anggaran, juga partai yang identik dengan warna putih ini masih punya jadwal kampanye besar yang akan dilakukan di Lapangan Karebosi dan Munumen Mandala 24 April.

Kampanye tersebut diikuti Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS Tifatul Sembiring dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKS Anis Matta, serta beberapa jurkam lainnya dari Jakarta.

Sementara itu, anggota DPRD Sulawesi Selatan dari PKS, Syamsari Syamsuddin, bertolak ke Daerah Pemilihan (Dapil II) yang meliputi Kabupaten Gowa, Takalar, dan Jeneponto untuk melakukan kampanye door to door.

Menurut dia, kampanye pemilu kali ini tidak terlalu sulit. Justru yang sulit, tambah dia, adalah mengajak masyarakat memilih dengan benar.


Hapus Sekat, PKS Merah Kuning Biru

INILAH.COM, Jakarta - Bukan PKS namanya jika tidak memberikan ide segar dalam setiap kampanye politiknya. Kali ini dengan mendominasi berbagai warna parpol, PKS mencoba bersikap terbuka tehadap berbagai perbedaan politik yang ada.

Menurut Ketua Fraksi PKS, Mahfudz Shidiq, kampanye kali ini PKS mencoba melakukan simbolisasi dari slogan PKS selama ini. Yakni bahwa PKS merupakan partai terbuka untuk semua golongan. "Jadi apapun anda pemilih yang disimbolisasi dengan warna-warna itu semuanya bisa memilih PKS," ujar Mahfudz kepada INILAH.COM di Jakarta, Rabu (18/3).
Dengan simbolisasi warna tersebut, tutur Mahfudz, memosisikan PKS dapat bekerjasama dengan parpol manapun. Entah aliran papol tersebut bersifat nasionalis, Islam dan sebagainya. Karenanya, DPP PKS meminta para kader agar selalu membuka komunikasi dengan pihak manapun.

"Sehingga kia tidak hanya membangun basis dukungan yang kuat, tapi juga membangun mental dalam berpolitik dan bernegara. Bahwa perbedaan itu adalah kenyataan, namun sikapi itu dengan kedewasaan" jelas Ketua DPP PKS ini.

Mengenai simbolisasi tersebut, merupakan sinyal koalisi terhadap salah satu warna yang nantinya akan memerintah, Mahfduz mengakui tidak menutup kemungkinan. Sebab, lanjut dia, PKS terbuka dengan parpol manapun selama adaya kesepakatan tentang agenda-agenda politik seperti memajukan bangsa.

"Kita tidak ingin terkotak-kotak secara kaku. Karena PKS yakin semua parpol bekerja untuk kepentingan bangsa. Tinggal kesamaan komitmen disamakan dengan agenda kontrak politik," tandasnya.

Sedangkan lankah tersebut dapat dinilai sebagai upaya mendominasi warna papol lainnya, Mahfduz mengaku tidak khawatir. "Kalau ada kritikan biasa saja tidak terlalu dipikirkan. Kan tidak ada larangan. Parpol buat baliho tidak ada larangan," cetusnya.


Hidayat: PKS Targetkan 3 Besar

INILAH.COM, Yogyakarta – Juru kampanye nasional PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan, PKS akan mampu meraih suara sekitar 20%. Ia menargetkan partainya akan menduduki peringkat tiga besar nasional di Pemilu 2009.

"Kami juga optimistis perolehan kursi legislatif di daerah akan mengalami peningkatan," kata Hidayat dalam orasi politiknya, di kampanye terbuka DPW PKS Daerah Istimewa Yogyakarta, di halaman parkir stadion Mandala Krida Yogyakarta, Selasa (17/3).
Dalam orasi itu, Ketua MPR ini memaparkan, PKS memiliki modal kader yang duduk di legislatif dan eksekutif. Mereka dianggap mampu menunjukkan kinerja yang baik dan bersih, serta tidak terlibat kasus suap maupun korupsi. Sehingga, diharapkan mampu menarik masyarakat untuk memberikan suaranya ke partai itu.

“Begitu juga yang duduk di eksekutif, kader PKS mampu memberikan kebijakan yang tepat. Sehingga berguna bagi masyarakat, seperti swasembada beras,” ujar Hidayat.

Jika pemilihan legislatif gagal, kata Hidayat, maka pemilihan presiden juga akan mengalami hambatan. Apalagi, syarat pengajuan calon presiden harus memperoleh kursi 25% pada pileg.

"Menyukseskan pemilihan legislatif 2009 merupakan tanggung jawab kita semua. Kalau hasilnya wakil rakyat berkualitas, maka produk yang dihasilkan berupa undang-undang juga akan berkualitas,'' kata mantan Presiden PKS itu.


Wah! PKS Tampil Merah Kuning Biru

INILAH.COM, Jakarta - PKS sedianya terdiri dari 3 warna yakni putih, hitam dan kuning. Namun dalam Pemilu legilatif ini, PKS tampil dengan menyertakan warna parpol lainnya. Sebut saja merah, kuning, biru dan hijau.

Pamfelt PKS dengan latar belakang 4 warna tersebut, saat ini sudah terpampang di hampir setiap sudut ibukota Jakarta. Dari 4 warna tersebut, memiliki makna masing-masing, tergantung warna yang ditonjolkan.

Misalnya saja dengan latar belakang warna merah, dalam pamflet tersebut bertuliskan "Emang Merah Bisa PKS? Untuk Indonesia yang lebih baik, Kenapa Tidak?." Sedangkan dengan latar warna kuning bertuliskan sama yakni, "Emang Kuning Bisa PKS? Untuk Indonesia yang lebih baik, Kenapa Tidak?." Begitu selanjutnya dengan latar warna biru dan hijau.
Bagi masyarakat yang telah menentukan warnanya politiknya masing-masing, pasti sempat terkecoh dengan pamflet PKS tersebut. Sebab latar 4 warna parpol besar tersebut hapir mendominasi seluruh ruang dalam pamflet itu. Sedangkan logo PKS hanya ditempatkan dibawah tulisan dengan ukuran yang relatif kecil.

"Saya sampai mengernyitkan dahi waktu lihat spanduk warna-warni itu. Kirain spanduk parpol apa gitu, eh ternyata PKS. Yang merah biasanya ada di basis PDIP," kata Helda, warga Depok yang melihat spanduk itu di kawasan Lenteng Agung, tempat markas PDIP berada.


Dipimpin PKS, RI Seperti Malaysia

17 Maret 2009

Dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi, Indonesia akan mencapai kemajuan seperti yang telah dicapai oleh Malayasia, jika Indonesia dipimpin oleh PKS.

Hal tersebut disampaikan Syed Nuh Assegaf, dosen bidang Industri Pesawat Universitas Islam Antar Bangsa Malaysia sesuai mengisi seminar Memperjuangkan Masyarakat Madani

yang di gelar oleh PKS Belanda, di Utrecht, Belanda, Minggu 15/03.

Menurut Syed Nuh, prediksi tersebut diperoleh setelah mempelajari platform kebijakan PKS, yang menurutnya hampir sama seperti platform yang diperjuangkan pemerintahan Malaysia di era 70-an , antara lain dalam hal manajemen teknologi yang bersih yang terlepas dari kepentingan sepihak dan transfer teknologi atau riset.
"Dua hal tersebut jika sepenuhnya dijalankan maka akan membuat Indonesia bisa mengejar ketertinggalannya di bidang IPTEK," ujar Syed Nuh Assegaf yang mengaku pernah berkunjung ke IPTN.

Menurutnya, Indonesia pernah menjadi negara yang besar yang disegani dunia di segala bidang maka suatu saat itu, jika Indonesia dikelola oleh orang-orang yang paham teknologi dan menjalankan nilai-nilai kebajikan maka, Indonesia akan mencapai puncak kejayaannya.

Seminar tersebut berlangsung meriah, dengan dihadiri para peserta seminar yang dating dari berbagai wilayah Belanda dan Belgia. Panitia sempat menampilkan Tim Nasyid Suara

Keadilan Nederland, yang membuat peserta seminar berkaca-kaca saat didendangkan lagu Indonesia Tanah Air Beta.

inilah.com


Tifatul: Golput Untungkan Partai Besar

INILAH.COM, Pekanbaru - Presiden PKS Tifatul Sembiring kembali menyerukan agar masyarakat tidak golput dalam Pemilu 2009. Sebab, semakin tinggi angka golput, maka yang diuntungkan adalah partai-partai besar yang sekarang berkuasa.

Seruan itu disampaikan Tifatul dalam kampanye terbuka di Gedung Dharma Wanita, Pekanbaru, Riau, Selasa (17/3). "Golput akan hanya memenangkan partai mayoritas saja. Ini merugikan kita semua. Untuk itu pilihlah PKS. Insya Allah kita pasti menang," ucapnya.
Namun sejumlah kader mempertanyakan mengapa hingga saat ini PKS tidak tegas mengusung capres sendiri. "Kita seharusnya yakin mengusungkan capres sendiri. Apakah kita tidak sanggup atau kader kita tidak ada yang bisa jadi capres. Kan banyak kader kita seperti Pak Hidayat atau bapak sendiri," tanya Doni salah satu kader PKS.

Hal senada juga dikatakan Rajina yang berharap jika PKS tidak mengajukan kadernya sebagai capres, minimal ada kader PKS yang menjadi Cawapres. "Paling tidak kita yang harus berkoalisi dengan partai Demokrat, kita yang menjadi Cawapres," ujarnya.

Menanggapi desakan kadernya, Tifatul yang didampingi anggota DPR Chairul Anwar mengatakan PKS akan menampung aspirasi kadernya. "Bila suara kita lebih besar dari Demokrat pada pemilu legeslatif mendatang atau suara PKS diatas 20 persen. Ya kita gantian yang menawarkan pada Pak SBY, bagaimana kalau dari PKS yang jadi presiden, Pak SBY yang jadi cawapres. Gantian!" seloroh Tifatul sambil tertawa lepas.

Setelah berkampanye di Gedung Dharma Wanita, Tifatul dan rombongan akan melanjutkan kampanyenya di lapangan Politeknik Caltex dan menutup dengan pawai akbar di Kota Pekanbaru.


PKS Bekasi Sentuh Langsung Masyarakat

Bekasi (ANTARA News) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bekasi, selama pelaksanaan kampanye terbuka Pemilu legislatif yang akan berlangsung hingga 5 April 2009 menerapkan strategi kampanye simpati yang menyentuh langsung masyarakat, di samping tetap mengikuti aturan yang sudah ditetapkan yakni lapangan terbuka.

"Kami mengusung ide-ide anti-suap, anti-korupsi dan anti-skandal, sehingga kami mengajak warga Kota Bekasi untuk memilih

PKS bagi parlemen yang bersih," kata Humas DPD PKS Kota Bekasi Chaidir Agam kepada ANTARA di Bekasi, Selasa.
Sebagai awal dari strategi itu, kata dia, saat kampanye bersama seluruh partai politik (Parpol) peserta Pemilu hari Senin (16/3), PKS menekankan kampanye damai, tebar senyum, dan peduli pengguna jalan, mengingat kampanye bersama itu mencapai ribuan peserta.

"Kami di PKS sadar bahwa massa kampanye yang melibatkan ribuan orang turun ke jalan mengakibatkan tidak bisa dihindari terjadinya kemacetan. Untuk itu PKS Kota Bekasi sangat menekankan untuk menaati rambu-rambu lalu-lintas," katanya.

Mengenai target kursi DPRD Kota Bekasi melalui Pemilu 2009, ia menjelaskan bahwa berdasarkan kajian target kursi akan naik 40 hingga 50 persen dibanding Pemilu 2004 yang berhasil meraih 11 kursi.

"Saat ini, PKS mempunyai 11 wakil di DPRD Kota Bekasi, dan Insya Allah pada Pemilu 2009 bisa naik 40 hingga 50 persen," katanya.

Pihaknya yakin bahwa target yang diperjuangkan itu bisa terwujud, terlebih di Kota Bekasi kecenderungan yang muncul PKS dianggap menjadi ikon partai yang peduli pada masyarakat dan anti-korupsi.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi dari PKS Ahmad Syaikhu yang melalui Pemilu 2009 ini maju menjadi Caleg untuk DPRD Jawa Barat (Jabar) dari daerah pemilihan (Dapil) Kota dan Kabupaten Bekasi juga yakin, perolehan suara PKS akan meningkat.

"Untuk DPRD Jabar dari Dapil Kota dan Kabupaten Bekasi pada Pemilu 2004 kita bisa menyumbang dua wakil, dan Insya Allah pada Pemilu 2009 kita bisa meningkat sehingga dapat mengutus empat wakil," katanya.

Karena itu, pada kampanye yang dijadwalkan 19 dan 29 April, PKS akan mencoba meraih simpati warga Bekasi, guna mengemban amanah memperjuangkan aspirasi masyarakat agar lebih sejahtera. (*)

ANTARA


PKS Rehat Dulu Ketemu Parpol Lain

INILAH.COM, Jakarta - PKS untuk sementara akan menghentikan pertemuan dengan para pimpinan partai politik yang biasa digelar di DPP PKS. Hal ini, setidaknya akan dilakukan selama masa kampanye terbuka yangt dimulai Senin (16/5).

"Pertemuan di Mampang untuk sementara kita hentikan dulu," kata Presiden PKS Tifatul Sembiring saat pencanangan kampanye damai oleh KPU di hall D PRJ, Kemayoran, Jakarta, Senin (16/3).
Menurut Tifatul, seluruh kegiatan PKS akan difokuskan pada kampanye di seluruh wilayah Indonesia sesuai jadwal yang telah ditetapkan KPU.

Dalam beberapa kali pertemuan yang digelar di DPP PKS Mampang, Jaksel, partai bernomor urut 8 ini telah mengundang Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla, Ketum PPP Suryadharma Ali, Ketum PD Hadi Utomo, dan Ketum PKB Muhaimin.


PKS Soroti Koruptor di Kampanye Damai

INILAH.COM, Jakarta - Presiden PKS Tifatul Sembiring menyerukan rakyat Indonesia agar tidak memilih koruptor demi perbaikan bangsa. Hal ini diungkapkannya dalam orasi mewakili partainya di Deklarasi Kampanye Damai.

"Jangan memilih koruptor," ujar Tifatul saat berorasi di Arena PRJ, Kemayoran, Jakarta, Senin (16/3). Pemilu, imbuhnya, harus memberi perbaikan bagi rakyat dan bangsa Indonesia.
Tifatul juga mengingatkan semua kader parpol peserta pemilu untuk mempertanyakan makna pemilu ini. Jangan sampai berhura-hura dalam pesta demokrasi, tapi tidak bisa berdampak pada perubahan.

"Kami mengimbau, mari kita betul-betul berkampanye dengan damai. Bila ada masalah di lapangan, lebih baik langsung dibicarakan. Jangan sampai berlanjut pada kader masing-masing partai dan berakhir di jalan," kata Tifatul.

Sedangkan dari Partai Golkar, yang berorasi adalah Tantowi Yahya. Musisi country ini menyatakan Golkar milik semua golongan, menjunjung pluralisme, tidak hanya memperjuangkan masyarakat atau golongan tertentu, melainkan semua komponen dan golongan, agar rakyat Indonesia sejahtera.

"Golkar bertekad dalam Pemilu 2009 menjadi pemilih yang adil, bermartabat, berbudaya, jujur dan adil. Mari kita dukung kampanye yang damai," kata Tantowi.

PDIP dalam orasi yang disampaikan Sonny Keraf menyampaikan keluhan yang ada di masyarakat adalah kemiskinan, pengangguran, dan stabilitas harga-harga. "Masalah bangsa yang belum terselesaikan yaitu belum menyejahterakan dan mencerdaskan rakyat," ujarnya.

Sementara Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dalam orasinya menyatakan bangsa ini menghadapi persoalan, belum memiliki kemandirian yang kokoh karena manajemen bangsa yang kurang baik. Hal ini menimbulkan kemiskinan dan pengangguran.

"Ke depan, kita berharap bangsa ini bisa berdiri sendiri untuk menyongsong Indonesia yang lebih baik. Indonesia yang memberikan keadilan," ucap Muhaimin.

Ketua Umum Partai Hanura Wiranto dalam orasinya menyampaikan pemilu adalah momen yang sangat penting. Tujuannya untuk memilih pemimpin yang bisa keluar dari masalah seperti krisis ekonomi. Untuk memperbaikinya, kita perlu pemilu yang jujur, aman dan damai.

"Maka itu, tidak gampang menciptakan pemilu yang tertib damai, dan jujur. Tetapi saya yakin kita bisa menyelenggarakan pemilu yang damai dan berkualitas. Kami mengharapkan KPU tidak memberikan sesuatu apapun yang bisa menodai pemilu 2009. Kami telah melakukan pencegahan dalam Poros Penegak Kebenaran untuk mengawal pemilu dari kecurangan," ujarnya.

Sedangkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon dalam orasinya mengingatkan rakyat butuh perubahan, harga sembako semakin melambung, harga BBM sulit dijangkau, biaya pendidikan mahal, dan pekerjaan sulit didapat.

"Apakah ini keadilan sosial? Kita perlu haluan baru. Gerindra merupakan partai haluan baru. Utang luar negeri akan dihapuskan, kekayaan alam bangsa harus diselamatkan, ekonomi kerakyatan dikembangkan, kemandirian energi lewat energi panas bumi diciptakan," urai Fadli Zon.


Kader PKS Layak Memimpin Bangsa

INILAH.COM, Makassar - Partai Keadilan Sejahtera mengklaim memiliki kader-kader andalan yang memenuhi semua syarat untuk memimpin bangsa. Oleh karenanya, kata Sekjen PKS Anis Matta, sudah saatnya bangsa Indonesia dipimpin oleh politisi kader PKS.

Menurut Anis, ada dua syarat agar sebuah bangsa dapat memimpin dunia, yaitu harus ada pemimpin dan juru bicara. "Kedua syarat ini ada di Indonesia, dan dengan mudah didapatkan dalam diri kader-kader PKS," kata Anis di acara Maulid Nabi Muhammad SAW, di GOR, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Sabtu (14/3).
Karena itu, katanya, kemenangan PKS akan membuat Indonesia menjadi barometer peradaban semua bangsa. Sebab, kemenangan PKS di Indonesia dinilainya sebagai kemenangan nilai-nilai kemanusiaan.

"Kemenangan partai ini juga berarti kemenangan nilai-nilai universal di seluruh dunia. Sehingga semua yang kita lakukan untuk meraih kemenangan di negeri ini adalah bagian dari pekerjaan besar memenangkan peradaban dan nilai kemanusiaan di bumi ini," papar Anis.

Lebih lanjut, ia meyakini bahwa Allah SWT mendidik bangsa Indonesia dengan cara yang unik dan terbaik. Bahwa semua krisis yang melanda negeri ini adalah salah satu cara untuk menjadikan Indonesia menjadi negara yang kuat, dewasa, dan disegani di dunia.

"Karena itu, yang layak memimpin bangsa ini adalah orang-orang yang bersyukur. Orang-orang yang senantiasa bersujud," ujarnya.


DPP PKS Siapkan Serangan Udara

SLAWI, JATENG - Memasuki masa kampanye terbuka, DPP PKS menyiapkan serangan udara ke masyarakat. Serangan tersebut dilakukan dengan memaksimalkan iklan di televisi dan radio.

"Selain serangan udara, kami juga menyiapkan serangan darat dari berbagai arah," kata anggota FPKS DPR RI, Ir Suswono MMA yang juga pengurus DPP PKS, dalam kunjungannya di Kota Tegal, Minggu (15/3).

Menurut Suswono, masa kampanye terbuka yang hanya memberikan waktu dua hari kepada parpol peserta pemilu harus dimaksimalkan oleh PKS.

"Pemilu ini persaingannya sangat ketat. Karena itu, PKS akan memaksimalkan seluruh potensi yang ada," ujar Suswono.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI ini menambahkan, setelah serangan udara mulai dilancarka, DPP PKS akan mengintruksikan seluruh jajarannya dari pusat hingga ranting untuk melancarkan serangan darat, yakni dengan metode direct selling atau pendekatan perorangan.

"Dengan demikian, serangan udara yang dilakukan hasilnya akan maksimal," jelas Suswono.

Suswono menambahkan, partainya sengaja memilih masa kampanye untuk melakukan serangan udara. Pasalnnya, sejumlah partai yang telah mengiklankan partainya sudah mulai kelelahan, baik dana maupun materi serangan.

"Nah karena sudah pada lelah, giliran kita yang menyerang," tambah Suswono.

Menyinggung soal materi iklan tersebut, Suswono mengaku, materi serangan atau iklan yang akan dilakukan partainya akan jauh lebih efektif dan mengena dari iklan-iklan sebelumnya.

” Materi iklan kita jauh lebih mengena,” ujarnya tanpa menjelaskan secara detail materi iklan tersebut.

kabarpemilu.com


Ahmadinejad: Barat Menekan Negara Lain

Teheran, (ANTARA News) - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Senin, mengatakan, Barat berusaha menyelesaikan masalah ekonominya dengan melakukan tekanan atas negara lain.

Ia mengeluarkan pernyataan itu sewaktu memberi sambutan dalam pertemuan besar warga lokal di kota Sanandaj, ibukota provinsi Kordestan barat.IRNA-OANA

Ketika menekankan materialisme telah menghadapi kebuntuan, ia mengatakan, hari ini banyak negara di dunia berusaha kembali ke jalur keadilan dan perdamaian serta pesan yang dibawa utusan Tuhan.

Saat merujuk kepada pertemuan Organisasi Kerja Sama Ekonomi (ECO) baru-baru ini, yang diselenggarakan di ibukota Iran, Teheran, Presiden Ahmadinejad mengatakan semua delegasi yang hadir bertekad untuk melewati krisis saat ini yang diciptakan oleh rejim korup.
Mereka yang telah menciptakan krisis keuangan berusaha mengalihkan masalah mereka ke negara lain, katanya.

Ia juga menyatakan peningkatan keadilan, dipertahankannya hak asasi rakyat yang tertindas, konsolidasi persatuan dan dibuatnya kemajuan adalah tugas utama pemerintah Muslim.

Presiden Ahmadinejad dan anggota kabinetnya tiba di Sanandaj, Senin pagi, dalam lawatan dua hari.

Presiden Iran itu mengunjungi Kordestan pada tahap kedua lawatannya ke berbagai provinsi guna menindak-lanjuti pelaksanaan berbagai proyek yang telah disepakati selama babak pertama kunjungannya ke berbagai provinsi.(*)

ANTARA



PKS Tolak Pandangan CSIS

14 Maret 2009

INILAH.COM, Jakarta - CSIS menganggap mantan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid memberikan efek negatif bagi capres dari kalangan nasionalis. Namun PKS membantah anggapan itu. Hidayat bahkan dinilai cocok bagi siapa pun. Jabatan ketua MPR yang diemban oleh Hidayat adalah buktinya.

“Kalau Pak Hidayat berdampingan dengan tokoh nasionalis, cocok-cocok saja,” kata Preside PKS Tifatul Sembiring usai diskusi ‘Ke Arah Mana Koalisi Pasca Pemilu Legislatif 2009?’ di kantor DPP PKS, Jakarta, Rabu (11/3).
Walaupun para peneliti dari CSIS mengatakan Hidayat tidak cocok berdampingan dengan tokoh nasionalis karena akan menurunkan jumlah suara. Tifatul membela mantan presiden PKS kedua tersebut. “Itukan baru hasil penelitian. Kalau nggak percaya, lihat saja nanti bila beliau jadi presiden atau wakil presiden,” imbuhnya.

Ia menjelaskan Hidayat walaupun dari partai islam, tetapi akan mampu mengimbangi tokoh dari partai nasionalis. “Hal ini terbukti dari jumlah suara dan jabatannya sekarang ini,” pungkasnya.


PKS Merasa Dizalimi Walkot Gorontalo

Gorontalo - PKS merasa dizalimi dengan ucapan Walikota Gorontalo Adhan Dambea. Adhan menuding PKS juga akan melakukan kampanye terselubung jika terpilih menjadi walikota.

Ketersinggungan PKS bermula dari kampanye walikota di depan sejumlah honorer pengajar madrasah dan Taman Pengajian Al Quran pada 2 Februari 2009 di Balai Kartini beredar luas di masyarakat.

Walikota Adhan membantah telah berkampanye dan berdalih hanya ingin mengajak para honorer sama-sama dengan pihaknya untuk memperjuangkan kenaikan honor .
Dalam bantahannya, Adhan mengucapkan kalimat, "kalau saya bicara saat itu sebagai orang partai ya karena saya memang Ketua Golkar. Nanti kalau PKS jadi walikota, mereka juga akan seperti itu."

Kalimat itulah yang membuat DPW PKS Provinsi Gorontalo merasa dizalimi. Mereka menuntut permintaaan maaf dari walikota.

"Kami menilai pernyataan walikota itu mengarah kepada fitnah dan sangat tendesius. Itu sangat mengusik para kader PKS, sehingga kami minta walikota segera minta maaf," kata Ketua DPW PKS Provinsi Gorontalo, Abdurahman Bahmid, Jumat (13/3).

Bahmid menyatakan, jika PKS yang menjadi walikota, PKS membebaskan para pegawai Pemda untuk memilih partai atau calon yang mereka senangi. Tak ada intimidasi seperti yang dilakukan walikota kepada para pegawainya.

Jika walikota tak meminta maaf secara langsung atau melalui media massa, PKS mengancam akan melayangkan somasi dan bahkan memproses kasus tersebut melalui jalur hukum.

inilah.com


Adhyaksa Jurkam PKS untuk Gorontalo


Gorontalo - Adhyaksa Dault, kader andalan Partai Keadilan Sejahtera, dijadwalkam menjadi juru kampanye utama pada kampanye terbuka pemilu legislative di wilayah itu. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Provinsi Gorontalo memastikan rencana itu.

"Kami pastikan Adhyaksa akan datang, karena dia sudah menyetujui. Soal waktu, tinggal menyesuaikan dengan jadwalnya saja," kata ketua DPW PKS Gorontalo, Abdurrahman Bachmid, di Gorontalo, Jumat (13/3).
Bachmid mengatakan, kedatangan Adhyaksa akan menegaskan kembali sikap PKS Gorontalo yang mengajukan Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga itu sebagai calon presiden (capres) dari PKS.

"Meski kami juga mengusung Hidayat Nur Wahid sebagai capres, namun Adhyaksa juga tetap akan diajukan. Ini terkait dengan statusnya sebagai putra daerah Gorontalo yang patut diperjuangkan," kata dia.

Pada kampanye terbuka yang akan dimulai 16 Maret, PKS akan melibatkan semua calon anggota legislatif (caleg). "Kami menargetkan mendapat minimal tujuh kursi di DPRD Provinsi Gorontalo," katanya.

inilah.com


PKS: Duet JK-Hidayat Tak Pernah Ada

13 Maret 2009

INILAH.COM, Jakarta - Pertemuan antara Jusuf Kalla dengan Hidayat Nur Wahid telah melahirkan wacana duet JK-Hidayat Nur Wahid. Namun, 'pertemuan Imam Bonjol' antara Megawati-JK telah memudarkan wacana itu.

"Kita ini sekarang sedang menunggu orang serius karena kita tidak mau lagi mempertaruhkan masa depan bangsa ini kepada orang yang tidak serius. PKS itu adalah gadis ingusan yang tak mau ditipu oleh lelaki hidung belang," kata Wasekjen PKS Fahry Hamzah kepada INILAH.COM di Jakarta, Jumat (13/3).
Fahri mengatakan, duet JK-Hidayat yang sebelumnya digembor-gemborkan sebenarnya tidak pernah ada. "Golkarnya jangan kesemsem dulu lah, kan JK-nya juga tidak jelas sekarang. Sampai saat ini belum ada figur yang punya proposal jelas. Kalau mau dengan PKS jangan cuma modal tampang, modal duit saja," ujarnya.

Fahry menilai, pertemuan JK dan Mega itu masih harus melewati jalan yang panjang. Menurutnya, tidak semudah itu koalisi untuk membangun pemerintah yang kuat. Fahry menilai, pertemuan itu bukan merupakan inisiatif kubu JK.

"Masih panjang perjalan mereka itu. Ini kan masih satu kubu saja. Yang kemarin bermanuver itu kubunya Surya Paloh. Kalau yang ke PKS baru kubunya JK," pungkasnya.


PKS: Pertemuan JK-Mega Omong Kosong!

INILAH.COM, Jakarta - PKS menilai pertemuan Jusuf Kalla dengan Megawati Soekarnoputri hanyalah omong kosong belaka. Menurut PKS, pertemuan itu sama sekali tidak menghasilkan konsep program kepemerintahan.

"Pertemuan itu omong kosong, mengelabui rakyat. Mana proposalnya? Ini malah makan nasi goreng seolah-olah sudah koalisi, apa-apaan?!" cetus Wakil Sekjen PKS Fahri Hamzah dalam dalektika demokrasi 'Banteng-Beringin Merapat, Siapa yang Untung?' di press room, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (13/3).
Fahri mempertanyakan keseriusan PDIP dan Golkar untuk membentuk sistem pemerintahan yang kuat. Menurut Fahri, bukan saatnya sekarang bermain-main, tapi bagaimana konsep jelas menyelesaikan permasalahan bangsa.

"Apa konsepnya? Saya rasa tidak ada pembicaraan yang serius kemarin itu. Janganlah membuat transisi bangsa ini berdarah-darah!," ketusnya.

Menurut Fahri saatnya bertindak secara nyata, bukan mengelabui rakyat. Justru menurutnya, yang perlu diperkuat adalah sistem di parlemen.

Meski begitu PKS, menurut Fahri menyambut baik 5 hasil kesepakatan PDIP dengan Golkar. Tetapi apakah mereka mau mengelaborasikan isi dari kesepakatan itu. "PKS menunggu proposal yang jelas mengenai sistem kepemerintahan yang kuat," tandasnya.


Tifatul: Hidayat Cocok Siapa Saja

INILAH.COM, Jakarta - PKS tidak ingin Hidayat Nur Wahid dikatakan memberikan efek negatif kepada capres dari kalangan nasionalis. Jabatan ketua MPR yang diemban oleh Hidayat, menjadi buktinya.


“Kalau Pak Hidayat berdampingan dengan tokoh nasionalis, cocok-cocok saja,” kata Preside PKS Tifatul Sembiring usai diskusi ‘Ke Arah Mana Koalisi Pasca Pemilu Legislatif 2009?’ di kantor DPP PKS, Jakarta, Rabu (11/3).
Walaupun para peneliti dari CSIS mengatakan Hidayat tidak cocok berdampingan dengan tokoh nasionalis karena akan menurunkan jumlah suara. Tifatul membela mantan presiden PKS kedua tersebut. “Itukan baru hasil penelitian. Kalau nggak percaya, lihat saja nanti bila beliau jadi presiden atau wakil presiden,” imbuhnya.


Ia menjelaskan Hidayat walaupun dari partai islam, tetapi akan mampu mengimbangi tokoh dari partai nasionalis. “Hal ini terbukti dari jumlah suara dan jabatannya sekarang ini,” pungkasnya.


PKS Tak Cari 'Lelaki Hidung Belang'

INILAH.COM, Jakarta - Koalisi antara Golkar dan PKS yang sebelumnya didengungkan akan menduetkan JK-Hidayat Nur Wahid memudar dengan adanya pertemuan Imam Bonjol. Golkar pun dianggap PKS tidak jelas dan tidak serius dengan PKS.


"Kita ini sekarang sedang menunggu orang serius karena kita tidak mau lagi mempertaruhkan masa depan bangsa ini kepada orang yang tidak serius. PKS itu adalah gadis ingusan yang tak mau ditipu oleh lelaki hidung belang," kata Wasekjen PKS Fahry Hamzah kepada INILAH.COM di Jakarta, Jumat (13/3).
Fahri mengatakan, duet JK-Hidayat yang sebelumnya digembor-gemborkan sebenarnya tidak pernah ada. "Golkarnya jangan kesemsem dululah kan JK-nya juga tidak jelas sekarang. Samapai saat ini belum ada figur yang punya proposal jelas. Kalau mau dengan PKS jangan cuma modal tampang, modal duit saja," ujarnya.


Fahry menilai, pertemuan JK dan Mega itu masih harus melewati jalan yang panjang. Menurutnya, tidak semudah itu koalisi untuk membangun pemerintah yang kuat. Fahry menilai, pertemuan itu bukan merupakan inisiatif kubu JK.


"Masih panjang perjalan mereka itu. Ini kan masih satu kubu saja. Yang kemarin bermanuver itu kubunya Surya Paloh. Kalau yang ke PKS baru kubunya JK," pungkasnya.


PKS Resmikan 'Media Center'

Partai Keadilan Sejahtera Kota Depok meresmikan Media Center Pemilu, untuk memberikan akses bagi wartawan dalam memperoleh informasi terkini mengenai Pemilu 2009. Selain itu juga untuk berdiskusi dengan para calon legislatif partai bernomor delapan itu.

"Kami ingin para wartawan bisa memanfaatkan fasilitas ini sebaik-baiknya demi mensukseskan pemilu," kata Ketua DPD PKS Kota Depok Mujtahid Rahman Yadi, usai meresmikan Media Center, di Depok, Kamis (12/3).
Ia mengatakan fasilitas ini sebagai wujud kepedulian PKS agar para pewarta di Depok mengawal berita Pemilu dengan cepat dan memberikan informasi yang benar serta mengajak masyarakat agar tak menjadi golput.

Ruang Media Center berukuran sekitar 5x6 meter itu dilengkapi akses internet, pendingin ruangan, serta ruang pertemuan berkapasitas sepuluh orang di lantai satu di kantor DPD PKS Kota Depok. Nantinya, media center ini akan aktif hingga Pemilihan Presiden Mei mendatang.

Beberapa kegiatan yang telah dirancang di antaranya diskusi dan bedah platform pemilu bersama anggota KPU Kota Depok, Panwaslu, dan caleg. Kemudian disediakan pula update berita lapangan tentang kegiatan caleg, DPC, dan DPD PKS.

Selanjutnya juga akan digelar diskusi mengenai kerawanan-kerawanan pemilu, monitoring dan antisipasi pelanggaran pemilu, dan persiapan menuju pemilu damai.

Dikatakannya sosialisasi Pemilu yang minim akan terbantu dengan adanya media center ini. Pasalnya, wartawan akan menjadi agen pemberdayaan dan pencerdasan politik masyarakat.

Menurut Yadi, pemilu merupakan agenda politik strategis dalam membangun bangsa, membutuhkan partisipasi masyarakat yang optimal. Tanpa peran masyarakat, pemilu akan kehilangan signifikansi dalam menghimpun dan menggerakkan potensi politik warga negara menuju perubahan.

"Untuk mencapai titik optimal partisipasi pemilih dalam pemilu, perlu didayagunakan segala saluran informasi dan komunikasi yang memungkinkan, termasuk didalamnya adalah media massa," katanya.

Media massa, kata dia, memiliki kekuatan signifikan dalam membangun persepsi, emosi, dan opini masyarakat, karena kerap dijadikan rujukan.

"Praktisi media adalah salah satu ujung tombak dalam upaya pencerdasan politik para pemilih dan pemberdayaan politik masyarakat pada umumnya," katanya.


ISLAM, DEMOKRASI DAN PKS

12 Maret 2009

Sumber : Firman Noor

Dalam kiprahnya selama tujuh tahun ini, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dulu bernama Partai Keadilan (PK) telah menjadi ikon tersendiri bagi kehidupan demokrasi bangsa.
Pengamat asing seperti Anthony Buballo dan Greg Fealy (2005) mengakui PKS telah memberikan contoh gamblang tentang bagaimana demokrasi telah dipraktikkan oleh partai yang menjadikan Islam sebagai landasannya.

Catatan penting kedua pengamat Islam dan Indonesia itu bukanlah omong kosong. Komitmen PKS terhadap demokrasi dibuktikan dengan demikian nyata dan terasa. Antara lain melalui sikap resmi partai dan pandangan politik para elitenya.
Refleksi demokrasi
Hingga saat ini PKS mampu memberikan contoh standar tentang implementasi kehidupan demokrasi yang mengedepankan aspek penghargaan terhadap perbedaan dan pluralitas, pengedepanan rasionalitas, serta kesantunan berpolitik sebagai cerminan ketaatan terhadap aturan main. Sikap penghormatan terhadap pluralitas, tidak saja dapat terlihat dari platform partai, namun juga pandangan para tokohnya. Dalam sebuah pertemuan di Australian National University, Hidayat Nur Wahid mengatakan bahwa hakekat kaffah seorang Muslim sejatinya tecermin dari kesediaan dirinya untuk menerima Islam sebagai sebuah ajaran yang menghormati nilai-nilai universal dan keberagaman. Pernyataan semacam ini akan menjadi sekadar lip service jika dalam praktiknya sikap itu tidak terlihat.

Usulan bersama PK dan PAN --yang bergabung dalam Fraksi Reformasi pada DPR periode lalu-- mengenai kebebasan menjalankan ajaran agama bagi seluruh pemeluk agama sebagai alternatif amandemen Pasal 29 UUD 1945, merupakan contoh kecil yang monumental bagi penghormatan terhadap pluralitas. Begitu pula dengan kesedian PKS bekerjasama dengan kalangan lintas agama dan ideologi di dalam pemilihan kepala daerah (pilkada).

Sementara dalam konteks rasionalitas, PKS tidak segan menawarkan sebuah solusi jernih dan bersikap kritis, meski itu berarti harus bertentangan dengan kelompok mayoritas. Hal itu misalnya terlihat dari sikap Fraksi PKS di DPR yang menolak kenaikan tunjangan anggota DPR. Pada pemerintahan lokal, sikap ini terlihat dari penolakan untuk menghambur-hamburka n uang rakyat. Misalnya kasus pengembalian uang kadeudeuh di Jawa Barat, penolakan tunjangan Dewan hingga ratusan juta di Banten, dan pengembalian uang siluman di Sumatera Selatan.

Sementara sikap kritis tecermin pada penolakan LPJ kepala daerah di berbagai wilayah yang kinerjanya kurang memuaskan --dimana kebanyakan dari kasus itu wakil PKS menjadi 'sendirian'. Hal itu memperlihatkan penggunaan nurani dan rasio, seperti keberpihakan kepada kepentingan rakyat.Semua idealisme itu dibungkus dalam sikap yang mengedepankan kesantunan berpolitik, baik di dalam maupun di luar parlemen. Hingga satu dekade keberadaannya di pentas nasional maupun lokal, PKS mampu menjaga dirinya untuk tidak terpancing melakukan tindakan anarkis. Kenyataan yang merefleksikan sikap menghargai aturan main, sebagaimana yang dipersyaratakan oleh kehidupan demokrasi, telah menjadi sebuah milestone bagi partai yang kerap diidentikan dengan gerakan Ikhwanul Muslimun di Mesir ini.

Kartu as
Sebagai sebuah partai yang menjadikan Islam sebagai asasnya, PKS menunjukan bahwa pergaulan Islam dan politik dengan demokrasi, tidaklah sehitam yang dituduhkan. Dengan karakter pemahaman yang khas mengenai peran agama dalam kehidupan --termasuk didalamnya kehidupan berpolitik-- PKS memandang demokrasi sebagai realitas objektif.

PKS memandang demokrasi sebagai media yang efektif dalam menerapkan idealisme dan terciptanya sebuah kondisi yang terbaik berdasarkan kehendak dan kepentingan bersama (general will). Sehingga berbeda dengan tuduhan banyak pihak, demokrasi justru telah menjadi sebuah 'kartu as' bagi kiprah politik partai yang mendapatkan dukungan relatif meluas di kalangan terpelajar ini.

Dan dalam upayanya ini, PKS tidak saja berhasil memberikan contoh yang baik namun juga menimbulkan simpati dan image positif. Tidak saja bagi kalangan internal umat Islam namun juga dari beragam kalangan. Dukungan beragam kalangan kepada kandidat kepala daerah yang diusulkan PKS --baik dari kalangan NU, Muhammadiyah, non-Muslim, bahkan dari pengurus PDIP Pro-Mega. Misalnya di Sumatera Utara ataupun Depok.

Pilihan memandang demokrasi sebagai strategi bukanlah sesuatu yang asing, mengingat pandangan aktivis pergerakan dan juga pemikir muslim seperti Hasan al-Banna ataupun Mohammad Natsir, yang menyatakan demokrasi tidak mesti dipandang melulu sebagai sebuah jalan hidup (way of life). Di dalam batasan ini, tidaklah salah jika PKS menempatkan dirinya sebagai demokrat dalam konteks praktis ketimbang sebagai jalan hidup. Meski dalam situasi seperti ini kerap memunculkan spekulasi tentang hadirnya sebuah demokrasi yang tegak tanpa adanya demokrat (democracy without democrats), sebagaimana dilansir Ghasan Salame (1994). Namun yang pasti, PKS dalam kiprah politiknya telah dengan sadar mempraktikkan model demokrasi dan hal ini diakui oleh banyak pihak.

Mengharapkan konsistensi
Sikap PKS ini telah memberikan harapan bagi perkembangan demokrasi pada khususnya dan perbaikan kehidupan berbangsa dan bernegara pada umumnya di Tanah Air. Kondisi ini memunculkan sebuah harapan akan adanya konsistensi sikap PKS. Harapan itu tentu bukan sesuatu yang mudah diwujudkan. Sebab hakikat demokrasi belum seutuhnya dapat diterima seluruh kalangan di pelosok negeri, hingga perlunya menjaga ketahanan mental dan kesabaran tinggi.

Selain itu, secara internal kepartaian, perdebatan tentang posisi ideologis demokrasi dan tarik ulur kepentingan strategis dengan segenap konsekuensinya --yang berpotensi untuk dirasakan terlalu moderat bagi sebagian pendukungnya- - memberikan peluang terhadap situasi setengah hati bagi perkembangan dan pelaksanaan demokrasi di kemudian hari. Kondisi ini dipersulit dengan kecenderungan 'wajar' sebuah partai untuk berubah sikap ketika sudah menjadi bagian dari kekuasaan.

Studi Daniel Brumberg (1997) yang mengambil kasus beberapa Partai Islam di Timur Tengah, sampai pada sebuah kesimpulan bahwa kecenderungan untuk mengubah orientasi terlihat manakala sebuah partai Islam dan para elitenya telah berada di lingkar dalam kekuasaan. Dengan demikian, pertanyaan yang cukup mendasar ialah sampai sejauh mana PKS dapat menjaga sikap demokratnya ditengah godaan kekuasaan, lingkungan politik yang masih kurang ramah terhadap 'demokrasi rasional', serta perdebatan idelogis di dalam tubuh partai. Tantangan seperti ini bukannya tidak disadari oleh PKS. Kenyataan bahwa PKS merupakan metamorfosa dari sebuah gerakan dakwah, memang menuntut kedewasaan sikap dan pemikiran dalam menyikapi situasi yang terus berkembang. Dan PKS tampak cukup cerdas mengambil pelajaran dari pengalaman partai-partai Islam dan situasi politik nasional saat ini.

Tak kurang Presiden Partai Tifatul Sembiring dengan arif menengarai perlunya kesadaran untuk tetap menjaga konsistensi dalam sikap positif, sembari menyadarkan pentingnya beradaptasi dengan situasi baru, di mana PKS sejatinya telah menjadi bagian dari elemen pembuat kebijakan. Dalam pesannya itu, sejatinya sang presiden mengajak partainya untuk bersikap lebih akomodatif dan realistis. Itu dapat diartikan terus melanjutkan sikap demokrat, tanpa harus kehilangan jati dirinya sebagai partai yang memperjuangan nilai-nilai religius keislaman. Adanya kesadaran seperti itu membuat peluang PKS untuk terus mewarnai kehidupan bangsa melalui demokrasi, berpotensi kuat untuk tetap terjaga.

Sejarah bangsa sendiri telah mencatat kiprah Masyumi yang mampu memertahankan konsistensinya sebagai monumen pembela demokrasi yang tangguh, sebelum akhirnya dibubarkan akibat tekanan situasi politik dan penguasa. Dan dengan segenap pandangan politik dan kiprah PKS sampai kini, bukan tidak mungkin jika catatan sejarah tentang kiprah positif partai Islam di tanah air akan terulang.








Cerita Bang Antho

Kiprah Kami

Seputar Politik

 

© Copyright PKS NONGSA 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by PKS NONGSA.