MOTIVATOR ASIA
HIGH PRECISION TOOL

Mau Kemana???




  

Antho Bandara
 Budayawan






Suatu Siang, setelah motor saya parkir, sayapun berjalan kaki di sepanjang trotoar pertokoan. Sampai akhirnya memasuki pekarangan sebuah hotel. Sayup-sayup saya mendengar suara tepuk tangan dari arah atas. Ternyata seseorang yang saya kenal, tengah duduk-duduk di balkon hotel. Terkesan Ia meminta saya menunggunya. Nampak jelas dari gerakan tangannya.

Sayapun terpaku beberapa saat. Sampai Akhirnya Lelaki setengah tua yang saya kenal sebagai seorang pejabat itu keluar dari pintu depan ruang lobi hotel.

" Mau kemana?..,"tanyanya mengawali pembicaraan. Kamipun terlibat basa-basi dalam obrolan, sambil ia jelaskan kalau dirinya sedang bermalam di hotel tersebut dan lusa baru meninggalkan Batam untuk kembali ke Jakarta.

Diantara Dialog dengannya ada hal yang cukup manis untuk diingat dan diterjemahkan. Yaitu,"Kamu kelihatan kecil saya lihat dari atas,"katanya seraya menunjuk keatas tempat kamar dia bermalam. "Bapak juga kecil saya lihat dari bawah,"balas saya kemudian. "Tapi kalau sudah berdekatan begini, saya dapat melihatmu dan mendengarmu dengan jelas,"tambahnya lagi. Sampai akhirnya saya segera izin pamit meninggalkannya.

Dari Dialog tersebut, dapat kita ambil I'tibar bahwa jarak yang terbentang jauh atau menjulang tinggi diantara dua orang yang saling memandang tentulah terlihat kecil dan serba kurang jelas. Begitu juga jika diartikan dengan seorang pemimpin dan orang yang dipimpin, akan saling memandang kecil apabila tidak ada kedekatan.

Dengan kata lain, si pemimpin tidak mau turun mendekat kepada orang yang dipimpin. Maka, selamanya tidak akan terjalin hubungan saling menghormati, tidak akan terwujud kemesraan demi kepentingan bersama. Bahkan suara yang datang dari jarak jauh pun tidak dapat diterima dengan baik. Ibarat Pesan yang samar untuk dipahami. Hingga bisa merusak perhubungan yang sudah terbina.

Batam, 16 September 2012
PESAN

0 Response to "Mau Kemana???"

Poskan Komentar