News Update :

Entri Populer

Seputar PKS

Taujih

Long Weekend, Aleg PKS Tertangkap Kamera Sedang "Bermesraan"?

31 Maret 2013

Sangatta (PKS Nongsa) - Libur panjang seringkali digunakan oleh banyak orang untuk berlibur, keluar kota dan bertamasya ke tempat-tempat wisata. Apalagi bagi golongan orang se level pejabat, pasti sudah ada agenda-agenda untuk keluar kota mengingat kesibukannya selama hari kerja sungguh padat, maka wajar jika hari libur mereka habiskan untuk berlibur. Namun justru aneh yang terjadi dengan Mansur, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Kutai Timur dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini. Bukannya berlibur bersama keluarganya tapi malah ber’mesra’an dengan kader partainya di sebuah masjid.

Bersama seluruh kader PKS, Mansur tertangkap kamera sedang ber’asyik-masyuk’ mengikuti tahapan demi tahapan acara untuk ber’mesra’an dengan Tuhannya. Seperti yang nampak pada gambar, Mansur dengan perhatiannya menyimak tausiah yang disampaikan oleh Ustadz. Husni Harras yang pada malam ini, Sabtu, 30/03, didaulat untuk menyampaikan tausiah di depan para kader dakwah PKS di masjid Daarussalaam, Sangatta.

Tidak hanya itu, sebagai mana pengamatan tim media di lokasi, Mansur, Anggota Dewan yang kental dengan logat Makasarnya ini justru menghabiskan malam ini dengan memperbanyak tadarrus Al-qur’an sampai kemudian kantuk datang, ia pun mulai beranjak tidur namun tidak pulang ke rumahnya melainkan tidur di atas ubin lantai masjid bersama dengan kader yang lain. Di sepertiga malam iapun tampak menghabiskan waktu dengan sholat sampai datang subuh. Sehabis sholat subuh media berusaha untuk bertanya kepadanya tentang kegiatan seperti ini, namun jawabannya datar saja, seolah ini hal biasa yang harus dilakukan kader PKS apalagi orang seperti dia.

“Biasa. Untuk sarana ibadah, kita kan partai yang hanya bermodalkan doa.” Selorohnya sambil tertawa ringan.


)|( PKS NONGSA | SIAP MENUJU TIGA BESAR )|( 
App Android Klik Disini

Pendidikan Politik ala PKS Piyungan, PKS TV, dan Kompasiana

Oleh: Dimyat Aa Dym | Kompasiana

Dalam konteks perjalanan dan pembelajaran berdemokrasi yang sedang berlangsung di negeri kita tercinta seperti yang sedang terjadi saat ini, pendidikan politik menjadi sesuatu yang menarik dan penting untuk kita pelajari dan dikembangkan, baik sebagai pelajar, mahasiswa, guru atau dosen serta warga negara yang baik sehingga output dari proses demokratisasi yang yang sedang terjadi dalam bangsa ini menghasilkan masyarakat berperadaban sebagaimana yang kita harapkan.

Dalam kosa kata Islam disebut dengan masyarakat madani (civil society) atau bahasa kitab sucinya baldatun thoyyibatun warobbun ghofur. Atau ada juga orang PKS menyebutnya dengan istilah “mihwar daulah” era dakwah yang menegara, coba perhatikan berbeda sekali penyebutannya dengan Hizbut Tahrir Indonesia yang keukeuh dengan istilah khilafah islamiyah, dengan tidak menerima konsep demokrasi atau kelompok yang menamakan dirinya penganut Salafi yang membidahkan demokrasi, disinilah terlihat keislaman orang PKS lebih moderat dibandingkan dengan kelompok “garis keras” yang ada.

Sehingga masyarakat Indonesia mulai mengikis kekhawatirannya atas PKS yang disebut-sebut sebagai kelompok yang akan mengiring masyarakat menuju Negara Islam Indonesia, sebagai bukti bisa disimak dalam diskusi MATA NAJWA antara Anis Matta dan Najwa Shihab beberapa waktu lalu di Metro TV dengan judul “Metamorfosa PKS Part 3″.

PKS adalah salah satu partai yang paling peduli serta konsen dengan konsep pandidikan politik baik bagi anggotanya maupun masyarakatnya secara umum. Meski partai lain pun saya yakin melakukan hal demikian meski dengan cara yang sama atau berbeda dengan  PKS.

Dengan berpijak kepada realita di lapangan bahwa media mainstream (Koran, Majalah, Media Online, dan Televisi) saat ini yang kurang “bersahabat” dan cenderung menonjolkan berita-berita yang kurang mendidik terutama ketika dikaitkan dengan partai yang satu ini (perhatikan buku “Masihkan PKS Bermasa Depan” karangan Erwyn Kurniawan Bab  12 berjudul “PKS dan Jurnalisme Su’uzhon”).

Dalam situasi demikian, tampillah PKS dengan dengan sosial medianya melalui para kader, simpatisan maupun orang yang tergerak dan terpanggil karenanya. Mereka sangat ketara sekali pergerakannya terutama dengan adanya 3 media mereka sebagai sarananya yaitu : PKS Piyungan, PKS TV dan Sosial Media (Sosmed) lainnya baik berupa twitter, facebook dan blog pribadi maupun blog bersama seperti di www.kompasiana.com.

Dengan hadirnya 3 media tadi di atas seolah menjadi menu tersendiri di tengah dahaga informasi yang melanda mereka saat ini, bagi para kader PKS, simpatisan dan orang yang peduli dengannya sehingga ketiga media tadi menjadi alternatif bagi suplai informasi yang akan menjadi energi mereka untuk bekerja terutama dalam menembus 3 besar di pemilu 2014 nanti.

Disisi lain dalam khasanah pemikiran mereka ketika membaca dan mengikuti berita-berita yang tidak sesuai dengan fakta atau fitnah maka berita dusta atau fitnah itu yang seharusnya untuk dihindarkan atau tidak dibaca karena dengan membaca atau mengikutinya itu akan melemahkan semangat dan motivasi mereka yang pada akhirnya melemahkan kerja dakwah mereka.

Pemikiran tersebut saya temukan dalam salah satu buku yang menjadi salah satu pedoman mereka berjudul “Riwayat Ulama Besar Imam Syafi’i” dan itu ternyata sebuah perkataan salafus sholeh pada zaman dahulu sebagaimana pernah diriwayatkan pula oleh Al-Wazir :

Pada suatu hari Imam Syafi’i keluar dari pasar Al-Qonadil di Mesir, tiba-tiba saat itu ada seorang mencerca dan mencaci maki terhadap seorang lain yang ahli ilmu, maka beliau segera berpaling kepadaku seraya berkata, “Bersihkanlah pendengaranmu dari mendengarkan perkataan yang keji, karena yang mendengarkannya itu termasuk bersekutu (berserikat) dengan yang mengucapkannya”.

Inilah ternyata yang menjadi rahasiah mereka para pegiat PKS dalam menyikapi pemberitaan miring media mainstream terhadap PKS. Sehingga PKS Piyungan, PKS TV dan Sosial Media (Sosmed) lainnya tetap eksis.

Ditambah dengan hadirnya sosok Presiden PKS ke-5 saat ini Anis Matta yang menjadi penambah fenomena tersendiri di kalangan pemimpin, kader, simpatisan dan orang yang peduli dengan pemikiran politik PKS dalam mengelola dan membawa bangsa ini kepada kehidupan yang lebih baik, lebih adil dan lebih sejahtera.

Hal ini bisa kita buktikan dalam kutipan pidatonya di bawah ini :

“… Inilah teori kita tentang Indonesia. Dan saya kira dulu, kira-kira 16 tahun, menurut cerita Soekarno sendiri. Sebelum kemerdekaan. Ia mencoba menemukan, semua titik kesepakatan bersama yang bisa menjadi alat pemersatu bagi bangsa Indonesia. Soekarno menyadari bahwa kita ini tumbuh dari ideologi yang sangat berbeda. Dan ada yang menarik dalam sejarah ini. Para pemikir, ideolog-ideolog, terutama tiga ideologi yaitu Islam, sosialisme dan nasionalisme, berguru pada satu orang yang sama. Namanya Cokroaminoto. Dari sini ada murid yang bernama Soekarno, yang nanti mengembangkan ide nasionalisme tetapi dia juga mewarisi ide dasar sosialisme itu. Dari sini juga lahir nanti pemikir Islam yang namanya KH Agus Salim. Tapi dari sini juga nanti tokoh-tokoh merah Indonesia. Ada Muso dan ada Alimin. Lahir dari guru yang sama. Jadi begitu ingin merdeka, Soekarno berfikir bahwa kita membutuhkan alat pemersatu, dan biarlah orang-orang ini dengan ideologinya sendiri-sendiri. Tetapi kita membutuhkan sebuah kesepakatan bersama. Kesepakatan itulah yang kemudian dirumuskan dalam bentuk Pancasila. Di situ (Pancasila) ada Islam, di situ ada pluralisme, disitu ada nasionalisme disitu ada demokrasi berbasis Indonesia, di situ ada sosialisme. Tapi yang menarik adalah kata Soekarno, jika Pancasila ini kita peras, peras dan peras menjadi hanya satu kata, maka satu kata itu adalah artinya gotong-royong.”

PENDIDIKAN POLITIK ALA PKS PIYUNGAN

PKS Piyungan yang dikelola oleh struktur PKS sekelas kecamatan atau DPC di PKS telah menulis sama dan senada dengan kisah Imam Syafi’i di atas dengan rujukan yang lebih kuat dan lebih tinggi yakni diambil dari sumber utama Kitab Suci Al-Quran dan masih dari rangkaian pidato sang Presiden PKS :

“ …… Tahukah antum semuanya apa karunia Allah swt kepada kaum muslimin sebelum perang Badr berlangsung? Tahu karunianya? Dikasih tidur. Jadi malam hari keesokan pagi ketika perang Badr akan berlangsung, malam harinya hujan rintik-rintik turun, hawanya dingin, kaum muslimin dikasih tidur. Tidurnya nyenyak. Mereka tidak memikirkan bahaya yang akan mereka hadapi besok. Seakan-akan yang mereka hadapi besok ini adalah sebuah funny game. Permainan yang lucu. Bukan sebuah dangerous game. Dikasih tidur. Begitu mereka bangun pagi, mereka segar.Orang-orang Quraisy tadi malam pesta pora. Makanya kurang tidur. Waktu mereka bangun pagi-pagi, mereka tidak segar. Nah begitu berhadapan, baru mereka sadar.Ikhwah sekalian, karena itu kita juga percaya bahwa dengan cara menidurkan mereka itu Allah swt menanamkan persepsi kepada kaum muslimin bahwa musuh yang akan kamu lawan ini tidaklah sebesar yang kamu duga…”

PENDIDIKAN POLITIK ALA PKS TV

Meskipun para petinggi PKS belum ada yang mempunyai media massa seperti TV One, Metro TV, dan MNCTV tetapi PKS memiliki PKS TV walaupun jam dan media tayangnya tidak semassif TV di atas.

PENDIDIKAN POLITIK ALA SOSMED : KOMPASIANA

Pendidikan politik ala jejaring blog bersama seperti di Kompasiana menarik menurut saya karena dengan model blog bersama seperti ini kita dapat berinteraksi secara lintas batas, lintas aggota, lintas pemikiran sehingga bagi orang PKS sendiri bisa secara lebih leluasa berekspresi disini, tentunya dengan siap beradu argumentasi yang cerdas sehingga dengan adanya media ini pendidikan politik di Indonesia akan semakin maju, manfaat akan kembali kepada para penulis dan partai-partai yang ada serta kepada perbaikan bangsa dan negara kita sendiri, insya Allah.

Wallahu A’lam, Semoga bermanfaat, Salam Kompasiana dari saya :


*http://politik.kompasiana.com/2013/03/21/pendidikan-politik-ala-pks-piyungan-pks-tv-dan-kompasiana-538952.html

)|( PKS NONGSA | SIAP MENUJU TIGA BESAR )|( 
App Android Klik Disini

Pindah Panggung Dua Presiden

PKS Nongsa - Sabtu, 30 Maret 2013 merupakan hari yang unik, ini menurut pengamatan saya. Hal ini dikarenakan pada hari itu ada "tragedi" yang terjadi pada dua partai politik di indonesia. Kedua partai ini baru saja mendapat "prahara" namun menyikapinya dengan cara yang berbeda. Partai yang pertama adalah partai Islam terbesar di negeri ini yang bertekad untuk memperluas ceruk pasar pemilih dengan mendeklarasikan diri sebagai partai terbuka. Partai yang kedua adalah sebuah partai sekuler yang pada hari tersebut sedang mengadakan Kongres Luar Biasa di pulau Dewata. 
 
Kembali pada persoalan "tragedi" pindah panggungnya dua Presiden, baik akan di jelaskan. Tragedi pertama, itu hanya diksi saya, tepatnya fenomena, Presiden PKS Anis Matta yang sedang berorasi di hadapan ribuan kader dan simpatisan pada acara deklarasi calon gubernur Sumsel. Di tengah orasi sedang berlangsung tiba tiba hadirin dari ibu ibu protes bahwa suara kurang jelas, pikir saya sih kaum ibu juga ingin melihat presidenya dari dekat saja, selanjutnya setelah beberapa kali ganti mikrophon akhirnya presiden pindah panggung yang semula di bagian depan hadirin berpindah di tengah tengah antara hadirin laki laki dan hadirin perempuan, sontak saja para wartawan dan photografer serta kameramen ikut bergerak pindah mengikuti sang orator "Soekarno Muda" Anis Matta. Suasana riuh sejenak dan orasi pun berlanjut, protes ibu ibu pun berhenti. 
 
Tragedi pindah panggung yang kedua adalah pada sore itu terkabar di berbagai media tentang pindah panggung Presiden Republik Indonesia menjadi Ketua Umum Partai Politik. Miris memang, seorang presiden yang beberapa waktu lalu meminta mentrinya untuk fokus pada pekerjaanya dan jangan sibuk mengurusi partai, oleh karenanya hal tersebut boleh lah berlaku juga pada presiden? 
 
Mencermati tragedi ini sudah selayaknya kita semua masyarakat Indonesia Menuntut bahwa tahun 2014 agar presiden partai islam tersebut "Pindah Panggung" menjadi Presiden RI. Semoga!

http://www.pksbanyuasin.com


)|( PKS NONGSA | SIAP MENUJU TIGA BESAR )|( 
App Android Klik Disini

Bantahan Terhadap Fitnah #smsLHI dari Penjara | By @bayprio


1 Barusan gak sengaja nemu twit dari beberapa akun bahwa LHI kirim Sms dari penjara. #smsLHI

2 Coba sy search dgn kata kunci LHI SMS, di dpt akun, sy scroll yg pertama kirim dari @ulinyusron :) #smsLHI

3 Saya seacrh dgn kata kunci yg lain "Luthfi SMS" didapat juga nama @ulilyusron. #smsLHI

4 Secara hukum, "Tersangka" gak boleh kirim sms, BBM, telp, jalan2 ke bali, dll. #smsLHI

5 Info dari sumber terpercaya, perangkat telko LHI sdh di sita utk melengkapi penyidikan. #smsLHI

6 Dan utk melengkapi penyidikan, orang2 dekatnya juga di sadap. Sangat beresiko meminjamkan LHI alat telco. #smsLHI

7 Lalu dari mana @ulinyusron dpt info bahwa LHI kirim sms? Ini kasus suap sedang disorot loh. #smsLHI

8 menurut saya, menuduh LHI kirim sms dari penjara, sama saja menuduh @KPK_RI lalai. #smsLHI

9 Knp @KPK_RI lalai? Krn tdk menyita perangkat telko LHI. Nyatanya disita kok. @dennyindrayana @ulinyusron

10 Baiklah, kita balik ke tuduhan benarkan LHI kirim SMS? Dari nomor berapa & siapa yg dituju, krn ini pelanggaran.

11 Tersangka yg sdh di penjara, gak boleh punya alat2 telko. Meski ditemukan para pengedar narkoba dari penjara punya itu. #smsLHI

12 saya lihat LHI itu taat hukum, kooperatif ditahan KPK, meski LHI gak ngerti tuduhan2 suapnya. #smsLHI

13 sdgng dpt musibah & fitnah, jangan lagi dituduh atau disangkakan lagi dgn tuduhan yg mengada2

14 Azas kita praduga tak bersalah, biarkan KPK selesaikan tuduhan suap itu. Jgn ditambah isu Sms. #smsLHI

15 Isu #smsLHI dari penjara mungkin hoax, namun ini dibaca byk orang folowernya @ulinyusron.

16 Mungkin @ulinyusron dpt info hoax tentang SMS dari LHI. Atau mungkin benar?

17 Apa isi #smsLHI menurut twit @ulinyusron, ini: pic.twitter.com/9vm9l0izxh

18 Ini juga. @ulinyusron #smsLHI pic.twitter.com/rSh2Ps8XkM
19. Baik, kita lihat. Sebenarnya itu kalimat siapa sih? Apakah benar dari LHI? #smsLHI

20. Betul,... itu kalimat LHI yg di ucapkan ketika dijenguk DPW PKS Maluku. Ditulis Abu Umar 22 Maret. #smsLHI

21. Ditulis dalam perjalanan dari Jakarta ke Maluku oleh oleh abu Umar. Jadi bukan #smsLHI dari penjara.

22. Apakah penulisan Pengalaman Pertemuan DPW PKS maluku dgn LHI di guntur melanggar UU ? #smsLHI

23. Kesan bertemu ini ditulis oleh staff DPW maluku di link ini sminggu yg lalu: http://ow.ly/jodS5

24. Sila @ulinyusron cek link ini, ditulis minggu yg lalu: http://ow.ly/jodS5  | kalimat2 di link ini disangka #smsLHI

25. Smoga kita diberikan kemudahan dlm segala urusan & dijauhkan dari prasangka. Thx bro @ulinyusron

 
* https://twitter.com/bayprio


)|( PKS NONGSA | SIAP MENUJU TIGA BESAR )|( 
App Android Klik Disini

PKS: Pilgub Jateng Ujian Tertinggi

Solo (PKS Nongsa) - Meskipun jagonya sukses memenangi Pilgub Jabar dan Sumut, PKS belum puas jika belum meraih hasil serupa di kandang banteng, yakni Jateng. Jateng dinilai sebagai batu ujian tertinggi. PKS yakin, jika mampu mematahkan mitos dominasi merah (PDIP) di Jateng, maka kemenangan itu akan menjadi tiket emas bagi PKS menuju tiga besar di Pemilu 2014.

"Pilkada Jateng ini ibarat tiket emas sekaligus batu ujian tertinggi bagi PKS. Jika di Jateng ini kita menang, maka di Pilkada di daerah lain akan demikian juga. Kemenangan ini nanti akan menjadi jalan bagi PKS menuju tiga besar di Pemilu 2014," ujar Ketua DPP PKS, Bodi Dewantoro, Minggu (31/3/2013).

Dalam Pilgub Jateng yang akan digelar pada 26 Mei mendatang, PKS bersama lima parpol lainnya mendukung pasangan Hadi Prabowo - Don Murdono. Pasangan tersebut akan berhadapan dengan petahana Bibit Waluyo yang berpasangan dengan Sudjiono yang didukung Partai Demokrat, Partai Golkar dan PAN.

Calon lain yang paling diperhitungkan oleh PKS adalah pasangan Ganjar Pranowo - Heru Sujatmoko. PKS bukan tanpa alasan menempatkan pasangan tersebut sebagai lawan terberat karena diusung oleh PDIP. Sedangkan Jateng selama ini dikenal sebagai 'kandang banteng' karena merupakan daerah basis utama pendukung PDIP.

"Dalam Pilgub (di Jateng) ini kita punya misi penting untuk mematahkan mitos bahwa Jawa Tengah, khususnya Solo, adalah basis merah (PDIP)," tegasnya.

Untuk kepentingan itu, PKS akan memanfaatkan acara milad PKS ke-15 yang akan dipusatkan di Solo pada 20-21 April mendatang. Acara yang akan dihadiri 5.000 pengurus PKS dari seluruh Indonesia itu dinilai merupakan momentum tepat bagi PKS untuk merapatkan barisan menghadapi Pilkada di sejumlah daerah, terutama di Jateng, untuk menuju kepentingan lebih besar yaitu Pemilu 2014.

* http://news.detik.com/read/2013/03/31/180720/2207684/10/menang-di-sumut-dan-jabar-pks-pilgub-jateng-ujian-tertinggi

)|( PKS NONGSA | SIAP MENUJU TIGA BESAR )|( 
App Android Klik Disini

CR7: "Banyak yang Tak Percaya Kalau Saya Mengagumi Al-Qur'an"

@IRNewscom I Portugal: SIAPA yang tidak kenal dengan pesepakbola Cristiano Ronaldo. Meski beragama Katolik yang taat, pemain ganteng asal Portugal ini selalu membela Islam dan menyukai ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.

Sekedar diketahui, Cristiano Ronaldo lahir di Funchal, Madeira, Portugal, 5 Februari 1985 silam. Ia merupakan seorang pemain sepak bola Portugal.

Ronaldo dapat berposisi sebagai bermain sebagai sayap kiri atau kanan serta penyerang tengah. Kini Ronaldo bermain untuk tim Spanyol, Real Madrid dan untuk tim nasional Portugal. Sebelum bermain untuk Real Madrid, ia pernah bermain di Sporting Lisboa dan Manchester United (MU). Pemain yang kerap bernomor punggung 7 di lapangan hijau ini juga akrab dengan sebutan CR7, gabungan dari inisial namanya dengan nomer punggungnya.

Beberapa waktu yang lalu, media terbesar dan terpercaya Spanyol 'Marca' memberitakan jika rekan Ronaldo satu timnya, Mesut Ozil, pemain muslim asal jerman yang berdarah turki ini, memberi kesaksian, Jika Cristiano Ronaldo sudah hapal huruf hijaiyah, dan juga sudah hapal surat favoritnya, yaitu surat Al- Fatihah.

Ronaldo membenarkan kesaksian dari Ozil, "Banyak yang tidak percaya kalau saya mengagumi Al-Quran, tapi memang begitulah kenyataannya, setiap Ozil membaca Al-Quran, saya senantiasa merasa damai, dan hati saya pun menjadi sejuk," kata Ronaldo kepada Media Spanyol.

Mesut OziL juga membenarkan perkataan Ronaldo, "Cristiano Ronaldo selalu menunggu saya selesai Sholat di rest room, saya tahu dia ingin mendengar saya mengaji," timpal Ozil.

Cristiano Ronaldo, kembali berkata, "Saya sudah hafal Al-Fatihah, mungkin nanti saya akan minta diajarkan berwudhu, saya sangat senang," kata Ronaldo.

Bahkan, CR7 sangat senang mendengarkan Ozil membaca Al-Quran sebelum bertanding dan merasa yakin Real Madrid menang di pertandingan, jika sebelum pertandingan, Ozil membaca Al-Quran. [dbs, Fer-12]

* http://www.indonesiarayanews.com/news/sepak-bola/03-29-2013-03-20/cristiano-ronaldo-kagumi-al-quran-hafal-al-fatihah-senang-berwudhu

)|( PKS NONGSA | SIAP MENUJU TIGA BESAR )|( 
App Android Klik Disini

"Saya Masih Seperti Yang Dulu"

Sibolangit (PKS Nongsa) - Rangkaian acara Rakerwil PKS Sumut dihadiri oleh salah satu kadernya Gubernur Sumatera Utara H. Gatot Pujo Nugrojo, ST yang baru baru ini memenangkan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara yang digelar 7 Maret lalu.

Ada yang unik dari sesi acara ini sebelum memberikan tausyiahnya Gatot sempat berbisik kepada ketua DPW PKS Sumut Muhammad Hafes agar menyampaikan pesannya kepada para hadirin. "Mas Gatot tetaplah mas Gatot. Gatot Pujo Nugroho yang dulu dan sekarang dan yang akan datang, mas Gatot masih seperti yang dulu" ujar Muhammad Hafez saat membuka sesi tausyiah. Pesan itu sontak disambut tepuk tangan dan kegembiraan oleh seluruh pengurus.Tampak ekspresi wajah Gatot yang tersenyum dan tersimpuh malu saat pesan itu disampaikan dihapadan para pengurus yang berhadir..

“Tujuan dari da’wah adalah sampai tidak ada lagi fitnah dan semua urusan dikembalikan kepada sistem yang bersumber dari Allah SWT” seru Gatot dalam tausyiahnya dihadapan pengurus DPW dan DPD PKS se-Sumut yang mana sesi ini dimulai pukul 20.30 wib bertempat di Aula Hotel Hill Sibolangit (3/31).

Gatot juga mengingatkan kepada para pengurus bahwa dakwah ini harus meyeluruh, maka seiring perjalanan dakwah tadi da’i diminta untuk mengisi pos-pos dakwah yang menuntutnya untuk tampil diera sosial kemasyarakatan.

Dalam perjalanan dakwah ini tentu banyak ujian yang dihadapi. Gatot mengajak para pengurus agar memaknai ini semua untuk kedewasaan maknawiyah, fikriyah, dan amaliyah sehingga misi dakwah untuk membawa kepada perubahan ditengah masyarakat dapat terwujud.

“Mimpi kita hari ini adalah kenyataan esok hari” seru Gatot yang kemudian disambut pekikan Takbir dari seluruh pengurus menambah semangat dan optimis untuk menang.

Sesi acara ini juga diiringi dengan dialog dan tanya jawab yang menambah kehangatan dan keakraban diantara pengurus.

* http://www.pkssumut.or.id/2013/03/gatot-saya-masih-seperti-yang-dulu.html?

)|( PKS NONGSA | SIAP MENUJU TIGA BESAR )|( 
App Android Klik Disini

PKS Optimis Menangkan HP-Don di Pilgub Jateng

Hadi Prabowo (kiri) dan Don Murdono (Antara)
Surakarta (PKS Nongsa) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) optimistis bisa memenangkan pasangan Hadi Prabowo-Don Murdono pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah sekaligus mematahkan mitos provinsi itu merupakan basis massa PDIP.

Kebulatan tekad itu disampaikan Ketua DPP PKS Bodi Dewantoro saat membuka acara Jaulah Supervisi Wilda Jatijaya Dapil 4 dan 5 Jawa Tengah di Kota Surakarta, Minggu (31/3).

"Seperti kata Presiden PKS Anis Matta, di pilgub ini kami punya misi penting untuk mematahkan mitos Jawa Tengah khususnya Solo adalah basis merah," tegas Bodi kepada pengurus DPD PKS se-eks karesidenan Surakarta yang hadir dalam kesempatan itu.

Pilgub Jawa Tengah, menurut dia, ini ibaratnya tiket emas sekaligus batu ujian bagi PKS. Jika di Jawa Tengah mereka mampu meraih kemenangan, lanjut dia, PKS yakin menang di pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) lain, serta menjadi indikator kemenangan dalam pemilu. "Ini jalan menuju tiga besar di Pemilu 2014," imbuh Bodi.

Di atas kertas, lanjut Bodi, PKS bisa dikatakan sedang bersiap menuju kemenangan karena mereka memiliki 40 kursi di DPRD provinsi. Di samping momentum Milad ke-15 PKS yang akan dilangsungkan pada 20-21 April mendatang di Kota Surakarta.

Kegiatan yang akan dihadiri 5.000 pengurus PKS dari seluruh Indonesia itu dinilai merupakan momentum yang tepat untuk merapatkan barisan. Terlebih setelah partai tersebut mendapat musibah terkait persoalan hukum yang menyangkut mantan Presiden PKS Lutfhi Hasan Ishaaq.

"Ini merupakan momentum kebangkitan bagi kader PKS. Solo banyak momentum sejarah untuk dijadikan spirit menuju pemenangan, termasuk Pilgub Jawa Tengah," kata Ketua Bidang Seni dan Budaya DPP PKS Yudi Widiana Adia.

Adapun PDIP mengajukan pasangan Ganjar Pranowo yang saat ini menjabat Wakil Ketua Komisi II DPR sebagai calon gubernur dan Bupati Purbalingga Heru Sujatmoko. 

* http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/03/31/6/142693/PKS-Yakin-Taklukkan-PDIP-di-Pilgub-Jawa-Tengah

)|( PKS NONGSA | SIAP MENUJU TIGA BESAR )|( 
App Android Klik Disini

Terbongkar, 10 Doktrin PKS Kepada Kadernya


Oleh: Panji Wijaya | Kompasiana

Kenapa mesin kader PKS tangguh?
Terdapat 10 doktrin pks kepada kadernya:

1. Salimul Aqidah (Good Faith)
2. Shahihul Ibadah (Right Devotion)
3. Matinul Khuluq (Strong Character)
4. Qowiyyul Jismi (Physical Power)
5. Mutsaqqoful Fikri (Thinking Brilliantly)
6. Mujahadatun Linafsihi (Continence)
7. Harishun ‘ala Waqtihi (Good time management)
8. Munazhzhamun fi Syu’unihi (Well Organized)
9. Qodirun ‘alal Kasbi (Independent)
10. Naafi’un Lighoirihi (Giving Contribution)

Penjelasan:

1. Salimul Aqidah (Good Faith)
Aqidah yang bersih (salimul aqidah) merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Alloh Swt dan dengan ikatan yg kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuan-Nya.

Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Alloh, sebagaimana firman-Nya yang artinya: ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua bagi Allah Tuhansemesta alam’ (QS 6:162).

Karena memiliki aqidah yg salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam da’wahnya kepada para sahabat di Makkah, Rasulullah Saw mengutamakan pembinaan aqidah, iman atau tauhid.

PKS is THE BEST !!

Penjelasannya Bersambung…. :)

* Kompasiana

)|( PKS NONGSA | SIAP MENUJU TIGA BESAR )|( 
App Android Klik Disini

Pasangan yang Diusung PKS SJP-Johan unggul di Pilkada NTB | Survei

PKS Nongsa - Menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Nusa Tenggara Barat (NTB) Pasangan Calon yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yakni Suryadi Jaya Purnama-Johan Rosihan terus mengalami kenaikan elektabilitas secara signifikan. Teranyar, monitoring yang dilakukan oleh Vcomm, konsultan Social Media dalam aktivitas online terutama social media terhadap calon Gubernur/Wakil Gubernur NTB menempatkan pasangan Suryadi Jaya Purnama - Johan Rosihan atau dikenal SJP-Johan masih unggul dibandingkan dengan 3 pasang Cagub lainnya.

Menurut CEO Vcomm Arif Hidayat menjelaskan, dari hasil monitoring sosial media ini memperlihatkan solid tidak nya aktivitas masing-masing calon untuk mempengaruhi pengguna social media terutama twitter dan facebook.

"Disini terlihat aktif para kader mempromosikan calonnya, untuk psangan SJP-Johan, politisi PKS Fahri Hamzah cukup siginifikan mempengaruhi pengguna twitter," jelasnya.

Ditambahkannya, untuk di Twitter, pendukung SJP-Johan cukup dominan menyebarkan informasi dengan total presentase mencapai 61%. Sedangkan pembicaraan terhadap semua pasangan calon disemua media online, pasangan SJP-Johan juga unggul dengan prosentase mencapai 97%.

Berikut hasil lengkap monitoring tersebut:

Total Exposure

Suryadi Jaya Purnama - Johan Rosihan 79%
DR. TGH Zainul Madji - M. Amin SH, M.Si 10%
Dr.KH. Zulkiflimuhadli - Prof Dr Muhammad Icksan 7%
Drs. H. Harun Al Rasyid - DR. H. Lalu Muhyi Abidin 3%

Twitter Overall activity

Suryadi Jaya Purnama - Johan Rosihan 61%
DR. TGH Zainul Madji - M. Amin SH, M.Si 18%
Drs. H. Harun Al Rasyid - DR. H. Lalu Muhyi Abidin 17%
Dr.KH. Zulkiflimuhadli - Prof Dr Muhammad Icksan 5%

* Islamedia

)|( PKS NONGSA | SIAP MENUJU TIGA BESAR )|( 
App Android Klik Disini

Bola Salju PKS

Oleh: Ardi Winangun

PKS Nongsa - Kemenangan pasangan calon gubenur dalam Pilkada Jawa Barat dan Sumatera Utara, 2013, mengagetkan banyak kalangan. Sebab pasca ditangkapnya Presiden PKS Lutfhi Hasan Ishaq oleh KPK terkait soal korupsi impor daging sapi membuat lembaga survei dan pengamat politik mengatakan suara PKS akan terjun bebas. Tak hanya itu, PKS di berbagai tempat, seperti di Jogjakarta diteror dan dilecehkan, dengan berbagai simbol yang menyudutkan partai yang didirikan oleh para pendakwah itu. Bentuk lecehan itu seperti PKS diplesetkan menjadi Partai Korupsi Sapi. Ada pula gambar orang berkepala sapi dengan memakai jas putih ciri khas PKS.

Dengan kemenangan di dua provinsi itu menunjukan bahwa pengamat dan lembaga survei salah memprediksi terhadap keberadaan partai dan kader PKS. Dengan kemenangan PKS di dua provinsi itu, bisa jadi membuat rival-rival PKS akan memasang strategi khusus agar calon yang diusung PKS tidak kembali menang. Di Pilkada Jawa Tengah inilah pembuktian selanjutnya, apakah yang menang calon yang diusung oleh PKS atau calon partai lainnya.

Kemenangan PKS di Jawa Barat dan Sumatera Utara menunjukan PKS akan bisa menjadi bola salju di berbagai provinsi, kabupaten, dan kota ketika melaksanakan pilkada. Mengapa PKS mampu memenangi pilkada di provinsi-provinsi yang strategis?

Faktornya, pertama, harus diakui bahwa ada petinggi PKS yang melakukan korupsi. KPK dalam menetapkan seseorang menjadi tersangka korupsi tentu mempunyai data dan fakta. Ditangkapnya petinggi PKS oleh KPK memang membuat jatuh mental para kader dan simpatisan meski demikian hal itu tidak menurunkan loyalitas kader dan simpatisan kepada partainya. Kalaupun loyalitas dan simpati itu turun sifatnya hanya emosional dan sesaat.

Kader dan simpatisan bisa jadi berpikir, korupsi yang dilakukan oleh petinggi partainya tidak seberat dan segawat kader partai lainnya. Apa yang terjadi di PKS bisa jadi bukan yang pertama, sebelumnya ada kadernya yang juga tertangkap dan dituduh melakukan korupsi, meski ia hanya pada tataran tingkat bawah walau ia juga menjadi anggota DPR.

Turunnya survei bahwa PKS akan rontok dalam pemilu bisa jadi survei yang dilakukan oleh lembaga survei, data dan sample yang dimintai pendapat adalah masa-masa mengambang dan bukan simpatisan dan kader PKS sehingga hasil yang diperoleh mengecoh. Ketika data yang disajikan bahwa PKS akan rontok membuat partai lainnya memandang sebelah mata kepada calo yang diusung PKS. Namun partai lain tidak mengira bahwa data yang ada soal PKS adalah mengecoh sehingga partai lain pun terkecoh.

Meski ada petinggi PKS melakukan tindak korupsi namun hal itu diimbangi dengan kinerja yang bagus oleh kader PKS yang berada di DPR dan kerja-kerja sosial lainnya di masyarakat. Kinerja kader PKS di DPR selama ini harus diakui baik, terbukti meski menjadi anggota koalisi partai pendukung pemerintah namun Fraksi PKS di DPR tetap kritis. Ketika banyak anggota DPR terbelit masalah hambalang dan kasus simulator SIM, kader PKS tak ada yang disebut-sebut ikut terlibat.

Kedua, kemenangan PKS ini juga maraknya belitan korupsi di banyak partai sehingga ada kesimpulan di masyarakat bahwa semua partai melakukan korupsi. Padangan yang demikian membuat kader dan simpatisan tak malu ketika head to head atau man to man dengan partai lainnya. Ketika disindir soal korupsi, bisa jadi kader PKS akan mengatakan, “Di partaimu kan juga.” Ketika korupsi dilakukan oleh banyak anggota partai maka tak heran bila calon yang diusung partai-partai besar pun tak mampu memenangi pilkada. Lihat saja calon yang diusung partai sebesar Golkar, Demokrat, dan PDIP, di Pilkada Jawa Barat tak mampu memenangi padahal dilihat dari segi infrastruktur dan dana bisa jadi mereka mempunyai kelebihan dibanding dengan PKS.

Ketiga, kemenangan PKS di Pilkada Jawa Barat dan Sumatera Utara harus diakui karena bagusnya kader PKS yang menjadi incumbent atau plt dalam memimpin dan membangun daerahnya. Hal demikian menjadi modal paling utama untuk memenangi Pilkada. Prestasi ini oleh PKS kembali didukung dan dikembangkan suaranya sehingga PKS tidak terlalu berat dalam upaya memenangkan pilkada.

Langkah-langkah pembangunan yang dilakukan oleh gubernur atau plt dari kader PKS tidak pernah menimbulkan kontroversi di masyarakat. Lain halnya dengan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo yang menimbulkan ucapan kontroversial ketika menjelekan kesenian jaran kepang, salah satu kesenian kebanggaan masyarakat Banyumas. Akibat ucapannya itu masyarakat di Banyumas dan sekitarnya serta Dewan Kesenian Jawa Tengah memprotes apa yang dikatakan oleh Bibit Waluyo. Di sinilah bisa menjadi pemicu keengganan untuk memilih dia lagi.

Kekalahan partai lain dalam Pilkada di Sumatera Utara dan Jawa Barat bisa jadi disebabkan calon-calon yang diusungnya adalah calon yang dianggap ‘asing’ oleh masyarakat sehingga masyarakat pun tidak mau membeli kucing dalam karung. Calon-calon dari partai lain bisa jadi didatangkan dari Jakarta atau calon yang memiliki pendukung dan loyalis yang sifatnya terbatas. Sedang PKS adalah mengusung calon-calon yang sudah dikenal dan akrab di masyarakat setempat.

Dukungan PKS kepada incumbent yang juga kader PKS ini menunjukan komunikasi keduanya terjalin hubungan yang baik. PKS tidak kutu loncat dalam mengusung calonnya. Lain hal dengan PDIP misalnya. Dalam Pilkada Jawa Tengah dan Bali, 2008, ia mengusung calon yang bernama A, namun dalam Pilkada 2013 mereka mengusung calon bernama B. Ini menunjukan ada problem di kalangan mereka sendiri sehingga mengakibatkan terjadinya fraksi-fraksi. Fraksi-fraksi yang terjadi inilah yang mengakibatkan suaranya menjadi tidak bulat. Dalam Pilkada Jawa Tengah akan membahayakan PDIP ketika mereka tidak mengusung Rustriningsih padahal mantan Bupati Kebumen dan Wakil Gubenur Jawa Tengah itu kader tulen PDIP dan memiliki elektabilitas yang tinggi.

Kemenangan PKS di Jawa Barat dan Sumatera ini menunjukan bangkitnya kembali PKS dari isu-isu korupsi yang membelitnya. Bila PKS mampu belajar dari kemenangan di kedua provinsi itu maka kemenangan-kemenangan selanjutnya akan bisa diraihnya.

Dengan kemenangan PKS di Jawa Barat dan Sumatera akan menjadi bola salju yang semakin lama semakin besar. Apa rahasia kemenangan PKS? Disebabkan oleh solidnya kader, prestasi incumbent, dan adanya keinginan dari kader di bawah akan perubahan. Kemenangan Jokowi di Pilkada Jakarta karena banyak kader PKS yang memilih Jokowi karena adanya keinginan perubahan. Ahmad Heryawan dan Gatot Pujo Nugroho solid dipilih kader PKS karena mereka dirasa mampu membawa perubahan di Jawa Barat dan Sumatera Utara.

Pin BB: 27C1A2D5
* http://www.pks-tegalkota.com/2013/03/bola-salju-pks-ardi-winangun.html


)|( PKS NONGSA | SIAP MENUJU TIGA BESAR )|( 
App Android Klik Disini

"Kisah SBY & PD Mungkin Dikenang Sebagai Pelajaran Bukan Teladan" | By @AryaSandhiyudha




   Arya Sandhiyudha
( @AryaSandhiyudha )





  1. Jangan duga melahap banyak posisi dalam satu tegukan menambah manfaat. Sumbangsih itu soal integritas, kapasitas, & totalitas, bukan status.
  2. Terlalu banyak pelajaran, dari organisasi, partai, majelis ta'lim, dll. yang usia-nya tak lebih dari usia individu/figur berpengaruhnya.
  3. Betapa banyak organisasi yg datang & pergi, begitu saja. Jika ia sandarkan diri pada figuritas, bukan sistem & dream-team.
  4. Ingat komposisi kabinet Soeharto yang terakhir, saat semua orang terdekat-nya, termasuk anaknya sendiri menjadi menteri.
  5. Orde Baru berakhir, justru saat semua orang terdekat Sang Figur yang Melembaga dalam posisi terbaik kenegaraan.
  6. Kisah SBY dan PD mungkin akan dikenang sebagai "pelajaran" (ibroh), tapi bukan "teladan" (uswah). wallahua'lam :)
  7. Partai ideal negarawan, ia yg punya Larangan Rangkap Jabatan. Sadar manusia tidak sempurna, sistem ditata demikian rupa.
  8. Pejabat yang merangkap jabatan, akan berbagi kendali & otoritas dengan istri/suami. Pintu abuse of power.
  9. Dimulai dari: dipimpin Elit yang berfikiran modern & egalitar, nanti lebih mudah Bangkit :)
  10. KITA BANGKIT, jika demokrasi dimenangkan partai modern yg SOLID, dipimpin ELIT amanah & kompeten berdayakan kawula ALIT.
  11. CITRA bisa membawa Partai menang Pemilu, tapi tetaplah jika KAPASITAS institusi ringkih, negara rapuh.
  12. CITRA bisa membawa meraih posisi formal sesaat, namun KAPASITAS gagasan & performa-nya menentukan kualitas sumbangsih.
  13. Kodok di atas kayu yg mengalir bersama sungai. Sang kodok dapat CITRA, tapi Sungai yg ber-KAPASITAS menggerakkannya :)
  14. Itulah sebab banyak Pemimpin formal bergilir tiap period, tapi KAPASITAS yg menentukan daya bekas melintas zaman.
  15. Sebab Sejarah hanya mencatat hal yang "nyata". Yang hadir & sekedar mengisi ruang waktu? tak tercatat.
*https://twitter.com/AryaSandhiyudha

)|( PKS NONGSA | SIAP MENUJU TIGA BESAR )|( 
App Android Klik Disini

WOW, Depok Jadi Kota Terbaik di Bidang Pelayanan Publik

Wali Kota Depok Nurmahmudi Ismail saat membantu pengaspalan
Depok (PKS Nongsa) - Untuk kesekian kalinya, Kota Depok meraih prestasi di bidang tata kota. Kali ini Pemerintah Kota Depok, menerima piagam penghargaan Citra Bhakti Abdi Negara (CBAN) dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Azwar Abubakar. Penghargaan ini di berikan karena Pemerintah Kota Depok masuk ke dalam satu dari 13 Pemerintah Kota dan Kabupaten di Indonesia dengan pelayanan publik baik.

“Pada tahun 2012, Kota Depok menjadi nomor satu se-Jawa Barat, dan kembali bersaing secara nasional. Kini, Kota Depok berhasil mendapat Piagam CBAN dengan predikat B,” kata Nur Mahmudi Ismail, Wali Kota Depok dalam keterangan persnya.

Lebih lanjut Walikota yang murah senyum ini juga memaknai penghargaan sebagai upaya untuk lebih giat lagi memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Depok.

“Piagam ini sebagai upaya dari Pemerintah Pusat untuk mendorong pemerintah meningkatkan penyelenggaraan pelayanan publik,” tandasnya.

Sebelumnya, Depok juga mendapatkan penghargaan yang sama pada tahun 2012 di tingkat Provinsi Jawa Barat dengan berada di peringkat pertama. Selain kota prestatif, Depok juga dikenal dengan Kota pelopor gerakan kerakyatan dengan gerakan One Day No Rice yang dicetuskan langsung oleh Walikota Depok yang juga merupakan mantan Presiden Partai Keadilan (PK) tersebut. 

* tajuk.co

)|( PKS NONGSA | SIAP MENUJU TIGA BESAR )|( 
App Android Klik Disini

[Puisi] Pria Keren Itu…


Pria keren itu…
Hari ini, dari jauh kelihatan nunduk, eh ternyata lagi potong kuku sambil duduk.

Pria keren itu…
Ntar menjelang siang, wanginya tak mau pergi.
Bukan hanya karena taburan parfum bermili-mili.
Tapi emang mandi sekali lagi.

Pria keren itu…
Kumisnya rapi, jenggotnya apa lagi…
Pokoknya cukurannya bersih berseri-seri.

Pria keren itu…
Hari ini, duduk paling depan pas Jum’atan…
Datangnya tentu sebelum adzan…

Pria keren itu…
Sebelum masuk masjid hari ini, kantongnya gemuk…
Pulang masjid? Kantongnya tak lagi berlekuk-lekuk…
Tapi Pahalanya yang bertumpuk-tumpuk…

Pria keren itu adalah yang punya tulisan ini…
Terus, setiap pria yang sempat curi-curi pandang tulisan ini…
Aamiin… :)

Semangat Jum’at Barokah!!

By: Akmal Ahmad

)|( PKS NONGSA | SIAP MENUJU TIGA BESAR )|( 
App Android Klik Disini

[Part 2] Apa yang Harus Dipahami Dari @PKS_3Besar | Kultwit @daybakh

M. Irfan Abdul Aziz ( @daybakh )

PKS Nongsa - Setelah membahas sebagian tentang bagaimana cara memahami PKS beberapa hari yang lalu, sekarang disambung kembali pembahasannya. Berikut Kultwit dari M. Irfan Abdul Aziz melalui akun twitternya @daybakh.

1. Yuk kita kenali @PKS_3Besar @pksnongsa @pkspiyungan @pk_sejahtera @PKSPakistan

2. Ada istilah yg sering kita dengar, bahwa @PKS_3Besar itu adalah partai dakwah, maksudny apa sih?

3. Ya, @PKS_3Besar itu partai yg azasny Islam, yg krnanya punya kewajiban tuk berdakwah.

4. Nah, karenany kader2 @PKS_3Besar itu punya peran seorang Da'I, seorang yg melakukan kerja dakwah.

5. Eits, jangan salah dulu lho.. fungsi Da'i yg dipahami oleh @PKS_3Besar bukan cuma penceramah atau imam masjid aja.

6. Bukan jg yg lulusan pesantren atau sekolah agama aja, dan yg cuma paham masalah ritual peribadatan. Bkn itu yg dipahami oleh @PKS_3Besar

7. Tp sosok da'i yg dipahami oleh @PKS_3Besar punya fungsi yg lebih luas lg, lbh komprehensif.

8. Sebagaimana luasny n komprehensifny pemahaman @PKS_3Besar akan maksud dr kerja dakwah.

9. Apa itu? Setidakny dua istilah kunciny ttg dakwah yg dipahami oleh @PKS_3Besar ; amar ma'ruf nahy munkar & kesinambungan pembelajaran

10. Bgtulah @PKS_3Besar memahami dakwah; amar ma'ruf nahy munkar itu ttg target, sdgkan kesinambungan pembelajaran itu ttg proses.

11. @PKS_3Besar memahami, bahwa amar ma'ruf nahy munkar itu bukan sekadar perintah tuk melakukan kebaikan dan larangan melakukan keburukan.

12. Tp lebih luas lg, berupa segala aktivitas yg dapat mengoptimalkan kebaikan dan meminimalisir keburukan. Begitu @PKS_3Besar memahami.

13. Bagi @PKS_3Besar , bentuk amar ma'ruf bs berupa perintah, pengkondisian, himbauan, dsb. Baik verbal lisan, pun yg trtera dlm rgm aturan.

14. Begitupun nahy munkar, bg @PKS_3Besar bisa brpa larangan, pengkondisian, himbauan, dsb. Baik verbal lisan, pun yg trtera dlm rgm aturan.

15. Dg begitu, kerja dakwah @PKS_3Besar mencakup semua sektor kehidupan; pendidikan, teknologi, sosial, budaya, ekonomi, politik, dsb.

16. Yg mana, utk semua wilayah dakwah itu tahapan pembenahan yg dilakukan @PKS_3Besar dimulai dr individu, keluarga,masyarakat, dan negara.

17. Dg segala ragam aspek kerja dakwah itu, dan segala tahapan yg dilaluiny, makany kader @PKS_3Besar sangat beragam pula.

18. Mereka ada yg spesialis di bidang ilmu agama, sains, sosial, dan ragam bidang terapan lainny. Begitulah corak kader

19. Namun meski beragamny spesialisasi kader @PKS_3Besar , mereka memiliki peran inti sebagai Da'i.

20. Maka, siapapun anda, di bidang apapun spesialisasi dan keahlian anda, apapun pekerjaan anda, pasti bs jd kader @PKS_3Besar

21. Asal komitmen optimalkan kebaikan n minimalisir keburukan di msng2 bdng speaialisasi, atw msg2 pkrjaan anda. Itulah kader @PKS_3Besar

22. Lalu, istilah kunci yg kedua ttg dakwah yg dipahami oleh @PKS_3Besar adalah kesinambungan pembelajaran.

23. Maksudny dakwah adalah proses memperbaiki diri sendiri dan membenahi lingkungan. Begitulah siklus kader @PKS_3Besar

24. Oleh karenany, kader @PKS_3Besar adalah pembelajar selalu. Krna ia hrs trs meng-up grade diri guna melakukan pembenahan lingkunganny.

25. Pemahaman akan proses pembelajaran yg berkesinambungan ini pula yg membuat siapapun anda bisa bergabung dg @PKS_3Besar

26. Jd gak ada alasan; meski blm baik, blm paham agama, blm sholih, blm bs ibadah, dan blm punya keahlian, ttp bs gabung dg @PKS_3Besar

27. Di @PKS_3Besar kelak kita bs saling belajar. Kita sama2 belajar; kan trs belajar dan kan trs berbenah.

28. Itulah esensi dakwah; yg bodoh jd pintar, yg salah lalu brbenah. Bila salah lg, mengoreksi diri kmbali. Bgtulah yg trjadi di @PKS_3Besar

29. Bila pemahaman dakwah yg dianut PKS demikian, mk slh menganggap @PKS_3Besar eksklusif.

30. Krn dakwah yg dijalani @PKS_3Besar hrs mnyentuh smua aspek, smua thpan sosial, dan tdk blh mmbatasi kebaikan di sbgian org saja.

31. Mungkin ini bs mnjelaskan, kenapa @PKS_3Besar selalu tampil segar, kreatif, cerdas, dan optimis di tiap kondisi. @pksnongsa @pkspiyungan

32. Sekian twit ttg PKS sbgai partai dakwah. Yg msh penasaran, sila kenali lbh dekat lg @PKS_3Besar @pksnongsa @pkspiyungan @pk_sejahtera


* https://twitter.com/daybakh

)|( PKS NONGSA | SIAP MENUJU TIGA BESAR )|( 
App Android Klik Disini

Geliat Arus Syi’ar PKS Mengkhawatirkan, Penyeimbang?


Oleh: Hidayat Muhammad | Kompasiana
 
PKS Nongsa - 2013 ini diklaim sebagai tahun politik. Benar saja, suhu politik di negeri ini benar-benar terasa semakin panas saja. Ya, karena tahun ini adalah tahun politik menjelang Pemilu 2014. Maka pada episode kali ini partai-partai politik akan saling bermanuver.

Saatnya melakukan konsolidasi internal untuk menghadapi Pemilu 2014. Politisi di berbagai tingkatan, akan melancarkan manuver untuk menghadapi konsolidasi ini.

Sayangnya tidak hanya manuver-manuver untuk meningkatkan elektabilitas partai sendiri, tetapi kesempatan ini juga digunakan untuk melancarkan serangan ke partai-partai lain agar elektabilitasnya dimata vouters jatuh bahkan kalau bisa sampai tertimpa tangga, sehingga bisa di harapkan partai-partai tersebut tidak akan lolos elektrolar treshold.

Sudah kita saksikan bersama berbagai partai telah mendapatkan serangan-serangan. Tentunya yang sudah kita fahami sendiri adalah partai yang memiliki media, karena sedikit saja isu jelek yang mengatasnamakan aknum partai tertentu, pasti akan menjadi bulan-bulanan media, terlepas dari isu alami atau konspirasi.

Ada hal yang menarik pada episode kali ini. Banyak lembaga-lembaga surver meliris surveynya bahwa Partai Islam (memakai simbol Islam secara formal atau hanya memiliki basis konstituen kaum muslimin) akan keok atau sama sekali tidak menjadi pilihan bagi masyarakat. Padahal dilihat dari perkembangan isu yang ada diarahkan ke Partai Islam, ternyata masih terlalu kecil, sehingga dianggap masih cukup kuat dan memiliki nilai jual untuk pemilu tahun depan. Apa lagi rekor bersih dari korupsi masih dipegang oleh salah satu Partai Islam. Tentunya ini menjadi perhatian bagi kompetitor lain untuk dapat menyikapi itu, minimal mengimbanginya jangan sampai melompat terlalu jauh.

Nah, akhirnya Partai Islam tersebut juga menjadi perhatian kembali karena isu besar yang menimpanya. Itulah badai yang menghampiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Tidak tanggung-tanggung, jargon-jargon anti korupsi (harta), anti penyimpangan amanah jabatan (tahta), anti amoral (wanita) telah terhempas dari citra PKS sejak kemunculannya. Itulah gambaran yang dapat diterjemahkan oleh kalangan masyarakat dengan kasus badai yang menerjang PKS dengan prahara yang menimpa pemimpinnya Luthfi Hasan Ishaq. Walaupun saya menilai sendiri juga terlalu vulgar kejanggalan kasus tersebut. Tetapi sudah cukup menjadi bahan pembicaran masyarakat diberbagai dunia (dunia nyata dan dunia maya).

Sayangnya badai tersebut ternyata dapat disikapi dengan cukup baik oleh internal PKS, dengan menunjuk pimpinan baru dengan sekejap yaitu Anis Matta, dan bisa dikatakan berhasil mempertahankan diri dari badai tersebut. Bahkan porak-poranda akibat terpaan badai dengan sangat cepat dapat ditanggulangi dan menjadikan momentum untuk bangkit dan berjaya.

Ya, PKS berhasil memanajemen konflik dengan amat baik dan menjadikannya sebagai sarana untuk lebih maju lagi. Jika dilihat dari perkembangan citra PKS yang belakangan berhasil memenangkan 2 (dua) pemilukada besar dengan raihan kedua-duanya hanya dalam 1 (satu) kali putaran, begitu melecitkan citra PKS. Bahkan di dunia maya juga semakin laju dengan situs-situs Jejaring Sosial yang selalu tidak henti-hentinya tertulis kombinasi 3 (tiga) huruf ini (PKS). Bisa-bisa target menjadi partai yang masuk dalam 3 (tiga) besar pemenang pemilu akan benar-benar tercapai, yang akhirnya menggusur salah satu dari PD, PG, atau PDIP.

Lihat saja situs PKS Piyungan yang dikelola sebuah kecamatan di Bantul Yogyakarta, bisa menjadi situs partai terlaris pengunjungnya, dan menjadi semangat untuk situs-situs PKS daerah-daerah lain untuk menggeliatkan syi’arnya.

“Aku pernah berkunjung ke situs piyungan, isinya ramai sekali, banyak tulisan-tulisan yang bisa membuat pembacanya terlena dan percaya dengan informasinya, memang PKS ini hebat begitu juga dengan situs onlinenya.“

“Tidak ada situs online yang aku lihat mampu menyaingi situs PKS Piyungan.”

Begitulah kutipan dari opini seseorang yang mengharapkan harus ada PENYEIMBANG situs tersebut atau juga bisa jadi syi’ar-syi’ar PKS dimanapun. Situs yang dijadikan para kader PKS untuk dapat meng-counter diri dan tidak mengikuti arus isu media, ternyata juga menjadi sorotan. Gerakan Penyeimbang ini menilai tidak ilmiyah atau apalah itu, yang tidak dapat diakui eabsahannya dengan berbagai alasan, terutama karena hanya sebuah opini. Lain halnya dengan liris-liris media seperti Tempo, yang dikenal sebagai media investigasi, walaupun sebenarnya juga dikenal langganan digugat secara hukum.

Tetapi apalah itu, masyarakat sudah memahami jalan rekonstruksi sebuah pemberitaan media. Kita tidak dapat meyakini secara total dan pasti setiap pemberitaan media, karena sudah terlalu banyak protes-protes yang dilayangkan masyarakat atas berbagai media, baik televisi, radio, cetak, atau online.

Media sebagai alat partai, media mencari sponsor, media melebih-lebihkan isu agar lebih menarik, sudah kita fahami bersama.

Perlunya kita menyikapi sebuah isu dengan lebih cerdas yang dapat membuat kita lebih berfikir positif . Sehingga optimisme untuk memperbaiki dan membangun bangsa lebih dinomor satukan. Tidak apatisme terhadap sesuatu yang dianggap amat penting atau juga urgen. Perlunya kita juga memberi perhatian apa-apa yang dikatakan oleh orang-orang yang menurut kita dapat dipercaya, sehingga nilai kualitas keabsahannya juga tidak kalah dengan klaim pembenaran mayoritas orang.

Akhirnya mau tidak mau, geliat arus syi’ar/ pencitraan PKS sudah semakin mengkhawatirkan saja bagi mereka yang fobia atau terusik keberadaanya. Siap berdemokrasi, maka harus siap juga dengan penerimaan segala konsekwensinya.

* http://politik.kompasiana.com/2013/03/31/geliat-arus-syiar-pks-mengkhawatirkan-penyeimbang-547233.html

)|( PKS NONGSA | SIAP MENUJU TIGA BESAR )|( 
App Android Klik Disini

Cerita Bang Antho

Kiprah Kami

Seputar Politik

 

© Copyright PKS NONGSA 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by PKS NONGSA.