News Update :

Entri Terpopuler

Seputar PKS

Taujih

"Jika Tak Ada, Aku Usul Oposisi Aja" | By @Fahrihamzah

17 April 2014

PKS Nongsa - Saya mau twit soal #OposisiAja. Ini adalah pandangan pribadi saya tentang keadaan.

Saya tahu manusia tidak sempurna, dan kita sebagai partai atau LSM sama2 tidak sempurna. #OposisiAja

Manusia itu pada dasarnya sama saja, tidak ada yang luput dari salah. #OposisiAja

Bagi saya, salah tidak masalah yang saya sulit terima adalah kemunafikan. #OposisiAja

Maka, saya sangat alergi dengan sandiwara Orang2 berpura-pura dan memakai topeng serba sempurna. #OposisiAja

Kata orang kepada saya, "Anda bukan politisi, Anda terlalu kaku dan tidak biasa pura-pura".

Saya, memang sulit melihat yang salah lalu harus memujinya. Atau sebaliknya.

Maka, itulah sebabnya saya lebih cocok jadi oposisi. Saya melihat sandiwara #TipuRakyat capek juga. #OposisiAja

Seolah kita mesti terima. Dan akal sehat kita harus ditekuk menerima kebohongan. #OposisiAja

Pada tingkat publik, saya selalu ingatkan kegagalan koalisi. Karena memang selalu gagal. #OposisiAja

Aku tahu kenapa koalisi gagal. Dan aku mencoba memberitahu. Jangan rakyat jadi korban. #OposisiAja

Ada lubang di depan, aku ingatkan. Hati2 jangan ke jeblok lagi. Jangan keasyikan pesta pertemuan. #OposisiAja

Jika koalisi kalian bangun dengan cara ini apa bisa hasilnya baik? Apa ini bukan kayak perkawinan artis? #OposisiAja

Waktu kawin satu negara diundang dan semua TV menyiarkan. Tapi ternyata umurnya hanya sebulan. #OposisiAja

KASIAN rakyat. Sandiwara koalisi ini tidak substantif dan membuat kita jadi tidak cerdas.#OposisiAja

Saya tahu banyak yang melamar PKS sebab PKS dalam situasi sulit pun memiliki mesin handal. #OposisiAja

Alhamdulillah, pimpinan PKS menjamu tamu, dengan pertanyaan standar, "apa jaminan koalisi sukses?" #OposisiAja

Siapa yang memberi jaminan tidak ada perpecahan dan kabinet gagal di tengah jalan? #OposisiAja

Apa konsep saudara agar kita jalan bersama melayani rakyat hingga cita2 bersama jadi nyata? #OposisiAja

Semoga ada yang bisa menjawab terang tentang bagaimana mewujudkan mimpi indonesia.  #OposisiAja

Jika tak ada, aku usul #OposisiAja.


_____
https://twitter.com/Fahrihamzah



Aplikasi Android Aplikasi BlackBerry

PKS: Jika PDIP Koalisi dengan Seideologi, Mengapa Kami Tidak?

PKS Nongsa - Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid mendorong adanya koalisi partai politik (parpol) Islam.

Menurutnya, jika Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) saja hanya akan berkoalisi dengan parpol nasionalis, parpol Islam juga bisa berkoalisi dengan partai seideologi.

"Kalau PDIP saja menyatakan hanya ingin dengan yang sama ideologi saja mengapa kami dari parpol Islam tidak?" ujar Hidayat kepada RoL, Rabu (16/4).

Hidayat menegaskan, koalisi parpol Islam bukan berarti menganut paham aliran sehingga mengotakkan antara nasionalis dan Islam. Menurutnya, tidak ada undang-undang atau konstitusi apapun yang dilanggar dengan berkoalisi berdasarkan ideologi.

Berdasarkan hasil hitung cepat Pemilu Legislatif 2014, gabungan suara parpol Islam memperoleh hasil signifikan. Lima parpol berideologi dan bermassa Islam, PKB, PAN, PPP, PKS, PBB berhasil memperoleh suara hingga 31 persen. Mengalahkan PDIP yang berada di urutan pertama dengan hasil suara berkisar 19 persen.[rol]



Aplikasi Android Aplikasi BlackBerry

Darurat Kejahatan Seksual di Dunia Pendidikan

PKS Nongsa - Pelecehan seksual yang menimpa anak TK di salah satu sekolah internasional baru-baru ini adalah mimpi buruk pendidikan nasional kita. Peristiwa itu telah menoreh citra pendidikan kita yang sedang berbenah. Karena persoalan tersebut tidaklah sepele menyangkut insititusi pendidikan di tingkat bawah yang seyogyanya memberikan rasa aman, dan nyaman bagi seorang anak yang sedang dipersiapkan masuk jenjang pendidikan dasar.

Mengapa hal tersebut terjadi? Dimanakah letak kekurangan pendidikan nasional? Meskipun pelecehan seksual itu sebenarnya adalah persoalan individual pelaku akan tetapi tetap harus ditegakkan hukum yang tegas, apalagi lokasi pelecehan tersebut di sekolah. Tempat yang tidak sepantasnya atau tidak boleh ada sexual harassment.

Untuk itu, bila pelaku nantinya terbukti melakukan pelecehah seksual, maka yang bersangkutan harus ditindak dengan keras dan tegas.  Negeri ini kadang tidak memberikan hukuman yang keras kepada pelaku kejahatan seksual, beberapa peristiwa sexual harassment telah menyadarkan kita bahwa hukuman bagi pelaku tidaklah sepadan dengan kerusakan batin dan masa depan anak.

Mestinya hukuman yang diberikan berupa efek jera, sehingga tidak ada lagi yang berani mengulanginya kembali. Selain itu korban pelecehan seksual cenderung menderita trauma psikologis, maka tindakan selanjutnya adalah penanganan psikologis kepada anak. Penanganan ini seharusnya ditangani oleh pemerintah secara maksimal dan cuma-cuma, ada advokasi yang nyata terhadap korban-korban pelecehan.

Sehingga akan memberikan rasa nyaman dan aman kepada masyarakat. Untuk pelaku pelecehan, selain diberikan hukuman tegas, perlu juga dilakukan terapi psikologis agar bila telah keluar dari penjara tidak mengulangi perbuatan bejatnya tersebut.

Selain itu yang perlu didalami oleh pemerintah dari banyak kasus pelecehan sekual terhadap anak, adalah mengapa pelecehan seksual cenderung meningkat? Artinya perlu riset sosial terhadap fenomena ini, dengan meneliti para pelaku pelecehan dan faktor-faktor lain yang diperkirakan berpengaruh pada pelaku pelecehan seksual.

Riset tersebut penting, agar pemerintah dan DPR memiliki gambaran pentingnya kebijakan yang mendukung upaya menurunkan tingkat pelecehan seksual di masyarakat. Dengan kebijakan yang dibuat diharapkan akan memberikan hukum positif untuk masyarakat yang aman dan sejahtera.

Dengan demikian, perlu telaah terpadu terhadap kebijakan dan regulasi yang telah ada, mampukah menekan masalah tindakan asusila dan pelecehan seksual dalam dunia pendidikan? Tentu hal ini tidak dapat dijawab hanya dengan normatif, akan tetapi perlu adanya sanksi hukum yang berefek jera dalam kebijakan yang ada untuk dapat mencegah tindakan asusila dalam dunia pendidikan.

Dengan kecenderungan-kecenderungan yang terjadi dalam dunia pendidikan seperti yang terjadi di SMP 4 beberapa waktu lalu, atau perilaku seksual bebas anak sekolah dasar dan menengah yang ada di beberapa wilayah di tanah air, perlu segera mendapatkan perhatian dari semua pihak.

Kurikulum yang menghasung  moralitas secara massif, baik dari pendekatan religius atau budaya yang bersifat implementatif perlu digalakkan lagi. Namun demikian karena kecenderungan perubahan-perubahan sosial yang terjadi maka perlu upaya preventif untuk menekan laju perilaku amoral khususnya tindakan asusila dalam dunia pendidikan.

Pengaruh masyarakat yang berubah secara cepat, teknologi komunikasi  yang berkembang dari waktu ke waktu, perlu kesadaran individu dan kolektif bahwa degradasi moral telah melanda negeri ini.

Jangan sampai, ketika suatu saat muncul kasus pelecehan seksual, kita hanya bisa terkejut, tanpa bisa berkata apa-apa.  Kasus perzinahan yang menimpa beberapa elite dan publik figur kadang tidak sampai ke meja hijau, juga menjadi indikator bahwa kecenderungan perselingkuhan mulai meningkat.

Terkadang masyarakat tidak terlalu kritis terhadap kasus-kasus diatas, sehingga masalah-masalah itu berlalu begitu saja. Ini disebabkan karena penegakan hukum dan sangsi sosial masih lemah. Para elite dan publik figur sebagai sosok yang mudah ditiru oleh masyarakat, ketika melakukan perzinahan atau pelecehan seksual maka penegakkan hukum dan sangsi sosial mestinya harus di berlakukan dan mereka tidak diperkenankan tampil mengisi acara-acara hiburan di berbagai media.

Berdasarkan permasalahn diatas, maka degradasi moral yang terjadi di masyarakat dapat dibedah dari sisi teladan sosial yakni para elite & publik figur dan dampak komunikasi media yang massif serta mengendurnya control sosial.

Untuk itu, merupakan tugas para pembuat kebijakan, tokoh masyarakat, agamawan dsb agar tindak asusila dapat ditekan.
Indonesia saat ini sudah memasuki darurat kejahatan seksual, kejahatan seksual yang terjadi sudah diluar batas perikemanusiaan. Saatnya orangtua, keluarga, dan masyarakat meningkatkan pemahaman dan kapasitas dalam mengenal dan merespon pola-pola terkini kekerasan seksual dan pornografi. Mari selamatkan Indonesia.

Oleh: Hj. Dra. Herlini Amran, MA
Anggota DPR RI dari Fraksi PKS



Aplikasi Android Aplikasi BlackBerry

Gadis Ini Jadi Wasit Berjilbab Pertama di Dunia

PKS Nongsa - Wasit wanita memang bukan pemandangan yang baru lagi di dunia sepakbola. Akan tetapi ada pemandangan yang menarik di ranah sepakbola junior Italia.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah sepakbola Italia memiliki seorang wasit wanita berjilbab. Ialah Chahida Chekkafi gadis muda berusia 16 tahun ditunjuk oleh asosiasi wasit Italia sebagai pengadil lapangan pada pertandingan junior antara San Luigi kontra Karimou Stradevar di wilayah utara Italia.

Chahida pun tak merasa risih atau malu untuk memimpin pertandingan yang didominasi oleh kaum adam ini. Pasalnya sang ibu pernah menjadi pemain sepakbola di Maroko.

Ya, Chaida adalah gadis keturunan Maroko yang lahir dan  besar di Italia. Chaida bahkan tak merasa malu sebagai wasit perempuan pertama yang menggunakan jilbab. Hal ini justru menjadi kebanggannya dalam upaya menegakkan syariat islam.

Media setempat Corriere Della Sera, sampai-sampai memuat artikel mengenai Chekkafi di halaman depan, lengkap dengan pujian dari Presiden Asosiasi Wasit Italia, Marcello Nicchi. Jika dirinya mampu memimpin pertandingan dengan baik, bukan tidak mungkin suatu hari nanti Chekkafi akan dipercaya menjadi pengadil di Serie A.[okezone]



Aplikasi Android Aplikasi BlackBerry

Merawat Kuncup...

PKS Nongsa - “Apa ya?” tanya Nur entah pada siapa. Hari ini kami reuni, grup Liqo7 kuliahan 10 tahun lalu. Ga semua hadir sih, Cuma berempat dari sepuluh. “Apa ya, yang menarik dari Mas Ano,” ulang Nur. Tidak satu pun dari kami yang menjawab. Hanya pandangan kosong ditingkahi senyum kecil, menggelayut memori tiga tahun termanis itu.

“Mas, sweater-nya bagus” selorohku sambil senyum, mengomentari sweater-nya yang bergambar Partai Keadilan no 24, dengan tagline ‘Berjuang’ itu. Tak disangka, sejurus kemudian Mas Ano telah membuka sweater-nya tersebut dan disodorkan padaku, lengkap dengan senyum manisnya. Aku hanya diam, bahkan tak sanggup berucap terima kasih ketika sweater Mas Ano berpindah ke tanganku.

Selesai Shalat Dhuha, kami suka nongkrong di tangga lantai dua kampus. Saat Mas Ano datang dari kejauhan, dengan tapak tapak langkahnya yang santai tapi pasti, seolah Ia sedang menikmati setiap langkahnya itu. Senyumnya yang unik terbang duluan menghampiriku, sebelum raganya ikut duduk disebelahku.

“Ini untuk antum” jawabnya tanpa ditanya. Secarik kertas ukuran satu senti kali sepuluh. “Des, Aku mencintaimu - Ano-” dengan tulisan tangannya sendiri. Sambil menahan kaget dan haru, aku sempatkan melirik sisa-sisa kertas di tangannya, yang keburu berlari mencari alamat-alamatnya masing-masing di jurusan-jurusan lain.

Entah disengaja, tapi aku merasa dia tak pernah sempat menjelaskan lebih dalam, apa maksud dan motif dari aksi aksi heroiknya itu. Kami juga tak pernah sempat memintanya menjelaskan. Sepertinya ia memang sengaja menyediakan ruang besar pada kami untuk diisi penjelasan sendiri-sendiri, menerjemahkan secarik kertas cinta tadi dengan tafsir kami masing-masing sebagaimana yang kami suka.

Pertama kali kenal Mas Ano adalah ketika ia mengisi sesi motivasi pada acara ospek mahasiswa baru. Kesederhanaannya, tutur katanya yang nyastra tapi natural itu menjadi magnet tersendiri bagiku. Bagaimana ia menjelaskan atau menceritakan ulang suatu kejadian dengan konstruksi yang nyastra, unik, gerakan tangan, dan mimik muka antusias itulah yang menurutku mejadi daya tarik paling besar bagiku.

Dan ini jelas menurun, di saat bersamaan, tanpa disadari aku telah dibentuk menjadi sepertinya. Dalam kegiatan pembinaan remaja di keluarga remaja islam masjid kampus, beberapa teman mengungkapkan dengan gamblang tentang anehnya caraku memilih kata-kata untuk berbicara. Mas Jun, Presiden BEM kakak kelas kami waktu itu juga pernah memcandai kami, “Hati hati ente, nanti diracuni gaya Mas Ano.” Ya, kami senang sudah diracuni. Kami senang telah diceburkan Mas Ano dalam kolam tarbiyah ini.

“Malam ini, kita akan begadang, amakan semua lokasi disekitar kossan antum,” jelas Mas Ano. Ya! Besok pemilu 2004, “Informasi yang kita dapatkan, akan ada selebaran kampanye hitam” tambahnya menjelaskan. Kita tidak pernah mendapat penjelasan lengkap dari Mas Ano tentang Partai Keadilan itu, atau Partai Keadilan Sejahtera itu, tentang adanya pasukan kesatria PKS yang bernama Kepanduan dan Santika itu. Bahkan tak satu pun struktur DPRa dan DPC sekitar Dago ini yang kami kenal saat itu. Bahkan aku tidak pernah menyadari, kapan persisnya aku mulai memiliki pembelaan terhadap PKS ini, kapan aku mulai berubah dari mahasiswa baru yang sedang menuntut Ilmu diniyah dalam pengajian pekanan yang bernama liqo itu, menjadi seorang kader PKS yang setia.

Malam itu sepulang liqo, kami jalan kaki menyusuri jalan jalan sekitar Dago, sampai subuh menyapa. Di pasar Tubagus itulah, aku menemukan satu rim selebaran hijau yg berisi kampanye hitam yang jelas fitnah pada PKS. Jantungku berdegup kencang, Segera aku menelepon Mas Ano, “Mas, ini digimanain,” tanyaku. Menit berikutnya aku sudah diminta menghubuni DPC setempat. Lalu satu rim kampanye hitam itu sudah diamankan oleh pengurus DPC setempat.

Ramadhan 2003, kami liqo sambil buka puasa dan shalat taraweh bersama. Dari ransel besarnya, Mas Ano mengeluarkan sekotak cokelat dengan kemasan elegan yang belum pernah aku lihat. “Ini dari kakak kelas antum yang baru pulang dari Jerman,” katanya menjelaskan.

“Siapa Mas” tanyaku.
“Antum nggak kenal, Des, kalian nggak ada yang kenal,” jawabnya.
Berarti mestinya cokelat ini untuk Mas Ano pribadi, pikirku.

Ya, Mas Ano selalu entah sengaja, atau memang sudah begitu karakternya, menanamkan nilai nilai keluhuran pada kami dengan praktik langsung, tanpa deklarasi monumental berupa pidato kebangsaan di awal atau akhirnya. Ya, selalu menyisakan ruang bagi kami mengelaborasi nilai sikapnya.

Ia sering, dan sepertinya Ia memang hobi melakukannya. Mengirimi kami sms motivasi, kata kata indah yang kadang ia karang sendiri, atau kutipan dari tulisan Ustadz Anis Matta. Dan seringnya, isi SMS-nya sesuai dengan kebutuhan jiwa kami saat itu.

“Jika kau lelah, rehatlah sejenak, bersandarlah dipohon palma, tataplah gemintang, siapa thau ia turun mengirim tenang,” suatu kali smsnya datang persis di hari terakhir UTS. “Karena besok, kalian akan berpencaran dipelosok pelosok bumi, menebar wangi di sana,” SMS-nya mengiringi hari wisuda kami “Pemimpin itu, adalah dia yang memiliki stok motivasi paling banyak,” bunyi SMS-nya kala satu di antara kami diamanahi presiden BEM. Singkat, indah, dan membekas ...

Itulah kisah tentang murabbi kami, yang mengenalkan pada kami jamaah partai dakwah PKS ini. Yang terus menyiram kuncup cinta kami agar tumbuh mengarah ke jalan Dakwah. Yang pertama kali mengenalkan, memahamkan konsep perjuangan partai dakwah ini. Dengan caranya yang simpel, jelas ia bukan Ustadz Hidayat Nur Wahid, Ustadz Anis Matta, kala itu. Tapi ialah pahlawan sesungguhnya bagi kami. Karena justru pekerjaan-pekerjaan kecilnya itulah yang berpengaruh sangat besar bagi kami. Pekerjaan pekerjaan kecilnya itulah, yang menumbuhkan motivasi tak berbatas, bagi kami mencari lebih paripurna jaring penjelasan dari jejak jejak nilai mulia yang ia tinggalkan sengaja dalam tapak tapak kecil sejarah pertumbuhan kami.

Yang selalu menyisakan rongga besar pertanyaan setiap kali kami Liqo pekanan, sekaligus motivasi untuk mencari isi yang pantas untuk ruang besar tadi. Kalau Baginda menjawab Tanya akan siapa dirinya dengan “Aku adalah sebait Doa Ibrahim AS empat millennium yang lalu”. Maka Izinkan aku mengatakan padamu mas, bahwa “Aku yang lemah, compang camping ini dapat bertahan istiqamah di jalan ini, adalah kuncup yang kaurawat dulu, yang kautiup tumbuh melewati masa masa kritis pencarian jati diri, dengan pengertian dan sabarmu yang tak kutemukan batasnya.

Warisan paling berharga darinya. Dari waktu tiga tahun itu, adalah kenangan. Kenangan indah, kenangan manis yang dapat kami buka kapan saja, yang dapat kami pakai sebagai obat bagi sakitnya semangat kami. Satu kutipan yang sering ia sampaikan pada kami, dari Ustadz Anis Matta, yang menjadi favorit kami bersama,

“Jika ragamu lelah, maka kau perlu cadangan tenaga
yang diambil dari ruhiyahmu
.” )I(

Oleh: Aki Awan

____
Dikutip dari buku "Pahlawan Dalam Diam"




Aplikasi Android Aplikasi BlackBerry

PKS Pastikan Raih 5 Kursi DPRD di Gowa Sulsel

16 April 2014

PKS Nongsa - Rekapitulasi surat suara di Gowa, Sulawesi Selatan hampir rampung. Namun PKS Gowa memastikan meraih tiga kursi dari daerah pemilihan 3, 4, dan 6 Gowa. Dan, masing-masing mengklaim satu kursi dari Dapil 1 dan Dapil 7, yang saat ini tengah penghitungan di tingkat PPK.

Dalam rilis Tim Media dan Data PKS Gowa, Rabu (16/4/14) belum rampungnya penghitungan suara semua kecamatan karena, hasil rekapitulasi tingkat kelurahan diduga banyak terindikasi kecurangan, sehingga harus diulang.

“Kami masih optimis mendapatkan 5 kursi, olehnya kami mengajak semua elemen untuk mengawal perhitungan karna banyaknya indikasi kecurangan-kecurangan, terkhusus dapil 1 Somba Opu, dapil 2, dapil 7, dan dapil 5. ” kata Trie Alfiard Hasyim, ketua DPD Pks Gowa.

Sementara pantauan suara caleg DPR RI Syamsarai Kitta, Hasil tabulasi data dari Makassar, Gowa dan Takalar, PKS Gowa optimis mendapatkan kursi ke senayan. “Saya optimis dan berkeyakinan dapat meraih satu kursi DPR RI, ” ujarnya.[rakyatsulsel]




Aplikasi Android Aplikasi BlackBerry

Caleg PKS Berhasil Raih Suara Terbanyak di Tarakan Timur

PKS Nongsa - Calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Syamsudin Arfah berhasil meraih suara terbanyak di daerah pemilihan (dapil) II untuk pemilihan anggota DPRD Tarakan, Kalimantan Timur. Hal ini diketahui berdasarkan pleno yang diselenggarakan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tarakan Timur, Selasa malam (15/4).

Sebanyak enam kursi DPRD Tarakan diperebutkan di Dapil yang mencakup wilayah Kecamatan Tarakan Timur. Dari pleno yang digelar PPK, diketahui total suara sah di Dapil II sebanyak 23.878. Ini berarti, harga satu kursi (BPP) di Dapil tersebut sebanyak 3.890 suara.

“PKS meraih suara terbanyak di Dapil II Tarakan Timur, yaitu 4.572 suara. Disusul Demokrat 4.016 suara,” sebut Ketua PPK Tarakan Timur Bintang Abdi, Rabu (16/4).

Berdasarkan penghitungan suara tersebut, dua kursi di Dapil II dipastikan menjadi milik PKS dan Demokrat. Empat kursi lainnya, dibagi merata ke empat parpol yang meraih suara terbanyak di peringkat berikut. Yaitu PAN 3.192 suara, Golkar 2.797 suara, Gerindra 2.100 suara, dan Hanura 2.481 suara.

Berdasarkan gambaran hasil penghitungan suara di tingkat PPK Tarakan Timur, caleg petahana mendominasi  perolehan kursi  di Dapil II. Meliputi Syamsuddin Arfah yang meraih suara tinggi di PKS  sebanyak 2.434 suara, Mudain (Demokrat) 1.850 suara, Anas Nurdin (Golkar) 1.610 suara,  dan Adnan Hasan Galoeng (Gerindra) 1.393 suara.

Dua kursi lainnya diisi caleg wajah baru, yaitu H. Jamaluddin (PAN) 1.166 suara dan HM Rusli Jabba (Hanura) 1.383 suara.[jpnn]

Inilah Perkiraan Anggota DPRD Kota Tarakan dari Dapil II

- Syamsuddin Arfah (PKS)         2.434 suara
- Mudain (Demokrat)              1.850 suara
- H. Jamaluddin   (PAN)          1.166 suara
- Anas Nurdin (Golkar)           1.610 suara
- Adnan Hasan Galoeng (Gerindra) 1.393 suara
- H. M. Rusli Jabba (Hanura)     1.383 suara



Aplikasi Android Aplikasi BlackBerry

PKS Berhasil Tambah Kursi DPRD di Jatim dan Jateng Secara Signifikan

PKS Nongsa - Sampai saat ini perhitungan final dan resmi hasil Pemilu 9 April 2014 di KPU (KPUD) belum selesai. Namun dari hitungan real count berdasar data C1 yang dilakukan PKS Jawa Timur dan Jawa Tengah menunjukkan kenaikan suara PKS dan perolehan kursi yang sangat signifikan.

Di Jawa Timur, menurut info yang kami dapat PKS mendapat kenaikan kursi dengan bertambah sekitar 28 kursi tingkat DPRD Kabupaten/Kota. Diantara daerah yang mengalami kenaikan signfikan, antara lain:

1. Magetan (dari 1 kursi jadi 5 kursi)
2. Ponorogo (dari 1 kursi jadi 3 kursi)
3. Pamekasan Madura (dari 1 kursi jadi 3 kursi)
4. Kota Mojokerto (dari 1 kursi jadi 2 kursi)
5. Kab. Mojokerto (dari 4 kursi jadi 5 kursi)
6. Kab. Pasuruan (dari 1 kursi jadi 3 kursi)
7. Kota Pasuruan (dari 2 kursi jadi 3 kursi)
8. Nganjuk (dari 1 kursi jadi 3 kursi)
9. Banyuwangi (dari 0 jadi 3 kursi)
10. Situbondo (dari 0 jadi 4 kursi)
11. Madiun (dari 2 kursi jadi 3 kursi)
12. Jember (dari 5 kursi jadi 6 kursi - masih berpeluang 7 kursi)
13. Kota Kediri (dari 1 kursi jadi 3 kursi)
14. Kab. Kediri (dari 1 kursi jadi 2 kursi)
15. Lumajang (dari 2 kursi jadi 4 kursi)
16. Ngawi (dari 3 kursi jadi 4 kursi)
17. Tulungagung (dari 0 jadi 2 kursi)

Sementara itu di Jawa Tengah, PKS juga mengalami kenaikan suara dan penambahan kursi DPRD Kabupaten/Kota yang sangat signifikan sekitar 27 kursi. Diantaranya:

1. Kabupaten Magelang (dari 3 kursi jadi 4 kursi)
2. Kota Magelang (dari 2 kursi jadi 3 kursi)
3. Wonosobo (dari 0 kursi jadi 1 kursi)
4. Purbalingga (dari 4 kursi jadi 5 kursi)
5. Kota Solo 5 kursi (juara 2)
6. Kota Salatiga tetap 5 kursi (juara 2)
7. Pati tetap 5 kursi tapi suara meningkat dari 36 ribu jadi 50 ribu
8. Sragen (dari 4 kursi jadi 6 kursi)
9. Blora (dari 3 kursi jadi 5 kursi)
10. Kota Semarang tetap 6 kursi
11. Kendal (dari 4 kursi jadi 5 kursi)
12. Batang (dari 0 kursi jadi 2 kursi)
13. Kota Pekalongan (dari 2 kursi jadi 3 kursi)
14. Kab. Pekalongan (dari 0 jadi 2 kursi)
15. Pemalang tetap 5 kursi
16. Boyolali tetap 4 kursi
17. Kebumen (dari 2 kursi jadi 4 kursi) (info: 4 kursi akhwat semua)
18. Karanganyar (dari 5 kursi jadi 6 kursi)
19. Purworejo (dari 2 kursi jadi 4 kursi)
20. Kudus (dari 1 kursi jadi 4 kursi)
21. Brebes (dari 5 kursi jadi 6 kursi)
22. Wonogiri tetap 6 kursi tapi suara naik
23. Jepara (dari 2 kursi jadi 3 kursi)
24. Kota Tegal (dari 3 kursi jadi 4 kursi)
25. Temanggung (dari 1 kursi jadi 3 kursi)

[pkssiak]




Aplikasi Android Aplikasi BlackBerry

Caleg Muslim yang Berhasil Duduk di DPRD Jembrana Meningkat

PKS Nongsa - Calon anggota legislatif (caleg) beragama Islam yang lolos atau berhasil mendapatkan kursi di DPRD Kabupaten Jembrana meningkat dua kali lipat.

Keberadaan mereka di dewan, kelak kata Raden Zuhri, salah seorang anggota tim sukses Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Jembrana, diharapkan bisa memperjuangkan aspirasi umat Islam.

"Sebagaimana janji mereka saat berkampanye atau bersosialisasi, agar memperjuangkan nasib ummat," kata Raden Zuhri kepada RoL, Rabu (16/4).

Dikatakan Raden, dalam pemilu legislatif, umat Islam di Jembrana hanya menempatkan tiga wakilnya di DPRD Jembrana, yakni masing seorang wakil dari PPP, PKB dan PKS. Namun kali ini masing-masing dua orang dari PKB dan dan PKS, serta satu orang dari Partai Hanura. Sementara seorang lagi berasal dari PDI Perjuangan.

Enam orang wakil umat Islam itu, harap Raden, hendaknya bisa bekerjasama dalam masalah-masalah yang menyangkut nasib umat Islam di Jembrana. Bahkan Raden berharap, lima wakil di luar PDI Perjuangan bisa membentuk fraksi sendiri. "Kalau sudah punya fraksi, kan perjuangan di dewan akan lebih mudah," kata Raden.

Keenam wakil ummat Islam di Jembrana yang berhasil lolos ke DPRD Jembrana yakni Mahmudi LC dan Haryono (PKS), Maria Ulfa dan H Muhammad Yunus (PKB). Dua lainnya yakni Ferlinan (Partai Hanura) dan H Hadrimin (PDI Perjuangan).[rol]



Aplikasi Android Aplikasi BlackBerry

PKS Kemungkinan Pilih Opsi Oposisi

PKS Nongsa - Partai Keadilan Kejahtera (PKS) masih belum menentukan arah koalisinya di Pilpres 2014. Pasalnya hasil perhitungan manual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih belum selesai.

"Kita lebih fokus mengamankan amanat rakyat berupa suara yang mereka berikan pada pileg kemarin. Kita tidak mau dijebak dengan mengalihkan dari kedaulatan rakyat menjadi kedaulatan lembaga quick count," ujar Ketua DPP PKS Hidayat Nur Wahid saat dihubungi, Rabu (16/4/2014).

Menurutnya, penentuan arah koalisi sebelum ada hasil resmi KPU sangat tidak relevan. Karena semua parpol belum bisa mengukur kekuatan dan perolehan suara sebenarnya.

Selian itu, semua parpol juga harus memastikan soal keutuhan suara mereka masing-masing. Sebab banyaknya praktik kecurangan yang terjadi di pileg.

Hidayat mengatakan, PKS tidak terlalu berambisi untuk masuk dalam koalisi sebuah koalisi parpol, sebelum ada hasil resmi. Bahkan PKS telah siap dengan kemungkinan terburuk yakni menjadi oposisi dalam pemerintahan nanti.

"Kalaupun menjadi oposisi itu juga akan diputuskan Majelis Syuro. PKS pernah menjadi oposisi pada kepemimpinan Megawati Soekarnoputri," jelas mantan Presiden PKS ini.

Untuk itu, PKS masih akan membahas soal koalisi pilpres setelah hasil pileg resmi diumumkan. "Setelah pengumpulan suara tingkat nasional selesai. Karena suara lebih relatif terukur," tandasnya. [gus/inilah]



Aplikasi Android Aplikasi BlackBerry

Cerita Bang Antho

Kiprah Kami

Seputar Politik

 

© Copyright PKS NONGSA 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by PKS NONGSA.