News Update :

Entri Terpopuler

Seputar PKS

Taujih

PKS Berhasil Raih 5 Kursi DPRD Padang

23 April 2014

PKS Nongsa - Berdasarkan hasil rapat Pleno KPU 20-21 April 2014 lalu, PKS Kota Padang berhasil mengantarkan 5 orang caleg nya untuk duduk di DPRD Kota Padang. Berikut ini adalah perkiraan anggota DPRD Kota Padang 2014-2019 yang akan duduk di gedung DPRD Kota Padang selama 5 tahun kedepan berdasarkan nomor urut partai.

Nasdem: Mailinda Rose, Dian Anggraini Oktavia, Amrizal Hadi, Azirwan

PKB: Iswandi

PKS: Muharlion, Hadison, Budiman, Muhidi, Djunaidy Hendry

PDIP: Wilmar Panjaitan, Nuzul Putra, Iswanto Kwara

Golkar: Jumadi, Zulhardi Z. Latif, Dinul Akbar, Helmi Moesim, Wahyu Iramana Putra

Gerindra: Delma Putra, Muzni Zen, Dewi Susanti, Elly Thrisyanti*, Emmu Azamri, Erisman

Demokrat: Gustin Pramona, Usman Ismail, Surya Jufri Bitel, Ilham Maulana, Yulisman

PAN: Fakhri Bahar, Yandri, Asrizal, Masrul*, Amril Amin, Faisal Nasir

PPP: Yuhilda Darwis, Dasman, Nila Kartika, Maidestal Hari Mahesa

Hanura: Elvi Amri, Zaharman, Yendril, Rafli, Osman Ayub

PBB: Arpendi Dt Tan Bagindo

[pkspadang.com]



Aplikasi Android Aplikasi BlackBerry

PKS Kampar Tolak Hasil Pleno KPU

PKS Nongsa - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kampar menolak hasil Pleno KPU tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Parpol dan DPD karena menilai adanya perbedaan jumlah suara sah dan suara tidak sah dengan suara yang digunakan untuk calon DPD dengan DPRD Kabupaten, DPRD Propinsi dan DPR-RI mencapai 1.400 suara di Desa Danau Lancang Kecamatan Tapung Hulu, Kampar, Riau.

Pleno yang digelar di Aula Kantor Bupati Kampar itu awalnya berjalan alot dan memakan waktu yang cukup panjang. Pleno dibuka pada Ahad (20/4/14) itu baru selesai hingga Selasa (22/4/14) hingga pukul 02.00 dini hari.

PKS meminta agar KPU menyelesaikan persoalan tersebut sesuai rekomendasi Panwaslu Kampar kepada KPU Kampar agar dilakukan penghitungan ulang berdasarkan D-1 Plano.

PKS yang diwakili Syahrul Aidi tetap ngotot agar rekomendasi Panwaslu Kampar diselesaikan sebelum penetapan Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan suara ini.

Akan tetapi pihak KPU melalui Ketua KPU Kampar Yatarullah didampingi empat orang Komisioner KPU Kampar tetap melakukan pengesahan terhadap hasil Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan suara tersebut.

Dari hasil rekapitulasi ini untuk sementara Golkar berhasil memperoleh 9 kursi di DPRD Kampar dan di ikuti Parpol Demokrat dengan 7 Kursi.[dm/riauterkini/pksnongsa]



Aplikasi Android Aplikasi BlackBerry

Pengamat: Saatnya Partai Islam Jawab Tantangan Bung Karno

PKS Nongsa - Partai-partai Islam dan berbasis massa Islam dinilai berada dalam momentum tepat untuk meraih tampuk kekuasaan politik di pemerintahan, baik eksekutif maupun legislatif.

Pengamat politik Islam Universitas Indonesia, Dr. Abdul Muta'ali menegaskan, saat ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk mengejawantahkan politik Islam yang harmonis dan akomodatif.

"Setelah dunia tidak mendapatkan jawabannya dari politik Islam di Mesir atas kemenangan Partai Ikhwanul Muslimin (IM), saatnya Indonesia menunjukkan politik Islam yang rahmatan lil a'lamin," tutur Abdul Muta'ali saat dihubungi Republika, Senin malam (21/4), melalui layanan pesan singkat (sms).

Sejatinya, ujar Abdul Muta'ali, partai-partai politik Islam di Indonesia telah memperoleh suara sangat signifikan dalam pemilihan umum (pemilu) legislatif pada April 2014 lalu.

Abdul Muta'ali menjelaskan, sudah sepatutnya dan sewajarnya parpol-parpol Islam itu sanggup membangun identitas politiknya dengan cara berkoalisi. Apalagi jika perolehan suara mereka digabung, perolehannya tembus di angka 31%.

Dalam dialog antara Soekarno dan Muhammat Natsir, lanjut Abdul Muta'ali, Soekarno pernah menyatakan: "Kalian boleh mayoritas dalam jumlah, namun kalian tidak akan pernah sanggup melawanku secara politik di Parlemen".

Seharusnya, jelas Abdul Muta'ali, ucapan Soekarno itu menjadi tantangan yang harus dijawab parpol-parpol Islam saat ini.

"Pemilu legislatif 2014 ini jelas merupakan aspirasi suara 'pulang kampung' untuk Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Joko Widodo. Pasalnya, 'Jokowi Effect' terbukti tidak ngefek," tegas Abdul Muta'ali yang juga Direktur Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam (PKTTI) UI.

Mengapa hal itu terjadi? Karena pada saat yang bersamaan, terang Abdul Muta'ali, masyarakat Muslim Indonesia sudah mengendus perihal Partai Banteng yang sedang menghipnotis mereka.

Jadi, ujar Abdul Muta'ali, hasil pemilu legislatif 2014 menunjukkan masyarakat muslim Indonesia sudah tidak mau dikibuli lagi setelah kasus Solo dan Jakarta.[rol]



Aplikasi Android Aplikasi BlackBerry

Ekonomi Islam Diprediksi Taklukkan Barat

PKS Nongsa - Ahli Ekonomi Syariah asal Belgia, Laurent Marliere menyatakan keuangan Islam saat ini bisa disebut sebagai fenomena global.

Selain karena kebutuhan global atas nama umat Muslim dan Islam, ternyata ekonomi syariah juga bisa tumbuh di negara non-muslim. Dikutip dari Kuna.Net, Selasa (22/4), ia menyampaikan ekonomi syariah memiliki potensi sangat besar dengan mempertimbangkan 1,65 juta penduduk Muslim.

Dimana ia menyebut kaum Muslim dunia sebagai umat yang memiliki pasar ekonomi spesifik. Namun patut diingat, ujar dia, umat Islam di seluruh dunia memiliki kebiasaan yang heterogen.

Hanya saja melihat pertumbuhan saat ini, ia yakin, ekonomi syariah akan melampaui negara-negara Muslim. Artinya jika selama ini barat selalu menyuplai kebutuhan pasar global muslim, kini lambat laun mereka mencontoh ekonomi syariah.

Salah satu negara yang sukses menciptakan hukum dan bentuk ekonomi syariah adalah Malaysia. Namun menurut dia model Malaysia kurang realistis dan terbukti negara itu gagal menaklukan wilayah regional.

Namun, Dubai meski tak menawarkan model khusus bisa menjadi pusat ekonomi syariah. Karena wilayah yang mempertemukan budaya Timur dan Barat cocok untuk lokasi berbisnis dan perdagangan.[rol]



Aplikasi Android Aplikasi BlackBerry

Bambang Soesatyo: Nasib Golkar dan Gerindra Tergantung Bandul PKS

PKS Nongsa - Pilpres 2014 semakin dekat, sejumlah tokoh politik dan parpol sudah bergerilya mencari rekan koalisi. Namun Golkar masih meraba-raba berkoalisi, setidaknya anggapan itu muncul dalam Diskusi Konstruksi Koalisi dan Blok Pilpres 2014 yg diadakan Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Selasa, 22/4/2014 di komplek Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat.

Diskusi ini sedianya juga akan dihadiri oleh Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tanjung dan Mantan Ketua MK Mahfud MD namun keduanya berhalangan hadir, dan mewakili politisi aktif Golkar, Bambang Soesatyo turut hadir.

Ditemui seusai diskusi, ketika ditanya soal arah koalisi, Politisi Golkar, Bambang Soesatyo menilai keputusan PKS yang akan menentukan nasib Golkar dan Gerindra " PKS ini posisi yg strategis, dia tinggal kemana bandulnya, jika bandulnya ke Golkar maka Gerindra panik, Gerindra tidak bisa mengusung Prabowo, tapi jika bandulnya ke Gerindra, maka Golkar yg tidak bisa mengusung capres-cawapresnya". ujarnya.

Lha,  kok malah PKS yg menentukan ya, bukannya PKS diprediksi tak lolos Electoral Treshold oleh lembaga-lembaga survey?.[pksmarpoyan.org]

______
detiktv




Aplikasi Android Aplikasi BlackBerry

Menang Mutlak Di Sumbawa Barat, Fahri: Ini Seperti Dukungan Orang Tua Kepada Anaknya

22 April 2014

PKS Nongsa - Dukungan masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sebesar 13.779 suara yang mencapai 21.7% dari total suara sah sebanyak 63.435 kepada Caleg DPR RI PKS Fahri Hamzah memberikan arti tersendiri bagi politisi kelahiran Sumbawa ini.

"Saya sekali lagi, ingin mengapresiasi masyarakat KSB karena telah memberikan dukungan yang besar bagi saya dan PKS. Sebagai masyarakat yang selalu memberikan dukungan kepada saya sejak masa kecil, maka dukungan ini seperti dukungan orang tua kepada anaknya," ungkap Fahri kepada Sumbawanews.com, Selasa (22/4) malam.

Dijelaskan, hingga saat ini sudah 2 kabupaten di Pulau Sumbawa yang memberikan dukungan penuh kepada dirinya dan PKS sehingga mencapai suara tertinggi di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat. Fahri berharap perhitungan ditingkat Provinsi NTB juga berjalan baik.

"Kita masih terus menunggu semoga proses perhitungan di provinsi akan berjalan dengan baik," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Pleno Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sumbawa Barat yang berakhir Selasa (22/4) malam akhirnya memutuskan Caleg DPR RI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah meraih suara terbanyak untuk pemilihan DPR RI.

Berikut pencapaian 7 besar caleg DPR RI:

1. H. FAHRI HAMZAH, S.E    (PKS) : 13779
2. H. RACHMAT HIDAYAT, SH. (PDIP) : 2619
3  NOURA FADHILAH (PKB) :   2489
4. H. MUHAMMAD SYAFRUDIN, ST, MM (PAN)    2084
5. Drs. H. MANIMBANG KAHARIADY    (Gerindra) 1716
6. ADI PUTRA DARMAWAN TAHIR (Golkar) : 1465
7. DR. LUKMAN MALANUANG    (Demokrat): 1349

Rapat pleno yang berlangsung sejak Senin (21/4) kemarin di Grand Royal Taliwang memperlihatkan masyarakat KSB memutuskan pilihannya kepada Fahri Hamzah dengan dukungan 13.779  suara. Selain meraih suara pribadi tertinggi, pleno juga menetapkan PKS sebagai partai yang meraih suara tertinggi dengan perolehan 16.510  suara.

Peringkat selanjutnya diraih oleh PARTAI GERINDRA : 7,436 suara dan PDI PERJUANGAN : 5,661 suara.[sumbawanews]



Aplikasi Android Aplikasi BlackBerry

Raih Suara Tertinggi di Kampung Halamannya, Fahri Dibenci TEMPO

PKS Nongsa - Politisi PKS Fahri Hamzah berhasil meraih perolehan suara tertinggi di kampung halamannya, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Tapi, kemenangan Fahri ini mendatangkan kebencian dari media senior TEMPO. Hal itu diungkapkan Fahri Hamzah melalui akun Twitternya @Fahrihamzah, Senin (21/4).

"PKS Raih Suara Tertinggi Di Kabupaten Sumbawa, Fahri: Saya Ucapkan Terima Kasih Sumbawa. Setelah membaca berita itu, saya membaca koran TEMPO yang merasa terancam oleh baliknya saya ke Senayan," tulis Fahri.

Fahri mengatakan, ketika rakyat NTB memilih saya sebagai anggota DPR dengan BPP tertinggi antara semua caleg, TEMPO terancam. Rakyat NTB berdasarkan hasil pemilu lalu dan hasil sementara pemilu 2014 ini adalah caleg paling disukai. TEMPO takut.

"Ideologi apa yang membuat TEMPO membenci saya? Atau membenci PKS secara umum?," tanya pria yang akrab disapa "Bang Fahri" ini.

Fahri mengaku tidak tahu kenapa TEMPO sampai membenci dirinya.

"Saya tidak tahu. Tapi TEMPO lah yang secara permanen cari makan dengan cara kasar tapi menghujat koruptor. TEMPO lupa bahwa menipu publik dengan menyerang pribadi orang juga korupsi itu sendiri," katanya.

Menurut Fahri korupsi itu dasar sikapnya adalah curang maka TEMPO curang kepada saya juga korupsi. Kebiasaan curang ini juga banyak di TEMPO. Mereka lupa bahwa moyangnya korupsi adalah curang.

"Alhamdullilah kampanye mereka kepada saya gagal. Rakyat NTB percaya saya. Suara pribadi saya tertinggi," ungkapnya.

Kebencian TEMPO terhadap Fahri Hamzah berlanjut dengan pemblokiran akun Twitter @Fahrihamzah oleh "dedengkot" TEMPO Gunawan Muhammad.

"Kenapa mesti panik tuan? Seperti Gunawan muhammad yang ngeblok saya. Takut sekali sama diskursus?. Kalau kata-kata berbeda pun tak sanggup kalian dengar bagaimana kalau kalian diberi pegang senjata. Mengaku liberal tapi takut berbeda pendapat…Sinting!," katanya.

Fahri juga mengingatkan TEMPO jangan mentang-mentang punya kuasa media lalu menganggap bisa membungkam suaranya.

"Dengan modal Social media yang gratis ini akan aku lawan kalian dengan cara paling sederhana…Kalau kalian ingin membunuh karakterku silahkan. Tapi kalian takkan bisa membunuh pikiranku. Yang aku takuti dari sikap kalian bukanlah kerugian pribadiku tetapi teror dan intimidasi pada pikiran," lanjut Fahri.

Menurut pria yang juga Wakil Sekjen PKS ini, kalau TEMPO terbiasa mengadili pikiran orang dengan menyerang pribadinya, kebebasan berpikir terancam.

"Sementara itu, ancaman kepada kebebasan berpikir adalah ancaman pada kehidupan secara keseluruhan. Kita ingin demokrasi kita dijaga oleh jurnalisme yang bertanggung jawab pada berkembangnya kebebasan berpikir dan berpendapat," katanya.

Tapi demokrasi kita akan mati oleh jurnalisme yang saban hari menghakimi pikiran dengan serangan pribadi.

"Itulah jurnalisme TEMPO yang semakin tidak enak dibaca dan tidak perlu," pungkasnya.[dm/pksnongsa]

____
https://twitter.com/Fahrihamzah




Aplikasi Android Aplikasi BlackBerry

Berita Gembira Bagi Anda yang Gemar Menulis...

PKS Nongsa - "Kabar baik bagi Anda yang ingin kirim tulisan untuk dimuat di situs resmi PKS ( www.pks.or.id ). Anda dapat mengirim artikel buatan Anda kepada kami pada email: humas(dot)pks(at)gmail(dot)com.

Tulisan Anda akan kami seleksi dan sunting untuk dimuat pada situs resmi PKS ( www.pks.or.id ). Harap sertakan identitas dan akun Twitter Anda, karena kami akan share tulisan Anda via Twitter. Artikel Anda juga di-share via Facebook resmi PKS (facebook.com/HumasPartaiKeadilanSejahtera), apabila sesuai kelayakan.

Kami tunggu tulisan dari Anda | #KabarDariAnda"

Itulah bunyi pemberitahuan dari Humas DPP PKS melalui akun Facebook resmi DPP PKS yang dilangsir pada Selasa (22/4/2014) malam. Bagi anda yang gemar menulis, sila kirimkan tulisan terbaik anda. Insya Allah akan dimuat di halaman khusus "Kabar Dari Anda" setelah melalui proses seleksi.

Jangan lupa PKS Nongsa juga bersedia menampung artikel, berita, atau sejenisnya. Anda dapat mengirimkan ke alamat e-mail kami pksnongsa(at)gmail(dot)com. Kami tunggu ya sobat...:)

[dm/pksnongsa]



Aplikasi Android Aplikasi BlackBerry

[Secuil Catatan tentang Pemilu 2014] Kucing tak Lagi Dalam Karung

PKS Nongsa - Money politic marak dan sudah terang-terangan dalam Pemilu 2014 kali ini. Banyak yang berpendapat, sepanjang sejarah Indonesia merdeka, inilah pesta demokrasi yang paling jelek, paling tak bermutu. Tak penyelenggara tak masyarakat, tak Caleg, semua sepakat untuk tawar- menawar suara dalam pencoblosan. Bukan saja sebelum pencoblosan, saat penghitungan, penjumlahan, rekapitulasi dan seterusnya,jual beli suara sudah menjadi berita sehari-hari.

Ada seorang kawan ketua salah satu KPPS di Tanjungpinang yang dijanjikan uang 3 juta rupiah oleh  seorang Caleg, untuk memperbanyak suaranya di TPS tersebut. Tapi sang ketua KPPS menolak, dengan berbagai alasan. Tentu hal ini terjadi juga di tempat lain oleh Caleg yang sama atau pun oleh Caleg yang lain. Mulai dari yang hanya berani bisik-bisik sampai yang malah buat berisik, karena sempat muncul ke permukaan.

Cerita seperti itu sering kita dengar dihari-hari setelah 9 April ini. Cerita tentang Caleg ataupun Timses yang bergerilya membagi-bagikan duit kepada masyarakat di hari-hari menjelang pemilihan, sudah menjadi cerita biasa di kedai kopi. Bahkan ada yang khusus menunggu pemilih keluar rumah di pagi hari menuju TPS, siap dengan amplop berisi uang dan sekaligus identitas caleg yang akan dipilih. Tak lagi waktu fajar serangan itu dilakukan;  pagi, siang, malam,tengah malam, subuh,dan petang; mereka siap menyerang dengan lembaran uang.

Tak ada cerita yang diserang akan mengelak atau meradang, malah menyambutnya dengan hati girang. Tak main lagi kalau hanya 50 ribu, seratus, atau  dua ratus. Ada yang 400 ribu, 500 ribu, bahkan untuk daerah tertentu ada yang lebih 1 juta. Luar biasa. Betul-betul luarrr biasa .. ! Betapa tingginya harga sebatang paku pada 9 April 2014 itu.

Apakah hanya terjadi di kota Tanjungpinang, ibukota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang katanya bermarwah? Ternyata tidak! Tak di Tanjungpinang, tak di Bintan, tak di Batam hal seperti itu terjadi di kota-kota besar dan kecil di Kepri dan persada tercinta. Bahkan juga mungkin seluruh pelosok negeri segantang lada terasa pedasnya (lebih tepat: manisnya) money politic. Di kampung-kampung nun jauh di seberang bahkan pulau-pulau terpencil sekalipun gerakan politik uang ini merambah bak gelombang pasang. Di hari-hari minggu tenang para Caleg dan atau Timses-nya melaju dengan perahu/ speed yang paling laju merangkai pulau membagi angpau.

Di hari-hari ini terdengar kabar beberapa tempat  yang bergejolak  karena sebagian masyarakatnya menerima hasil ”sisa hasil usaha” pada 9 April lalu tak sesuai yang dijanjikan. Kepada sang Caleg yang menabur janji dan sedikit upeti, mereka datang menagih janji sisa pembayaran, tapi dengan tenang sang Caleg jadi menjawab: Nanti akan dilunasi kalau sudah dilantik..!

Lantas bagaimana dengan Panwaslu, apakah mereka tidak tahu? Ah, rasanya hanya membuat pilu. Pasti mereka akan menjawab belum cukup bukti. Selalu. Padahal bukti sudah bertalu-talu. Untuk mengulasnya rasanya lidah terasa kelu. Pantas kalau beberapa anggota dewan mengatakan: Lebih baik Panwaslu dibubarkan, karena hanya menghabiskan anggaran, kasus laporan pelanggaran tak pernah ada yang terselesaikan. Malah ada pula yang justru memanfaatkan kesempatan. Sungguh ini sebuah pengkhianatan yang memuakkan..!

Beginilah dan begitulah potret masyarakat kita. Seperti itulah mentalitas para calon wakil kita. Macam beginilah wajah demokrasi kita hari ini. Kemanakah negeri ini akan kita bawa ..?. Kalau dulu masyarakat gerah dan risau karena wakil mereka yang terpilih adalah orang yang tak dikenal dan jarang turun ke masyarakat. Istilah yang populer dimasa Pemilu adalah: Jangan membeli kucing dalam karung. Artinya harus tahu betul siapa dan bagaimana jejak rekam caleg yang akan dipilih. Salah pilih akan membawa masalah kedepannya.

Sekarang apa bedanya? Ternyata banyak yang terpilih adalah orang yang juga tidak mereka kenal dan jarang bergaul. Mereka pilih bukan karena kedekatan dan kenal dengan calegnya, tapi kenal dan tahu persis berapa isi amplop yang diberikan. Maka sebenarnya tak relevan lagi istilah membeli kucing dalam karung. Yang benar dan sebenarnya terjadi adalah Membeli Kucing dalam Amplopp....!

Tanjungpinang, 22 April 2014

Oleh: Mastur Taher

*Penulis adalah Wakil Bupati Bintan periode 2005-2010




Aplikasi Android Aplikasi BlackBerry

[Catatan Caleg Naif 8] Jangan Sesali AYTKTM Kita | By @dettife

PKS Nongsa - Berikut merupakan taujih K.H. Abdul Hakim** di hadapan pimpinan DPW dan DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Lampung dalam rapat pertama Tim Pemenangan Pemilu Wilayah (TPPW) pertama pasca Pemilu 9 April 2014. Rapat TPPW nan guyub walaupun membahas hal yang serius seperti fixasi suara dan kursi sendiri saat ini (15:15 WIB, Selasa 22 April 2014) masih berlangsung.

Ikhwah fillah, para qiyadah dakwah di Lampung,

Kita sudah menunaikan kewajiban-kewajiban kita. Keistiqomahan dan jihad kita dalam dakwah ini merupakan harga mahal yang tidak bisa dibayar dengan apapun.

Perspektif kemenangan kita bukan hanya kemenangan jumlah kursi yang kita peroleh ataupun kemenangan fisik semata. Dengan perjuangan ini bisa membersihkan hati kita, mengukuhkan keikhlasan kita, membersihkan dosa-dosa kita. Ini semua tidak bisa dibandingkan dengan apapun!

Mari kita teliti kembali hasil-hasil jihad kita:

1. Ampunan Allah SWT, akan diberikan kepada hambaNya berupa bersihnya hati. Dari proses kita di lapangan berinteraksi dan melayani semoga makin bersih hati kita karena ampunan Allah, bukan bertambah kotor.

2. Barokah Allah SWT. Walaupun uang sudah keluar banyak, tapi suara cuma sedikit, insyaallah itu bentuk pembersihan Allah kepada kita. Untuk selanjutnya siap-siap menerima pemberian-pemberian, kenikmatan-kenikmatan dari Allah berupa hadiah-hadiah. Bisa berupa kursi, bisa jadi pasca pemilu jadi pengusaha sukses, bagi para ibu menjadi bidadari di rumahnya.

Ini semua adalah hadiah dan barokah Allah. Setiap perbuatan baik pasti akan dibalas oleh Allah SWT. Itu sudah rumus.

Kita melihat sendiri bahwa kondisi umat kita masih seperti ini. Artinya umat masih butuh bimbingan dan sentuhan kita.

3. Setelah semua itu baru raihan kursi.

Apapun hasilnya, bagaimanapun perolehannya, berjanjilah kita semua akan semakin istiqomah dalam dakwah, kita akan tetap mengajak orang lain agar bisa menerima hidayah Allah SWT. Kita akan melipatgandakan amal kita. Semakin bersihnya hati-hati kita untuk terus memperbaiki umat.


Wallahu 'alam bish shawab. []


* Judul "Jangan Sesali AYTKTM Kita" adalah interpretasi penulis secara personal; AYTKTM~Apapun Yang Terjadi Kami Tetap Melayanimerupakan salah satu slogan yang menyemangati kampanye PKS;
** K.H. Ir. Abdul Hakim, M.M. adalah musyrif PKS Lampung dan anggota Majelis Syuro PKS, saat ini masih menjadi Sekretaris F-PKS DPR RI.

_____
dettifebrina.com





Aplikasi Android Aplikasi BlackBerry

Cerita Bang Antho

Kiprah Kami

Seputar Politik

 

© Copyright PKS NONGSA 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by PKS NONGSA.